Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 2,28% terhadap Dollar AS pada level 15.880 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,38% pada level 24.300.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,37% pada level 2.825.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,11% pada level 2.567.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,23% pada level 5.747.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,04% pada level 19.345.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,61% pada level 1.836.

Jokowi Bungkam Soal Tragedi Berdarah India, Fahri Hamzah 'Perang Dingin' sama Budiman Sudjatmiko

Jokowi Bungkam Soal Tragedi Berdarah India, Fahri Hamzah 'Perang Dingin' sama Budiman Sudjatmiko - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pendiri Partai Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi), Fahri Hamzah, terlibat friksi dengan politikus PDIP, Budiman Sudjatmiko, di media sosial. Perdebatan keduanya terkait Presiden Joko Widodo yang belum merespons atas tragedi berdarah di India.

Bermula dari Budiman yang nge-tweet mengomentari artikel pernyataan aktivis HAM, Natalius Pigai, menyangkut sikap diam Jokowi atas bentrokan berdarah di India. Dalam artikel itu, Pigai mempertanyakan sikap Jokowi lantaran insiden di India telah menewaskan puluhan orang muslim.

"Saat Real Madrid kalah 1-2 oleh ManCity di Santiago Bernabeu, di mana pak @jokowi??" demikian cuitan Budiman di akun Twitternya @budimandjatmiko yang dikutip pada Minggu, 1 Maret 2020.

Baca Juga: Anak, Cucu, Besan Jokowi Ikut Kontestasi Politik: Jadi Beban Presiden, Banyak Mudaratnya!

Fahri pun menanggapi cuitan Budiman. Dengan coba memahami maksud Pigai, ia berpandangan perlu Jokowi bersikap sebagai kepala negara dengan populasi rakyat yang sebagian besar muslim. Dengan status itu, seharusnya RI bisa menggalang solidaritas kemanusiaan sesuai sila ke-2 Pancasila.

"Kalau bung perlu penjelasan, begini: presiden kita adalah pemimpin negara dengan populasi musim terbesar. Predikat itu membuat kita perlu menggalang solidaritas “kemanusiaan yang adil dan beradab” sesuai sila II yg oleh bung karno memiliki dimensi INTERNASIONALISME. Gitu!," tulis Fahri di akun Twitternya, @Fahrihamzah.

Budiman kemudian merespons dengan mempertanyakan penjelasan Fahri. Ia bilang jika menggalang solidaritas kemanusiaan menjadi heran karena persoalan India menyangkut lintas agama.

Baca Juga: Setelah Kerusuhan, Muslim India Salat Jumat di Atap Masjid yang Sudah Terbakar

"Ada 2 problem di kalimat ini: "sbg pemimpin negara Muslim terbesar" perlu menggalang "solidaritas kemanusiaan" pd kasus yg korbannya umat Islam. Ini ttg kemanusiaan lintas agama. Tak tepat alasan, bisa inkonsisten kemuliaannya. Gitu," balas Budiman.

Fahri kembali mengomentari karena sejak era Presiden Soekarno, RI tak pernah absen dalam politik internasional. Pola pikir yang mesti jadi rujukan adalah kemerdekaan adalah hak segala bangsa.

"Sebab Indonesia tidak pernah absen dalam politik internasional sejak proklamasi 1945 adalah karena para pendiri bangsa  kita percaya, “bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa..”.jadi keaktifan kita universal. Kemanusiaan itu universal..polugri kita harus aktif," jelas Fahri.

Tragedi mencekam di India ini karena dipicu lahirnya Undang-Undang Kewarganegaraan. Aturan UU ini kontroversi karena hanya memberi status kewarganegaraan bagi imigran yang menerima persekusi di negaranya dengan syarat beragama Hindu, Kristen, dan agama minoritas lainnya selain muslim.

Baca Juga: Keberatan Diberhentikan Sepihak, Penyidik KPK Ajukan Banding ke Jokowi

UU ini disahkan di era rezim Perdana Menteri India, Narendra Modi yang didukung partai pengusungnya Bhratiya Janata Party (BJP). Pun, aturan ini menyulut polemik panas karena dinilai bersikap diskriminatif terhadap umat Muslim di India.

Jumlah korban tewas karena bentrok umat Muslim dan Hindu di India meningkat menjadi 42 orang. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sudah mengeluarkan pernyataan keras dengan mengutuk tindakan diskriminatif yang merugikan umat Muslim di India. Erdogan bahkan menyebut umat Islam dibantai di negara tersebut

Dari pejabat menteri kabinet Jokowi, baru Menteri Agama Fachrul Razi yang mengecam tindakan kekerasan di India. Fachrul berharap agar umat beragama di India tidak merusak nilai kemanusiaan. Ia bilang tak ada ajaran agama yang membenarkan praktik kekerasan.

"Tidak ada ajaran agama manapun yang membenarkan tindakan kekerasan, apapun motifnya. Memuliakan nilai kemanusiaan adalah esensi ajaran semua agama,” kata Fachrul di Jakarta, Jumat, 28 Februari 2020.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Joko Widodo (Jokowi), India, Fahri Hamzah, Budiman Sudjatmiko, politik

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Lestari Ningsih

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24