Ada Klaim Depok Ibu Kota PKS, Ini Reaksi PDIP

Ada Klaim Depok Ibu Kota PKS, Ini Reaksi PDIP Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso

Pertarungan sengit antara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP, dengan Partai Keadilan Sejahtera diajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, tampaknya akan kembali terulang tahun ini.

Baca Juga: Ssttt, PKS Minta Menag Mendingan Diem Aja Soal Moratorium Umrah

Barisan kubu banteng moncong putih itu bahkan menegaskan, pihaknya bakal melakukan segala cara demi menumbangkan partai yang telah 15 tahun berkuasa di Kota Depok ini.

Sekertaris DPC PDIP Kota Depok, Ikravany Hilman mengungkapkan, ada beberapa alasan mendasar, kenapa PDIP tidak akan berkoalisi dengan PKS. Diantaranya, partai berlambang bulan sabit dan padi itu telah memiliki kandidat sendiri.

“Jadi enggak bisa kita bergabung, sudah menutup kemungkinan untuk kami (berkoalisi dengan PKS),” katanya pada wartawan saat menghadiri Musyawarah Ranting (Musran) PDIP, di Margonda, Depok, Jawa Barat pada 1 Maret 2020.

Alasan lainnya yang juga tak kalah penting ialah, PDIP menganggap PKS telah berkuasa cukup lama di Kota Depok, namun hal itu tidak diimbangi dengan sisi capaian, khususnya pembangunan.

“Bagi PDIP, 15 tahun ini kan PKS sudah dikasih kesempatan. Kami menilai arah kota ini maju tapi sangat lambat dibanding laju permasalahannya. Pembangunan memang ada, saya bohong kalau bilang enggak ada. Tapikan laju permasalahannya juga banyak, dan bertambah terus.”

Kemudian, kata Ikravany, secara ideologi, politik dan organisasi, PDIP sangat berbeda dengan PKS. Ketika disinggung adanya sebutan Depok sebagai Ibu Kota PKS, Ikravany kembali menegaskan, hal itu sebagai klaim semata.

“Ya itu kan klaim merekalah ya. Mereka tentu akan melakukan apapun untuk Pilkada. Sama, kami pun akan melakukan apapun untuk bisa memenangkan kontestasi Pilkada. Kalau soal soliditas, PDIP enggak kalah,” ujarnya.

“Yang jelas, kita sih maunya koalisi besar untuk memenangkan pilkada. Dan saat ini yang sudah terbangun komunikasinya adalah dengan Gerindra,” timpalnya lagi.

Untuk diketahui, diajang Pilkada Depok yang bakal berlangsung pada September 2020 nanti, PDIP, Gerindra dan PKS memeliki peluang untuk bisa mencalonkan sendiri kandidatnya. Dengan perhitungan, PKS 12 kursi di DPRD Depok, sedangkan PDIP dan Gerindra masing-masing 10 kursi.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini