Portal Berita Ekonomi Minggu, 01 November 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Lagi-Lagi, Uni Eropa Salah... Emisi Sawit Rendah!

Lagi-Lagi, Uni Eropa Salah... Emisi Sawit Rendah!
WE Online, Jakarta -

Black campaign terhadap minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) yang dilakukan oleh Uni Eropa sejak tiga tahun lalu hingga sekarang membuat industri minyak sawit global khususnya Indonesia panas-dingin.

Isu lingkungan, keberlanjutan, dan konflik sosial merupakan sentimen negatif yang selalu disuarakan UE untuk minyak sawit Indonesia. Salah satunya yakni adanya anggapan bahwa emisi kelapa sawit di Indonesia mencapai 90 ton CO2 ekuivalen per hektare dalam satu tahun.

Baca Juga: Limbah Sawit Jadi Listrik?

Namun, tim dari Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil mematahkan isu tersebut melalui hasil penelitiannya. Penelitian tersebut dilakukan sejak Desember 2018 – Januari 2020 yang didanai BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit) dengan dipimpin oleh Prof. Supiandi Sabiham.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ternyata emisi kelapa sawit di Indonesia hanya 20–25 ton CO2 ekuivalen per hektare dalam satu tahun. Angka ini memiliki perbedaan yang sangat signifikan sehingga tidak aneh jika kelapa sawit dijadikan sebagai kambing hitam atas kerusakan lingkungan oleh Uni Eropa.

Supiandi mengatakan, "Hasil penelitian kita ini bisa membuat banyak pihak terkejut. Sebab, emisi kelapa sawit yang disampaikan selama ini tidak sebesar itu dan hasil penelitian ini bisa meng-counter isu tersebut."

Menurut Supiandi, hasil penelitian terkait emisi kelapa sawit sebanyak 90 ton CO2 ekuivalen per hektare dalam satu tahun itu sejatinya tidak realistis. Supiandi juga menambahkan, "Metode penelitian kita menggunakan data dan pengukuran langsung di lapangan yang pada satu titik dapat mewakili 530 hektare lahan sawit. Dan yang paling penting alat yang kita gunakan lebih reasonable."

Hasil penelitian ini dapat menjadi salah satu senjata untuk menepis isu negatif dari Uni Eropa maupun Amerika Serikat bahwa kelapa sawit bukanlah parameter yang tinggi untuk kerusakan lingkungan.

Baca Juga

Tag: Sawit, Uni Eropa, Amerika Serikat (AS), Institut Pertanian Bogor (IPB), Agribisnis

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,936.61 3,897.23
British Pound GBP 1.00 19,250.06 19,052.67
China Yuan CNY 1.00 2,203.01 2,179.79
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,763.45 14,616.55
Dolar Australia AUD 1.00 10,535.20 10,427.45
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,904.96 1,885.98
Dolar Singapura SGD 1.00 10,862.67 10,752.21
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,459.26 17,279.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,547.20 3,508.53
Yen Jepang JPY 100.00 14,099.37 13,955.08
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10