Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:26 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.647 USD/troy ounce.
  • 09:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 32,52 USD/barel.
  • 09:24 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 24,87 USD/barel.
  • 09:23 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,12% terhadap Dollar AS pada level 16.180 IDR/USD.
  • 09:22 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,16% pada level 2.659.
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,12% pada level 22.653.
  • 09:20 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,33% pada level 7.887.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,84% di awal sesi I.

Omnibus Law Seperti Bumerang, Gerindra: Ingat Kekalahan PDIP dan Megawati 2004 Silam

Omnibus Law Seperti Bumerang, Gerindra: Ingat Kekalahan PDIP dan Megawati 2004 Silam - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono menilai kehadiran omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) akan jadi bumeran bagi partai politik yang mendukungnya di Pemilu 2024 mendatang.

Ia menilai saat ini RUU yang telah berada di DPR RI banyak ditentang para buruh. "Omnibus law diterapkan, siap-siap parpol pendukung pada pemilu mendatang akan kehilangan suaranya," katanya dalam keterangannya, Kamis (12/3/2020).

Menurut Ketum Serikat Buruh BUMN Bersatu, kekuatan buruh terbukti kuat saat gelaran Pemilu 2004 silam. Sambungnya, saat itu PDIP sebagai partai politik utama yang melahirkan UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan mendapatkan perolehan suara yang turun drastis dibanding Pemilu 1999.

Baca Juga: Nasib Gibran Ditentukan PDIP pada Akhir Maret

Baca Juga: Soal Omnibus Law, PPP Bilang Kalau Jokowi...

"Suara di Pemilu 2004 jatuh hingga 50 persen dari Pemilu 1999, di mana Pemilu 1999 PDIP mendapatkan 33,74 % suara dan di Pemilu 2004 mendapatkan 15.21 %. Puncaknya kekalahan Megawati-Hasyim dalam Pilpres 2004 oleh SBY-JK," tegasnya.

Sambung dia, "Saat itu, hampir 90 persen buruh meninggalkan PDIP dan Ibu Megawati," tambah dia.

Karena itu, ia menilai penolakan buruh terhadap omnibus law jangan dipandang sebelah mata. Khususnya untuk Presiden Jokowi yang tidak memiliki kepentingan politik di 2024.

"Sehingga wajar Joko Widodo memaksakan UU omnibus law bisa segera ditetapkan karena tidak akan punya pengaruh besar terhadap karier politiknya setelah jadi presiden," tandasnya

 

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Omnibus Law, Joko Widodo (Jokowi), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Megawati Soekarnoputri

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Aditya Pradana Putra

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78