Virus Corona Gebuk Rupiah sampai Berdarah-Darah, Bank Indonesia Langsung Pasang Badan!

Virus Corona Gebuk Rupiah sampai Berdarah-Darah, Bank Indonesia Langsung Pasang Badan! Kredit Foto: Antara/Mohamad Hamzah

Dampak wabah virus corona terhadap pasar keuangan domestik tidak main-main, terutama bagi rupiah yang sejak pekan lalu terkoreksi hingga -3,23%. Mengantisipasi dampak yang lebih besar lagi, Bank Indonesia (BI) langsung mengambil langkah penyelamatan rupiah dengan menggelontorkan dana Rp103 triliun untuk membeli surat berharga negara (SBN).

Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa pembelian SBN tersebut dilakukan untuk meminimalisasi pelemahan rupiah akibat virus corona, terlebih lagi saat ini virus tersebut sudah masuk ke Indonesia dan menginfeksi dua orang yang bertempat tinggal di Depok.

Baca Juga: Corona Jebol Gawang Indonesia, Rupiah Meronta-Ronta!

"BI sudah membeli SBN dari pasar sekunder sebesar Rp103 triliun secara year to date, di mana Rp80 triliun itu kami beli sejak terjadi penyebaran virus corona yang membuat investor global melepas SBN," tegas Perry, Jakarta, Senin (2/03/2020).

Tak hanya itu, Perry menyebut bahwa pembelian SBN itu menjadi satu dari tiga bentuk intervensi BI sebagai bank sentral Indonesia untuk menstabilkan rupiah. Dua bentuk intervensi lainnya yang akan dilakukan BI, yakni intervensi di pasar valas dan intervensi di pasar forward. 

Baca Juga: Corona Infeksi Pasar Modal Bikin Asing Tarik Dana di BRI, BCA, dan BNI

Baca Juga: Gercep, Bursa Langsung Racik Vaksin Virus Corona Buat Pasar Modal

Langkah penyelamatan yang dilakukan BI membuat rupiah sedikit bertenaga. Jika beberapa saat lalu rupiah masih berada di level terbawah Asia dan dunia, saat ini rupiah terpantau mulai menguat di hadapan segelintir mata uang, seperti dolar AS (0,21%), poundsterling (0,46%), dan yen (0,65%).

Adapun di hadapan sebagian besar mata uang Asia, rupiah masih takluk signifikan terhadap won (-0,50%), dolar Taiwan (-0,38%), baht (-0,35%), yuan (-0,19%), ringgit (-0,09%), dan dolar Singapura (-0,02%).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini