Portal Berita Ekonomi Rabu, 01 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:49 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,31% terhadap Poundsterling pada level 1,2381 USD/GBP.
  • 12:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,07% terhadap Euro pada level 1,1023 USD/EUR.
  • 12:48 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,06% terhadap Yen pada level 107,48 JPY/USD.
  • 12:47 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.586 USD/troy ounce.
  • 12:46 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 22,74 USD/barel.
  • 12:45 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,46 USD/barel.
  • 11:32 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,36% di akhir sesi I.

Langkah Antisipatif Anies Hadapi Corona

Langkah Antisipatif Anies Hadapi Corona - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 16 Tahun 2020 menyikapi perkembangan makin mewabahnya virus corona (Covid-19). Menurut Anies, ingub ini sebagai bentuk kewaspadaan meski di Indonesia belum ditemukan satu pun kasus positif corona.

"Kita sudah menyiapkan, sudah mengeluarkan Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 untuk menyikapi perkembangan coronavirus yang terjadi di luar Indonesia," kata Anies belum lama ini.

Baca Juga: Bilang 115 Warga Jakarta Berstatus Pengawasan Corona, Anies Jangan Asal Ngomong

Anies memandang perlunya ingub ini dikeluarkan karena perkembangan beberapa hari ini. Lebih dari 10 negara mengumumkan kasus pertama corona di negara mereka, mulai dari negara dekat Oseania, yakni Selandia Baru, hingga Afrika, yakni Nigeria. Walaupun, hingga saat ini belum ada kasus positif pertama kali coronavirus di Indonesia. "Covid-19 ini sesuatu yang harus kita antisipasi secara serius," kata Anies.

Namun, ia mengakui ingub ini bukan satu-satunya langkah pencegahan. Saat ini Pemprov DKI sedang dalam proses pembentukan tim tanggap Covid-19. Tim ini, ungkap Anies, diketuai oleh asisten Kesra Pemprov DKI Jakarta. Nantinya, tim ini akan menjadi pusat pengendali untuk pemantauan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

Anies menyebut, Jakarta memilih bergerak dulu dalam langkah antisipatif karena Jakarta merupakan pintu gerbang Indonesia. Untuk kedatangan dan interaksi dunia internasional, porsi terbesarnya ada di Jakarta.

Selain itu, kata dia, mereka yang datang ke Jakarta tidak hanya untuk berwisata, tetapi juga untuk urusan bisnis. Karena itu, Anies mengakui, Pemprov DKI perlu melakukan langkah ini, dengan harapan masyarakat juga merasa tenang bahwa pemerintah daerah bergerak responsif dalam rangka ini.

"Dan saya mengajak kepada masyarakat untuk tidak usah panik, tidak usah berlebih di dalam merespons. Tapi, kita semua harus bersiaga," ujarnya.

Anies berharap kepada seluruh masyarakat untuk berkegiatan seperti biasa, tenang, dan jangan menyebarkan berita yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Kemudian, masyarakat diminta untuk sering mengecek berita sebelum menyebarkan.

Apabila dicurigai ada indikasi ke arah virus ini, Anies mengajak semua pihak merujuk kepada yang berwenang untuk mencari bantuan. Bila mencurigai ada kasus yang serupa dengan gejala Covid-19, masyarakat bisa menghubungi lewat 112. Seluruh sarana kesehatan di Pemprov DKI Jakarta, termasuk personalianya, akan siap merespons cepat.

"Dan jaga kebugaran dengan olahraga dan senam, makan cukup, istirahat cukup. Itu dari saya," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti, mengungkapkan, hingga saat ini terdapat 115 orang dalam pemantauan dan 32 pasien dalam pengawasan berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI. Orang dalam pemantauan dan pasien dalam pengawasan tersebut berdasarkan hasil penyelidikan epidemiologi (PE), tersebar di lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta dan luar DKI Jakarta.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI dan instansi terkait dalam melaksanakan pengawasan dan pemantauan," katanya.

Pihaknya berharap agar masyarakat tak perlu cemas dan tidak mudah percaya dengan beredarnya pemberitaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut terkait Covid-19 dapat menghubungi call center Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta di nomor 081388376955.

"Masyarakat perlu cross-check lagi untuk memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima," kata Widyastuti menambahkan.

Diduga tak terlaporkan

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia dan Persatuan RS Seluruh Indonesia, Hermawan Saputra, merespons terkait belum adanya kasus positif corona di Indonesia. Menurut dia, bisa saja keberadaan kasus tersebut tidak terlaporkan kepada pemerintah oleh masyarakat.

