Ribut Pilah-Pilih Pemimpin Ibu Kota Baru, Rakyat Kaltim Resah: Pak Jokowi Kami Gak Mau Terpinggirkan

Ribut Pilah-Pilih Pemimpin Ibu Kota Baru, Rakyat Kaltim Resah: Pak Jokowi Kami Gak Mau Terpinggirkan Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Timur (Kaltim), Irwan, mengatakan saat ini mulai timbul keresahan dari masyarakat Kaltim setelah tersiar informasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal 4 kandidat Kepala Badan Otorita Persiapan Ibu Kota Negara (IKN) baru. Mereka resah karena takut seperti orang Betawi yang terpinggirkan di Jakarta.

“Jokowi tidak boleh tutup mata dan telinga terkait aspirasi masyarakat Kaltim terkait IKN. Jokowi harus arif dan bijaksana,” kata Irwan di Jakarta, Sabtu (7/3/2020).

Baca Juga: Ahok Dicalonkan Jadi Pemimpin Ibu Kota Baru, Sandiaga: Tugas Berat

Ketua ESDM Partai Demokrat ini menuturkan, masyarakat Kaltim juga menginginkan perpindahan IKN ini lancar sampai IKN baru ini terwujud nantinya. Tetapi, tentu masyarakat Kaltim juga tidak ingin sejak awal IKN ini mengandung benih-benih ketidakadilan dan otoritarianisme dalam penentuan Kepala Badan Otorita ini.

“Kearifan dan Kebijaksanaan Jokowi sebagai Presiden menjadi kunci kemajuan dan kedamaian IKN nanti,” ujarnya.

Baca Juga: Ramai Ahok Jadi Calon Pemimpin Ibu Kota Baru, PDIP: Apa Salahnya?

Oleh karena itu, dia menambahkan, pelibatan putra-putri terbaik Kaltim menjadi hal wajib yang harus diakomodasi Presiden Jokowi dalam badan otorita IKN jika ingin proses pemindahannya berjalan sukses. Bagaimanapun, SDM strategis nasional otomatis harus hijrah ke IKN.

“Nah harus dari awal ada peran-peran sentral dari sumber daya manusia lokal agar tidak seperti saudara kita di Betawi yang terpinggirkan di DKI Jakarta. Saya mohon Pak Jokowi menjadikan ini pertimbangan prioritas. Jangan mengulang sejarah pahit dengan mengabaikan kearifan lokal dan keresahan hati masyarakat Kaltim. Saya yakin pak Jokowi arif dan bijaksana,” kata Sekretaris Bendahara Fraksi Demokrat DPR itu.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini