The Fed Diskon Suku Bunga: Dolar AS Gak Laku, Rupiah Jadi Nomor Satu!

The Fed Diskon Suku Bunga: Dolar AS Gak Laku, Rupiah Jadi Nomor Satu! Kredit Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay

Ancaman resesi ekonomi global akibat wabah virus corona membuat The Federal Reserve (The Fed) mengambil langkah darurat dengan memangkas suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi dalam kisaran 1% hingga 1,25%. Ketua The Fed, Jerome Powell, meyakini bahwa hal itu dapat mencegah meluasnya dampak virus mematikan itu terhadap aktivitas perekonomian di Negeri Paman Sam.

"Kami melihat risiko pada prospek ekonomi dan memilih untuk bertindak. Saya tahu bahwa ekonomi AS kuat. Saya sepenuhnya berharap bahwa kita akan kembali ke pertumbuhan yang solid dan pasar tenaga kerja yang solid juga," ujar The Fed seperti dilansir dari Reuters, Jakarta, Rabu (4/03/2020).

Baca Juga: The Fed Ngaku Virus Corona Bikin Ekonomi Global Terancam, Suku Bunga Terpaksa Dipangkas Dalam-Dalam!

Kebijakan The Fed nyatanya membuka peluang besar bagi sebagian besar mata uang global untuk melumpuhkan dolar AS, misalnya saja dolar Australia, poundsterling, dolar New Zealand, dolar Kanada, dan franc. Rombongan mata uang Asia pun turut dalam pasukan penekan dolar AS, yakni dolar Taiwan, baht, dolar Singapura, dolar Hong Kong, yuan, dan rupiah.

Lain halnya dengan dolar AS yang tak laku diperdagangkan, nilai tukar rupiah justru menjelma sebagai mata uang nomor satu, baik secara regional maupun global. Sejak pembukaan pasar spot Rabu (4/03/2020), rupiah terapresiasi 0,18% ke level Rp14.250 per dolar AS. 

Baca Juga: Jangan Kasih Kendor! Rupiah Lawan Dolar AS Sampai Gempor!

Apresiasi itu terus menebal dan secara perlahan mendorong dolar AS untuk angkat kaki dari level Rp14.000. Hingga pukul 09.53 WIB, apresiasi rupiah bertambah menjadi 0,99% ke level Rp14.140 per dolar AS, level terbaik sepanjang siang ini. Tak puas sampai di situ, rupiah juga menunjukkan eksistensinya sebagai mata uang unggulan di dunia dengan menguat atas dolar Australia (0,51%), poundsterling (0,83%), dan euro (0,89%).

Seluruh pasukan mata uang Benua Kuning juga ikut disapu bersih oleh sang Garuda. Tak ada yang dapat menghindar dari tekanan rupiah, termasuk won (1,32%), yen (1,10%), dolar Hong Kong (0,87%), dolar Singapura (0,86%), dolar Taiwan (0,59%), baht (0,49%), ringgit (0,41%), dan yuan (0,39%).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini