Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:51 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,19% terhadap Poundsterling pada level 1,2372 USD/GBP.
  • 10:50 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Euro pada level 1,0846 USD/EUR.
  • 10:49 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,20% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 10:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,12% terhadap Yen pada level 108,04 JPY/USD.
  • 10:48 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,18% terhadap Dollar AS pada level 16.465 IDR/USD.
  • 10:47 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup positif 2,28% pada level 2.526.
  • 10:45 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup positif 2,24% pada level 21.413.
  • 10:44 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup positif 1,72% pada level 7.487.
  • 09:42 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,97% di awal sesi I.

Pro Kontra Tarif MDR QRIS, Untung atau Buntung?

Pro Kontra Tarif MDR QRIS, Untung atau Buntung? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Penerapan tarif merchants discount rates (MDR) dalam Quick Response Code Indonesian Standar (QRIS) yang dipatok di angka 0,7 persen rupanya memicu polemik. Meski memberikan kemudahan agar seluruh penyedia jasa sistem pembayaran (PJSP) bisa digunakan dalam satu portal, MDR memicu pro kontra.

Di sisi pro, Head of Business Marketing Fore, Shintia Xu, mengaku bahwa selaku merchant pengguna QRIS, tarif MDR yang sudah distandarisasi di angka 0,7 persen dari nilai transaksi yang dibebankan ke merchant justru menguntungkan.

Baca Juga: BI: Jumlah Merchant Pengguna QRIS Sentuh 2,7 Juta

"Menurut saya ini menguntungkan. Tadinya tidak ada standar, kayak masing-masing merchant harus nego dulu dengan penyedia jasa, kadang penyedia jasa melirik kembali seberapa besar potensi merchant tersebut. Kalau kecil diabaikan, kalau besar baru mau membuka diri negosiasi," ujar Shintia di M Bloc Space, Selasa (10/3/2020).

Tambahnya, ada beberapa PJSP yang mematok standar MDR yang terlalu tinggi sebelum MDR distandarisasi pada 0,7 persen. "Sebelum adanya standarisasi ini, mungkin beberapa penyedia jasa mematok harga hampir lebih dari dua kali lipat," lanjutnya.

Bank Indonesia sebagai salah satu inisiator dari QRIS juga menyebut bahwa 0,7 persen sudah sangat rendah. Menurut Kepala Kantor Perwakilan BI Jakarta, Hamid Ponco Wibowo, harusnya MDR tidak membebani merchant. "Kalau dibandingkan dengan kartu kredit kan masih lebih rendah," ujar Hamid.

Di sisi kontra, beberapa ekonom menilai tarif 0,7 persen masih tinggi, dinilai dari kondisi bisnis yang melambat dan adanya kemungkinan bahwa penjual akan membebankan tarif MDR ke konsumen dengan menaikkan harga jual produk.

Bank sentral menetapkan MDR di angka 0,7 sebagai tarif maksimal. Di berbagai sektor lain seperti pembayaran untuk transaksi di SPBU, MDR dipatok di angka 0,4 persen dan pendidikan di angka 0,6 persen. Sementara di sektor kegiatan sosial, BI tidak menetapkan tarif MDR.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Quick Response (QR), Digital Economy, Bank Indonesia (BI)

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62