Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:39 WIB. IDR/USD - 16.337 (30/3), 16.310 (31/3), 16.450 (1/4), 16.475 (2/4), 16.425 (3/4).
  • 11:37 WIB. CNY/USD - 7,1003 (30/3), 7,0825 (31/3), 7,1001 (1/4), 7,0841 (2/4), 7,0928 (3/4).
  • 11:35 WIB. JPY/USD - 107,82 (30/3), 107,54 (31/3), 107,17 (1/4), 107,92 (2/4), 108,46 (3/4).
  • 11:33 WIB. USD/GBP - 1,2418 (30/3), 1,2420 (31/3), 1,2378 (1/4), 1,2394 (2/4), 1,2262 (3/4).
  • 11:31 WIB. USD/EUR - 1,1048 (30/3), 1,1031 (31/3), 1,0964 (1/4), 1,0858 (2/4), 1,0809 (3/4).

Tak Cukup Omnibus Law, Industri Properti Butuh Kebijakan Lain

Tak Cukup Omnibus Law, Industri Properti Butuh Kebijakan Lain - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pemerintah berusaha menggenjot investasi ke Indonesia, salah satunya dengan membuat Rancangan Undang-undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker).

Dalam beleid ini, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) sempat memaparkan sejumlah keuanggulan Omnibus Law Ciptaker terhadap sektor properti, yaitu pengadaan lahan untuk hunian.

Namun, menurut Direktur Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI), Panangian Simanungkalit, Omnibus Law Ciptaker terhadap sektor properti belum bisa menggairahkan industri ini. Panangian mengatakan yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah memperluas pengampunan pajak (tax amnesty) pada sektor industri properti.

Baca Juga: Omnibus Law Terancam Corona, Pemerintah Bisa Berpikir Out of The Box Gak?

"Pemerintah perlu mengeluarkan lagi kebijakan tax amnesty, selain untuk memperluas basis data pembayar pajak sekaligus untuk memberi peluang bagi orang yang belum ikut tax amesty pertama," ujar Panangian saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Panangian pun meminta agar pemerintah memberi tax amnesty di sektor properti untuk mendorong pembelian properti bermotif investasi. Sehingga bisa membangkitkan industri properti nasional.

"Para investor inilah pada kenyataannya yang sangat berperan mendorong bangkitnya sektor properti. Karena sudah terbukti pada saat booming property tahun 2010-2014," jelasnya.

Baca Juga: Demokrat: Omnibus Law, Bisa Jadi Tempat Penularan Corona, Tunda Saja!

Selain itu, lanjut Panangian, agar perbankan segera memperpanjang tenor bunga kredit. Sehingga dapat menggairahkan para milenial dalam berinvestasi di sektor properti.

"Pemerintah harus mendorong bank-bank untuk melakukan perpanjangan tenor kredit KPR dari 20 tahun bisa sampai 25 atau 30 tahun. Agar beban cicilan semakin rendah," jelasnya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, Properti

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/Breno Assis

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80