Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:03 WIB. Shanghai Composite - 2.747 (30/3), 2.750 (31/3), 2.734 (1/4), 2.780 (2/4), 2.763 (3/4).
  • 11:57 WIB. Nikkei 225 - 19.084 (30/3), 18.917 (31/3), 18.065 (1/4), 17.818 (2/4), 17.820 (3/4).
  • 11:55 WIB. FTSE 100 - 5.563 (30/3), 5.671 (31/3), 5.454 (1/4), 5.480 (2/4), 5.415 (3/4).
  • 11:52 WIB. Nasdaq - 7.889 (30/3), 7.813 (31/3), 7.486 (1/4), 7.635 (2/4), 7.528 (3/4).
  • 11:44 WIB. Dow Jones - 22.327 (30/3), 21.917 (31/3), 20.943 (1/4), 21.413 (2/4), 21.052 (3/4).
  • 11:42 WIB. S&P 500 - 2.626 (30/3), 2.584 (31/3), 2.470 (1/4), 2.526 (2/4), 2.488 (3/4).

Gegara Corona Minyak Dunia Anjlok, Indonesia Bisa Gak Tuh Manfaatin?

Gegara Corona Minyak Dunia Anjlok, Indonesia Bisa Gak Tuh Manfaatin? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Arab Saudi, berupaya mengajak Rusia untuk mengurangi produksi minyak mentah guna mencoba mengimbangi penurunan permintaan dunia yang disebabkan oleh wabah virus corona (COVID-19), dimana pada akhir minggu ini harga minyak dunia merosot tajam menjadi USD. 45,48 per barrel, dan apabila wabah corona ini berkepanjangan maka harga minyak dunia bisa semakin merosot hingga dibawah US$30,- per barrel.

Untuk mempertahankan harga minyak tidak terjun bebas, maka negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah memotong produksi nya hingga 2,1 juta barel per hari guna menopang harga minyak mentah agar tidak terus merosot jatuh terlalu dalam seperti yang terjadi di tahun 2015 yang lalu, dimana minyak dunia pernah merosot tajam hingga 35% dari harga akhir Desember 2014, yang disebabkan oleh membanjirnya minyak Timur tengah ke pasokan global, sehingga membuat harga merosot dan menyentuh angka terendah dalam 11 tahun terakhir, yakni US$36,10 per barrel, dan kemudian pada awal Januari 2016 kembali merosot hingga mencapai Brent US$27,80 per barrel.

Baca Juga: Irfan Setiaputra Bilang Garuda Babak Belur Dihajar Corona, Saham GIAA Ikut Berdarah-Darah!

Baca Juga: Aplikator Taksi Online Ini Beri Kompensasi Buat Pengemudi yang Kena Corona

Lalu bagaimana dengan Indonesia dalam menghadapi merosotnya harga minyak dunia? Apakah Indonesia sebagai negara net importir mampu memanfaatkan peluang merosotnya harga minyak dunia? Berdasarkan Fakta, Indonesia adalah pengimport minyak mentah terbesar nomor 3 di ASEAN, Indonesia mengkonsumsi minyak import tersebut 100 persen untuk kebutuhan dalam negeri, berbeda dengan Singapura pengimpor nomor 1 dan Thailand pengimport nomor 2 di ASEAN yang kemudian diolah menjadi bahan bakar dan Petrokimia untuk di eksport kembali dimana salah satu pasarnya juga adalah Indonesia! Oleh karena itu, bisa jadi Indonesia adalah pengimport minyak mentah plus BBM plus Petrokimia terbesar di ASEAN.

Tidak adanya kebijakan dari Pemerintah Indonesia yang cerdas dalam menyikapi turun-nya harga minyak dunia pada tahun 2015 yang lalu, bisa jadi disebabkan lemahnya infrastruktur migas di Indonesia dimana salah satu yang sangat penting adalah cadangan minyak Indonesia yang masih mengandalkan cadangan minyak dalam perut bumi yang proven sebesar 3.1 milar barrel yang diperkirakan akan habis dalam Kurun waktu 10 tahun, tapi sama sekali tidak memiliki cadangan strategis atau Strategic Petroleum Reserve (SPR) alias zero!

Padahal sepanjang tahun 2015 yang lalu, DPR disetiap raker di Komisi VII selalu mengingatkan dan mendesak mentri ESDM untuk segera membuat roadmap SPR Indonesia untuk membangun infrastruktur tangki timbun sebanyak mungkin agar dapat memanfaatkan peluang ketika harga minyak dunia jatuh, sehingga Indonesia mampu merealisasi ketahanan energi yang selama ini hanya sekedar jargon semata.

Jika harga minyak dunia terus turun, maka serta merta produksi pun akan dipangkas, dan pada titik tertentu, produksi minyak dunia akan dibawah kebutuhan sehingga harga minyak dunia bumping up kembali melonjak tinggi dan apabila hal ini terjadi dan kebijakan Pemerintah Indonesia hanya melulu tentang Penanggulangan virus corona saja, tapi tidak menyadari ekses lain dari corona, dimana salah satunya adalah BBM, maka bisa dipastikan akan terjadi kelangkaan BBM di Indonesia yang pastinya akan menyengsarakan rakyat karena minyak masih menjadi energi primer di Indonesia untuk transportasi. Oleh karena itu, pembangunan SPR harus segera diprioritaskan.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Bahan Bakar Minyak (BBM), Inas Nasrullah Zubir, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)

Penulis: Inas N Zubir, Wakil Ketua di Komisi VI DPR-RI dari tahun 2017 s/d 2019

Editor: Vicky Fadil

Foto: Reuters/Christian Hartmann

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80