BPK: Kerugian Negara Atas Kasus Jiwasraya Rp16,81 Triliun

BPK: Kerugian Negara Atas Kasus Jiwasraya Rp16,81 Triliun Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) mencatat, total kerugian negara terkait kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya mencapai belasan triliun rupiah. Hal ini dikatakan Ketua BPK, Agung Firman Sampurna, di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Senin, 9 Maret 2020.

"Metode yang kami gunakan dalam melakukan perhitungan kerugian negara adalah total loss, di mana seluruh saham-saham yang diduga dibeli secara melawan hukum dianggap berdampak dan nilai kerugian negaranya adalah sebesar Rp16,81 triliun," kata Agung.

Baca Juga: Kantongi Nilai Kerugian Jiwasraya, BPK Umumkan Senin Depan

Agung merinci, dari total kerugian itu terdiri atas kerugian negara investasi saham sebesar Rp4,65 triliun dan kerugian negara akibat investasi di reksa dana Rp12,16 triliun. "Total loss ini dua hal yaitu dengan investasi saham dan investasi reksa dana," katanya.

Menurut Agung, perhitungan kerugian negara itu terkait dengan salah satu skema di Jiwasraya yang dikenal dengan saving plan. Jadi saving plan itu pada 2018 sehingga terkait dengan saving plan dari 2008 sampai setidak-tidaknya pada 2018.

Jadi, memang di beberapa pertemuan BPK telah melakukan beberapa pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) dan sebagainya. "Investasi yang dilakukan oleh Jiwasraya, jadi ada insolvensi, dan kebijakan investasi. Nah kebijakan investasi ini yang kami lakukan pendalamannya," ujarnya. 

"Sejak 2008-2018, walau memang intensitasnya itu jadi peningkatannya pada 2014, 2015, 2016 ke atas kurang lebih begitu gambarannya. Itulah yang intensitasnya naik, tapi kejadiannya itu dari tahun 2008," katanya.

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini