Loyalis Zulhas Sumpel Mulut Kader-kader PAN: Gak Jadi Pengurus, Jangan Provokator!

Loyalis Zulhas Sumpel Mulut Kader-kader PAN: Gak Jadi Pengurus, Jangan Provokator! Kredit Foto: Sufri Yuliardi

Loyalis Zulkifli Hasan (Zulhas), Viva Yoga Mauladi meminta mereka yang tidak masuk kepengurusan PAN 2020-2025 tidak memperkeruh situasi di internal Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurut Yoga, setelah Kongres V PAN di Kendari, 10-12 Februari 2020, hendaknya semua pengurus dan kader partai menerima hasil kongres karena itu merupakan keputusan yang sah, legal, dan konstitusional. Semua kandidat ketua umum telah berkontestasi. Proses pemilihannya berjalan lancar, sesuai dengan peserta sah yang memiliki hak pilih.

"Jika setelah kalah berkompetisi lalu merasa berkeberatan dengan hasil keputusan kongres, silakan menggugat sesuai dengan peraturan perundang-undangan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (12/3/2020).

Baca Juga: PAN Retak, Bang Zulhas: Ini Soal Waktu, Nanti Bersama-sama Lagi

Yoga menambahkan, bagi kader yang tidak terakomodasi di kepengurusan baru, sebaiknya menghindari untuk menjadi tukang kompor, tukang kipas atau provokator, dengan memanfaatkan figur Amien Rais untuk menjadi alat legitimasi atas ketidakpuasan hasil kongres.

"Jangan memprovokasi Pak Amien Rais menjadi cap stempel demi agenda politik pribadi dan ambisi kader yang kecewa," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, langkah Zulhas yang tidak mengakomodasi Amien Rais dalam kepengurusan PAN periode 2020-2025 berbuntut panjang. Muncul usulan agar didirikan partai baru bernama PAN Reformasi.

Baca Juga: Komentar Pengamat: Tragis, Tapi PAN Bukan Lagi Partai 'Saham' Amien Rais

"Perlu kami sampaikan, kami sudah menerima usulan dari 158 DPD dan DPW serta 1.300 tokoh-tokoh yang pernah terlibat di PAN dan tokoh yang pernah terlibat di era Reformasi termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah agar Pak Amien daripada diperlakukan tidak baik oleh PAN agar membentuk PAN Reformasi," ujar Koordinator Pemenangan Mulfachri Harahap, Muhammad Asri Anas, Rabu (11/3/2020).

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini