Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:32 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 16.412 IDR/USD.
  • 18:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 18:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Yen pada level 108,93 JPY/USD.
  • 18:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.643 USD/troy ounce.
  • 18:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,19 USD/barel.
  • 18:26 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,48 USD/barel.

Strategi Investasi di Tengah Gejolak Virus Corona

Strategi Investasi di Tengah Gejolak Virus Corona - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pasar saham Indonesia terkoreksi cukup dalam dengan IHSG anjlok -8,20% pada bulan lalu, sementara indeks obligasi pemerintah Indonesia (BINDO) cenderung flat dengan kinerja +0,12%. Volatilitas pasar selalu cenderung meningkat di tengah ketidakpastian yang terjadi, Bank Commonwealth merekomendasikan investor yang memiliki profil risiko moderat untuk sementara dapat menambahkan atau mengalihkan porsi portofolionya ke dalam instrumen pendapatan tetap yakni obligasi. Untuk investor yang memiliki profil risiko agresif dapat memanfaatkan peluang ini untuk menambah porsi aset kelas saham di portofolionya melalui reksa dana saham.

 

Head of Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth Ivan Jaya menuturkan bila koreksi yang terjadi saat ini membuat valuasi pasar saham relatif murah. Valuasi IHSG saat ini berada di bawah -2x standar deviasi rata-rata 5 tahun, di mana valuasi saat ini terakhir terjadi pada semester II-2015. Pada saat itu penurunan di pasar saham dipicu oleh faktor global yakni krisis Yunani bukan karena faktor fundamental Indonesia. Pasar saham pada saat itu mengalami recovery dari titik terendahnya hingga mencapai sekitar +16% dalam waktu 4 bulan dan +32% dalam waktu sekitar 10 bulan. 

 

“Jika membandingkan fundamental Indonesia, kondisi saat ini dengan tahun 2015 cukup berbeda. Dalam hal inflasi, saat ini inflasi cenderung stabil di level rata-rata 3,0% year on year sementara pada 2015 sempat menyentuh level 7,26% year on year. Nilai tukar rupiah saat ini stabil di level Rp 14.200 per dolar AS, dibandingkan pada 2015 sempat mencapai Rp 14.600 per dolar AS. Kestabilan rupiah saat ini didukung oleh cadangan devisa sebesar USD131 miliar, jauh lebih besar dibandingkan dengan USD101 miliar pada 2015,” terangnya, dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (6/3/2020). 

 

Baca Juga: Menyikapi Anjloknya Pasar Finansial, Bagaimana Sikap Terbaik Investor?

 

Selain itu, lanjut Ivan, pemerintah serta bank sentral telah mengambil sikap preventif untuk menahan gejolak perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus ini. Bank sentral China (PBOC) telah memberikan suntikan likuiditas ke pasar sebesar USD174 miliar pada awal Februari. Lalu, PBOC juga memangkas suku bunga Loan Prime Rate (LPR) sebesar 10 bps. Dari bank sentral AS, Federal Reserve, juga merespon dengan melakukan pemotongan suku bunga darurat sebesar 50 bps menjadi 1,25% di awal Maret yang dilakukan di luar jadwal pertemuan bulanannya.

 

Dari dalam negeri, Bank Indonesia telah melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,75% pada bulan Februari. Disusul pada awal Maret dengan meluncurkan “senjata” untuk meredam outflow asing baik dari pasar rupiah dan obligasi. Dari pemerintah sendiri telah meluncurkan insentif pada industri pariwisata dan penerbangan untuk menopang dampak negatif dari penurunan kunjungan wisatawan mancanegara. 

 

“Dengan kondisi fundamental Indonesia yang stabil, kondisi penyebaran virus corona yang bersifat sementara serta langkah antisipasi dari pemerintah serta bank sentral baik di China, AS, Eropa bahkan Indonesia yang responsif, hingga saat ini kami melihat koreksi yang terjadi bisa dimanfaatkan untuk menyeimbangkan kembali porsi kelas aset saham di dalam portofolio,” ujarnya.

 

Ivan menyarankan, strategi investasi yang dapat dilakukan pada bulan ini adalah untuk stay in the market dengan menambah serta menyeimbangkan kembali porsi kelas aset saham di dalam portofolio yang tergerus dengan memanfaatkan koreksi yang sedang terjadi saat ini bagi investor yang memiliki profil risiko agresif.

 

“Investor juga bisa memperbesar ataupun mengalihkan portofolio-nya ke dalam kelas aset obligasi, yang cenderung memiliki volatilitas yang lebih rendah dibandingkan kelas aset saham, bagi investor yang memiliki profil risiko moderat,” pungkasnya. 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Pasar Modal, Saham, Investasi

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Freepik

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4811.827 188.398 686
2 Agriculture 983.609 47.606 22
3 Mining 1256.575 31.049 49
4 Basic Industry and Chemicals 680.711 28.193 78
5 Miscellanous Industry 757.260 20.569 51
6 Consumer Goods 1789.993 77.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 349.330 23.246 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.077 45.961 78
9 Finance 1027.843 37.379 92
10 Trade & Service 608.315 11.702 170
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 200 270 70 35.00
2 HKMU 91 118 27 29.67
3 KMTR 200 258 58 29.00
4 FREN 76 95 19 25.00
5 CTRA 456 570 114 25.00
6 LRNA 125 156 31 24.80
7 WIKA 910 1,135 225 24.73
8 PTPP 570 710 140 24.56
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 LPCK 482 600 118 24.48
No Code Prev Close Change %
1 INAI 430 400 -30 -6.98
2 AKSI 258 240 -18 -6.98
3 LMSH 350 326 -24 -6.86
4 EPMT 2,190 2,040 -150 -6.85
5 HRME 498 464 -34 -6.83
6 NZIA 264 246 -18 -6.82
7 JAST 470 438 -32 -6.81
8 AMAG 294 274 -20 -6.80
9 KBLI 500 466 -34 -6.80
10 DUCK 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,890 3,020 130 4.50
2 REAL 82 77 -5 -6.10
3 BBCA 27,475 28,675 1,200 4.37
4 BTPS 1,805 2,230 425 23.55
5 ANTM 464 540 76 16.38
6 BBNI 4,010 4,290 280 6.98
7 FREN 76 95 19 25.00
8 PGAS 800 895 95 11.88
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 BRPT 1,000 1,000 0 0.00