Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

Perangi Corona di Jateng, Ganjar Ambil Langkah Ini

Perangi Corona di Jateng, Ganjar Ambil Langkah Ini - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Untuk mengatasi penyebaran corona di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo menambah 46 rumah sakit. Ia juga terus bekerja sama dengan pemerintah pusat dan kabupaten/kota, serta mengajak ilmuwan dan pengusaha untuk melawan virus itu.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyiapkan 13 rumah sakit sebagai rujukan perawatan pasien virus corona. Setelah melihat perkembangan kasus di Indonesia, Jawa Tengah khususnya, Ganjar lantas menambah kekuatan di sektor medis.

"Jawa Tengah sudah menyiapkan 13 rumah sakit dengan ruang isolasi yang ada dan hari ini kita tambahkan 46 rumah sakit untuk mem-backup. Jadi saya berharap masyarakat tetap tenang," kata Ganjar, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Duh! Gegara Corona, Pak Ganjar Dicuekin Investor, Sabar Ya Pak!

Untuk update kasus, Ganjar mengatakan, telah intens berkomunikasi dengan pemerintah pusat maupun kabupaten/kota. Karena rawan resistensi, menurut Ganjar, seluruh lapisan pemerintahan mesti bersatu padu menghadapi COVID-19, baik dalam menyajikan data maupun penanganan.

"WHO sudah menyampaikan bahwa ini sudah ditetapkan sebagai Pandemi. Kita butuh gotong-royong. Dunia pun menghadapi ini dengan kekuatan yang dimiliki, kita mesti berkontribusi. Negara bertanggung jawab atas semua ini," kata Ganjar.

Gubernur mewanti-wanti agar masyarakat tidak lagi mengeluarkan kalimat-kalimat nyinyir apalagi memproduksi hoaks. Karena persebaran informasi yang salah akan membuat situasi lebih buruk dan semakin membuat panik. Lebih baik, kata Ganjar, masyarakat turut melakukan kampanye pola hidup sehat. Terlebih para tokoh agama dan tokoh masyarakat. 

"Kita mesti bersatu, hilangkan hoaks, hilangkan nyinyir. Kita butuh kekuatan. Apa yang terjadi di Indonesia dan dunia jadi tanggung jawab kita. Mari kita melawan dengan baik," katanya.

Selain itu, Ganjar juga mengharap keterbukaan informasi para pengusaha. Karena, selain kesehatan yang jadi perhatian serius Ganjar adalah aspek ekonomi. Keterbukaan tersebut meliputi kendala dan kondisi yang dihadapi saat ini.

"Yuk kita atur bareng-bareng agar semua bisa tetap hidup. Agar semua saling memperhatikan karena ini masa depan kita, karena ini kehidupan kita bersama," katanya.

Khusus untuk pengusaha masker maupun farmasi, Ganjar mengimbau jangan menaikkan harga. Kalaupun ada kesulitan bahan baku, Ganjar siap menggandeng ilmuwan untuk turut serta memikirkan hal tersebut.

 

"Mari kita ngomong dengan perguruan tinggi, dengan lembaga riset yang kita miliki. Mari kita produksi sebanyak-banyaknya. Ini adalah momentum kita untuk bangkit bersama dan kita harus bergandengan tangan," katanya.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Virus Corona

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20