Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Corona Jadi Pandemi, Akankah Startup Indonesia Terapkan Aturan 'Work From Home'?

Corona Jadi Pandemi, Akankah Startup Indonesia Terapkan Aturan 'Work From Home'? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sejumlah perusahaan teknologi besar sudah melakukan tindak lanjut untuk mencegah persebaran COVID-19 di kantor mereka. Misalnya, Google menyuruh agar beberapa pegawai bekerja dari rumah dan Twitter yang secara total meminta seluruh karyawan di seluruh dunia untuk bekerja dari rumah.

Beberapa perusahaan teknologi di Indonesia juga melakukan langkah serupa untuk mencegah hal-hal tersebut. Grab Indonesia melalui juru bicaranya mengatakan bahwa perusahaan tengah memberlakukan skema kerja dari rumah dan melakukan penyemprotan disinfektan di kantor mereka.

"Kami telah menutup sementara kantor kami di Jakarta untuk melakukan pembersihan menyeluruh pada 12-17 Maret. Karyawan akan bekerja dari rumah selama proses ini berlangsung," ujar juru bicara Grab Indonesia kepada Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020).

Baca Juga: Hai Startup, Simak Nih! 6 Faktor Ini yang Bikin Investor Jatuh Hati

Platform waralaba daring Bukalapak masih mempertimbangkan skema kerja dari rumah. Kendati demikian, Intan Wibisono Head of Corporate Communications Bukalapak mengatakan bahwa Bukalapak juga sudah mengambil inisiatif yang lain agar operasional perusahaan tetap berjalan optimal.

"Kami terus menerus memantau apabila metode kerja dari rumah (work from home) perlu diterapkan secara wajib untuk seluruh karyawan," ujar Intan ketika dihubungi oleh redaksi Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020).

Bukalapak mengklaim telah menerapkan sejumlah langkah untuk menekan angka penyebaran, seperti: membatasi interaksi dan pertemuan grup besar di kantor, membatasi perjalanan dinas domestik ataupun asing sementara waktu, melakukan pembersihan dengan disinfektan, hingga menyediakan masker dan penyanitasi tangan.

Sementara, platform dompet digital DANA menjadikan skema kerja di rumah sebagai opsi untuk para karyawannya. 

"DANA dapat bekerja dari rumah atau work from home, dan perusahaan mengimbau mereka yang merasa mengalami gejala-gejala awal untuk langsung memeriksakan diri ke beberapa rumah sakit rujukan, seperti RSPI Sulianti Saroso, RS Persahabatan, dan RS Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto," ujar Agustina Samara, Chief People Officer DANA dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (14/3/2020).

Aplikasi pembayaran digital OVO tidak mau merinci apakah mereka menerapkan skema kerja dari rumah. Presiden Direktur OVO Karaniya Dharmasaputra hanya menyebut bahwa OVO "telah menerapkan langkah-langkah perlindungan untuk memantau dan memastikan keamanan anggota tim kami, dengan kebijakan ketat tentang perjalanan (travel) dan isolasi diri."

"Kami juga berkolaborasi dengan mitra ekosistem kami, seperti Grab dan Tokopedia, tentang praktik terbaik untuk memastikan keselamatan dan kesehatan seluruh karyawan," ujar Karaniya dalam keterangan tertulisnya kepada Warta Ekonomi, Sabtu (14/3/2020).

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: OVO, Bukalapak, Grab, DANA

Penulis: Bernadinus Adi Pramudita

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: OVO

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24