Portal Berita Ekonomi Rabu, 01 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG melemah 1,61% di akhir sesi II.

Gak Usah Panic Buying! Pengusaha Ritel Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Kok! Begini Katanya. . .

Gak Usah Panic Buying! Pengusaha Ritel Siap Penuhi Kebutuhan Masyarakat Kok! Begini Katanya. . . - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Panic buying atau membeli barang dalam jumlah banyak baru-baru ini menjangkiti masyarakat Indonesia usai Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan dua warga Indonesia positif mengidap virus corona. Alhasil, berbagai bahan pangan pokok, masker, hand sanitizer hingga obat-obatan nyaris ludes tak tersisa.

Dilansir dari Okezone di Jakarta, Selasa (3/3/2020) Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) buka suara terkait panic buying yang melanda berbagai swalayan.

Baca Juga: Pasar Jaya: Panic Buying Cuma Dilakukan Orang Berduit

Ketua Umum Aprindo Roy Mandey mengatakan, masyarakat tak perlu melakukan panic buying karena kebutuhan baik pangan ataupun kebutuhan lainnya masih tersedia.

“Anggota peritel Aprindo selalu siap untuk hadir dan cukup dalam memenuhi kebutuhan pangan maupun non pangan bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Menurut Roy, tindakan berlebihan yang dilakukan masyarakat justru akan menimbulkan kepanikan lainnya. Padahal seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi hingga saat ini.

“Dikarenakan tindakan yang over atau berlebihan ini justru membuat kepanikan baru lainnya yang tidak perlu terjadi, disaat sebenarnya seluruh kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi dan tercukupi dengan baik,” kata Roy.

Partner Sindikasi Konten: Okezone

Baca Juga

Tag: Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Pengusaha, Virus Corona

Penulis/Editor: Fajria Anindya Utami

Foto: Instagram/jktinfo

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,382.32 4,336.42
British Pound GBP 1.00 20,417.60 20,206.27
China Yuan CNY 1.00 2,329.85 2,305.03
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,495.07 16,330.94
Dolar Australia AUD 1.00 10,106.53 10,001.07
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.41 2,106.16
Dolar Singapura SGD 1.00 11,590.13 11,470.77
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,164.37 17,982.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,838.74 3,786.45
Yen Jepang JPY 100.00 15,300.13 15,145.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4538.930 124.430 687
2 Agriculture 928.458 27.628 22
3 Mining 1184.094 25.232 49
4 Basic Industry and Chemicals 580.262 22.496 78
5 Miscellanous Industry 733.027 17.548 51
6 Consumer Goods 1659.138 97.743 57
7 Cons., Property & Real Estate 338.411 0.855 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 805.434 16.329 79
9 Finance 989.674 10.245 92
10 Trade & Service 602.274 28.573 170
No Code Prev Close Change %
1 SAMF 120 162 42 35.00
2 ACST 172 232 60 34.88
3 PNLF 158 212 54 34.18
4 ALKA 300 374 74 24.67
5 ARTO 590 735 145 24.58
6 DADA 318 396 78 24.53
7 IDPR 210 260 50 23.81
8 PDES 610 755 145 23.77
9 AGII 440 540 100 22.73
10 KOTA 420 515 95 22.62
No Code Prev Close Change %
1 PEGE 189 176 -13 -6.88
2 TRST 378 352 -26 -6.88
3 MAPA 2,110 1,965 -145 -6.87
4 KIJA 131 122 -9 -6.87
5 HRME 655 610 -45 -6.87
6 DUCK 380 354 -26 -6.84
7 STTP 6,975 6,500 -475 -6.81
8 GOLD 192 179 -13 -6.77
9 INAI 356 332 -24 -6.74
10 TAMU 193 180 -13 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,010 3,020 10 0.33
2 BBCA 27,475 27,625 150 0.55
3 TLKM 3,140 3,160 20 0.64
4 PURA 79 80 1 1.27
5 BBNI 3,720 3,820 100 2.69
6 KAEF 1,165 1,310 145 12.45
7 KLBF 1,045 1,200 155 14.83
8 BMRI 4,600 4,680 80 1.74
9 PAMG 111 122 11 9.91
10 ASII 3,800 3,900 100 2.63