300 Juta Siswa di Dunia Terpaksa Diliburkan, UNESCO: Gangguan Skala Global

300 Juta Siswa di Dunia Terpaksa Diliburkan, UNESCO: Gangguan Skala Global Kredit Foto: Reuters/Tyrone Siu

Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyatakan hampir 300 juta siswa di seluruh dunia harus meliburkan diri karena virus corona, Kamis (5/3/2020). 

Banyak negara memutuskan menutup sekolah dalam upaya menahan penyebaran virus itu.

"Skala global dan kecepatan gangguan pendidikan saat ini tidak tertandingi dan, jika berkepanjangan, dapat mengancam hak atas pendidikan,” kata Direktur Jenderal UNESCO yang berbasis di Paris, Audrey Azoulay. 

Virus corona telah menyebar dari Cina ke sekitar 80 negara. Virus ini pun menginfeksi lebih dari 95 ribu orang dan menyebabkan kematian lebih dari 3.200 orang sejak Desember tahun lalu. 

Italia merupakan negara yang baru mengumumkan untuk menutup semua sekolah dan universitas hingga setidaknya 15 Maret. Pemerintahnya mendorong pengajaran dilakukan secara daring karena berusaha memperlambat tingkat kontaminasi di negara Eropa yang paling parah terkena dampak. 

Sebagai tanda seberapa cepat virus menyebar, Cina yang menjadi tempat wabah pertama kali ditemukan menetapkan penutupan seluruh sekolah sejak dua pekan lalu. 

Sedangkan sembilan negara lain telah menerapkan penutupan sekolah setempat. Jika negara-negara lain yang ditemukan penyebaran virus corona melakukan hal yang sama, maka akan bertabah jumlah siswa yang tidak melakukan pelajaran di sekolah. UNESCO memprediksi akan ada 180 juta siswa tambahan yang terhalangi untuk bersekolah.

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terkini