"Kami menyebutnya under reporting atau sesuatu yang tidak terlaporkan. Boleh jadi seperti itu, tapi ini masih praduga," kata Hermawan Saputra beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan ketika ada seseorang yang terpapar virus corona dan meninggal, tetapi tidak dapat dilakukan autopsi oleh pihak terkait karena tidak mendapat izin keluarga. Dia mengatakan, hal tersebut membuat keberadaan kasus corona tidak terlaporkan kepada pemerintah.

Secara keseluruhan, dia mengungkapkan bahwa terdapat tiga teori pendekatan yang dilakukan oleh pegiat dan analis kesehatan untuk mencari tahu apakah Indonesia sudah terinfeksi virus mematikan itu. Selain teori tersebut, ada juga kemungkinan gagalnya deteksi di Indonesia.

Dia mengatakan, hal tersebut membuat keberadaan virus Covid-19 belum terlihat di Tanah Air. Dia melanjutkan, teori ketiga adalah dismatch atau ketidaksamaan standar antara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan program yang dikembangkan di Indonesia.

Hermawan mengungkapkan, orang yang terinfeksi Covid-19 tidak selalu meninggal dan menunjukkan gejala pada umumnya, bahkan tidak selalu jatuh sakit. Namun, dia menambahkan, orang itu menyimpan virus tersebut. Dia mengatakan, kondisi itu bisa terjadi karena tergantung imunitas dan lingkungan.

"Artinya, kasus itu sangat spesifik. Di Indonesia itu memang karena geospasia dan iklim kita yang berbeda, sebabnya semua kemungkinan bisa saja terjadi," katanya.

Hermawan mengatakan, di Asia Tenggara boleh jadi tinggal Indonesia saja yang belum terpapar virus tersebut. Berdasarkan catatannya, per Kamis (27/2) lalu 22 kasus corona sudah ditemukan di Malaysia, Australia 22 kasus, Singapura 92 kasus, Thailand 30-an lebih, Filipina sekitar empat kasus, Vietnam sudah lebih banyak, dan seterusnya.

WHO telah meningkatkan kesiagaan level risiko penularan dan risiko dampak dari virus Covid-19 untuk skala global menjadi sangat tinggi atau setara dengan China. Peningkatan status ini menyusul kasus baru virus corona di dunia per Jumat (28/2) yang mencapai 1.027 orang.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Anies Baswedan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/M Risyal Hidayat

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,382.32 4,336.42
British Pound GBP 1.00 20,417.60 20,206.27
China Yuan CNY 1.00 2,329.85 2,305.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,495.07 16,330.94
Dolar Australia AUD 1.00 10,106.53 10,001.07
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.41 2,106.16
Dolar Singapura SGD 1.00 11,590.13 11,470.77
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,164.37 17,982.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,838.74 3,786.45
Yen Jepang JPY 100.00 15,300.13 15,145.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4538.930 124.430 687
2 Agriculture 928.458 27.628 22
3 Mining 1184.094 25.232 49
4 Basic Industry and Chemicals 580.262 22.496 78
5 Miscellanous Industry 733.027 17.548 51
6 Consumer Goods 1659.138 97.743 57
7 Cons., Property & Real Estate 338.411 0.855 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 805.434 16.329 79
9 Finance 989.674 10.245 92
10 Trade & Service 602.274 28.573 170
No Code Prev Close Change %
1 SAMF 120 162 42 35.00
2 ACST 172 232 60 34.88
3 PNLF 158 212 54 34.18
4 ALKA 300 374 74 24.67
5 ARTO 590 735 145 24.58
6 DADA 318 396 78 24.53
7 IDPR 210 260 50 23.81
8 PDES 610 755 145 23.77
9 AGII 440 540 100 22.73
10 KOTA 420 515 95 22.62
No Code Prev Close Change %
1 PEGE 189 176 -13 -6.88
2 TRST 378 352 -26 -6.88
3 MAPA 2,110 1,965 -145 -6.87
4 KIJA 131 122 -9 -6.87
5 HRME 655 610 -45 -6.87
6 DUCK 380 354 -26 -6.84
7 STTP 6,975 6,500 -475 -6.81
8 GOLD 192 179 -13 -6.77
9 INAI 356 332 -24 -6.74
10 TAMU 193 180 -13 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,010 3,020 10 0.33
2 BBCA 27,475 27,625 150 0.55
3 TLKM 3,140 3,160 20 0.64
4 PURA 79 80 1 1.27
5 BBNI 3,720 3,820 100 2.69
6 KAEF 1,165 1,310 145 12.45
7 KLBF 1,045 1,200 155 14.83
8 BMRI 4,600 4,680 80 1.74
9 PAMG 111 122 11 9.91
10 ASII 3,800 3,900 100 2.63