Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

Lindungi Ekonomi dari Dampak Corona, BI Siapkan 5 Kebijakan

Lindungi Ekonomi dari Dampak Corona, BI Siapkan 5 Kebijakan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional mulai membaik mulai April ini hingga enam bulan ke depan setelah mengalami titik terendah pada akhir Maret lalu. Perlambatan ekonomi global akibat wabah virus corona mempengaruhi ekonomi nasional.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menggunakan skenario kurva-V untuk menggambarkan kondisi ekonomi nasional. Ia mengatakan, sepanjang Februari hingga Maret, perekonomian dalam negeri mengalami perlambatan. Titik terendahnya pada akhir Maret. Setelah itu, memasuki bulan April, ekonomi mulai membaik. Enam bulan selanjutnya Indonesia memasuki masa pemulihan.

"Pada bulan April suhu udara sudah meningkat. Eropa memasuki musim spring. Suhu udara di Asia  juga panas. Virus Covid-19 akan mati pada suhu di atas 27 derajat celsius. Masa pemulihan ekonomi akan diisi dengan kebijakan yang terintegrasi," kata Perry saat berdiskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media nasional di Jakarta, Selasa (4/3/2020).

Baca Juga: Mampu Tekan NPL, Industri Perbankan Sambut Positif Relaksasi OJK

Berdasarkan data Bank Indonesia sampai dengan 27 Februari 2020, aliran modal asing yang keluar (capital out flow) mencapai Rp30,8 triliun, dengan rincian surat berharga nasional (SBN) Rp26,2 triliun; pasar saham Rp4,1 triliun; dan sisanya untuk lain-lain.

Namun demikian, menurut Perry, penarikan investasi ini sifatnya masih sementara dan masih dalam bentuk mata uang rupiah. Ketika kondisi membaik, investor akan kembali menyimpan kepemilikan portofolio di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, pertumbuhan ekonomi tahun ini yang semula diprediksi mencapai 5,1-5,5 persen, dipangkas menjadi 4,9 persen pada kuartal I-2020; 5 persen pada kuartal II-2020; 5,2 persen pada kuartal II-2020; dan 5,2 persen pada kuartal IV-2020.

"Pemerintah telah melakukan rapat koordinasi dengan BI dan OJK untuk membuat policy response.  Pemerintah akan memberikan stimulus fiskal, memberikan insentif sektorial, meningkatkan bantuan sosial, meningkatkan insentif perumahan rakyat, dan mendorong pariwisata," paparnya.

Bank Indonesia lalu membuat lima kebijakan untuk menjaga dan melindungi ekonomi nasional dari gangguan wabah corona. Pertama, meningkatkan intensitas stabilisasi nilai tukar di pasar keuangan. Kedua, menurunkan giro wajib minimum (GWM) valuta asing dari delapan persen menjadi empat persen. Hal ini akan meningkatkan likuiditas valas sebesar US$3,2 miliar.

Ketiga, meningkatkan giro wajib minimum rupiah sebesar setengah persen khusus kepada bank yang melakukan kegiatan ekspor-impor selama sembilan bulan. Keempat, memperluas cakupan transaksi bagi investor asing dalam melakukan nilai lindung, termasuk memenuhi domestic non-delivery forward (DNDF). Dan kelima, mempersilakan investor global untuk memilih domestic custody atau global custody dalam berinvestasi di Indonesia.

Baca Juga

Tag: Bank Indonesia (BI), Virus Corona

Penulis: Muhamad Ihsan

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20