Perusahaan Elektronik Raksasa Korsel Tertekan Karena Corona, 'Kami akan Dapat Masalah Bila . . .'

Perusahaan Elektronik Raksasa Korsel Tertekan Karena Corona, 'Kami akan Dapat Masalah Bila . . .' Kredit Foto: Antara/Novrian Arbi

Corona bagai pukulan telak bagi perusahaan multinasional Korea Selatan (Korsel) yang membuat komponen ponsel pintar yang dipakai oleh Apple dan LG.

Pertama, wabah awal memaksa pabrik di China ditutup selama hampir tiga minggu hingga menyebabkn rantai pasokan ke pabrik Vietnam terganggu. Kedua, saat wabah mulai sampai ke Korsel, pembatasan perjalanan mengakibatkan para pekerjanya tak bisa datang ke pabrik di kota pelabuhan Hai Phong.

Kini, perusahaan yang menolak namanya disebut itu sedang mengalami gangguan di pabrik Gumi, pusat industri elektronik Korsel. "Virus corona menghasilkan efek domino pada pemasok," kata seorang eksekutif senior di perusahaan tersebut, dilansir dari Reuters, Jumat (6/3/2020).

Baca Juga: Corona Oh Corona, Karenamu 3 Ribu Pegawai Startup Hotel Ini Bakal 'Nganggur'

Selain itu, para pekerja perusahaan itu juga dikarantina sehingga muncul kekhawatiran hal itu bakal berdampak langsung terdahap konsumen.

Eksekutif yang sama berujar, "kami hanya bisa menghela napas (pasrah)."

Efek domino perusahaan Korsel itu menggambarkan dampak masif corona terhadap rantai pasokan elektronik Asia yang sebelumnya juga terguncang Perang Dagang AS-China.

Meskipun sejumlah perusahaan Korea mulai berinvestasi besar-besaran di Vietnam guna membangun pabrik baru, risiko di China belum bisa dihadapi sepenuhnya.

Apalagi, kini Vietnam membatasi jaringan peralatan Korsel dan perjalanan dari Negeri Ginseng. Sebagian besar penerbangan antara kedua negara itu ditangguhkan sejak pekan lalgu. Warga Korsel yang memasuki Vietnam harus dikarantina 14 hari.

"Kami mengalami kesulitan karena jadi tidak dapat bekerja di sana (Vietnam)," kata Kepala Eksekutif Pemasok LG yang juga enggan disebut namanya,

Sementara itu, produsen otomasi sistem navigasi mobil yang dipakai Honda, BMW, dan Hyundai juga berisiko menunda pemasangan jaringan karena para insinyurnya tak bisa pergi ke Vietnam.

Menurut keterangan CEO perusahaan teknologi anonim tadi, bila krisis karena corona itu masih berlangsung dua sampai tiga bulan lagi, perusahaannya akan mendapat masalah serius.

 

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini