Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Sport & Lifestyle
Government
Video
Indeks
About Us
Social Media

Kesal ke Aksi Demo FPI dan Tolak Temui Ulama, Dubes India: Apa Anda Mau Temui Pembakar Bendera Anda?

Kesal ke Aksi Demo FPI dan Tolak Temui Ulama, Dubes India: Apa Anda Mau Temui Pembakar Bendera Anda? Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Warta Ekonomi, Jakarta -

Duta Besar India untuk Indonesia, Pradeep Kumar Rawat, mengatakan bahwa dia tidak akan bertemu dengan para ulama Indonesia dalam waktu sepekan ke depan.

Hal tersebut sekaligus menolak permintaan perwakilan demonstran yang sempat menggelar aksi di depan gedung Kedubes India, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/03/2020). Alasan penolakan tersebut karena perilaku demonstran membakar bendera India saat aksi berlangsung.

Baca Juga: Terkait Ancaman Sweeping, Dubes India Pilih Tak Merespon

"Mungkin bagi saya enggak akan menemui, karena ya itu respons terhadap pembakaran (bendera), apakah anda akan menemui orang-orang yang membakar bendera anda?," kata dia saat ditemui di kantornya, dikutip Sabtu (7/03/2020).

Dia pun tidak mau menanggapi terlalu jauh soal ancaman massa akan datang dalam jumlah lebih besar jika permintaan pertemuan tersebut tidak dipenuhi. Dia hanya menyerahkan hal tersebut kepada otoritas keamanan Indonesia.

Baca Juga: FPI dan GNPF Ancam Sweeping Warga India di Indonesia

"Apa bila ancaman itu tidak sesuai dengan otoritas keamanan di Indonesia. Saya yakin akan ada yang bertindak," lanjut dia.

Sebelumnya, massa demonstran yang terdiri dari Front Pembela Islam (FPI) dan Persaudaraan Alumni 212 membakar bendera India saat demonstrasi, Jumat( 7/03/2020).

Mereka membakar bendera lantaran kecewa tidak bisa bertemu dengan pihak kedutaan besar. Selain membakar bendera, demonstran pun meminta duta besar India mengundang ulama Indonesia untuk berdiskusi terkait masalah kekerasan umat muslim di India.

Baca Juga: Istana Ungkap Presiden Jokowi Takkan Pulangkan Ratusan ISIS Eks WNI di Suriah

Jika dalam satu minggu para ulama tidak diundang diskusi, massa dipastikan akan datang kembali ke depan Kedubes India dalam jumlah yang lebih besar. Dalam aksinya, massa menuntut Kedutaan Besar India untuk hengkang dari Indonesia. Mereka juga meminta pemerintah Indonesia untuk memutuskan hubungan diplomatik dengan India.

"Pergi dari ibu Pertiwi (Indonesia). Putuskan hubungan diplomatik dengan India. Hengkanglah kedutaan besar India di Indonesia," teriak orator.

Massa juga menekan pemerintah India untuk menghentikan tindak kekerasan. "Kedutaan Besar India harus keluarkan maklumat atas kekerasan. Kalau tidak kami akan usir kalian," kata orator lainnya. Kerusuhan sebelumnya berlangsung di Ibu Kota New Delhi dan menewaskan hingga 42 orang.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Lestari Ningsih

Bagikan Artikel: