Portal Berita Ekonomi Selasa, 31 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.

Wisata Jakarta Ditutup Anies, Wisata di Bogor Ini Kebanjiran Wisatawan

Wisata Jakarta Ditutup Anies, Wisata di Bogor Ini Kebanjiran Wisatawan - Warta Ekonomi
WE Online, Bogor -

Penutupan sejumlah tempat wisata di DKI Jakarta per Sabtu (14/3/2020) membuat lokasi wisata di Puncak, Bogor, Jawa Barat, dibanjiri oleh rombongan pengunjung.

Seperti Taman Safari Indonesia, Cisarua Puncak Bogor Jawa Barat yang menerima banyak rombongan hingga puluhan bus per hari. 

"Kami kemarin menerima rombongan dari sekolah maupun dari masyarakat dan perusahaan lain untuk pemesanan tiket dalam jumlah skala banyak. Pengunjung menanyakan apakah Taman Safari buka? Mereka bilang karena Ancol dan lokasi wisata lain tutup, sehingga rombongan melimpah ke sini," kata General Manager Taman Safari Indonesia, Cisarua Bogor, Emeraldo Paringkuan, Sabtu (14/3/2020)

Baca Juga: Soal Dampak Corona terhadap Jumlah Penumpang Commuter Line, PT KCI Buka Suara

Maraknya virus Corona DKI menutup ke objek wisata, sementara penutupan belum dilakukan di wilayah Jawa Barat. Emeraldo mengatakan, TSI buka seperti biasa dengan menyiapkan langkah mengantisipasi yang dilakukan.

"Kami buka seperti biasa, kalau weekend jam 8 pagi sampai jam 5 sore, hari biasa jam 8.30. Sejak dari dari berita virus ini dari mana-mana kita buka seperti biasa. Pengunjung tetap ada, beberapa group berdatangan kita juga sudah mengikuti anjuran pemerintah, kita sudah siapkan," katanya.

Emeraldo menjelaskan, anjuran dari pemerintah ini mulai dari langkah pencegahan memberi himbauan dan edukasi terkait Informasi Covid-19 dititik area TSI. Seperti penjelasan cara pencegahan, menyertakan disinfektan di banyak lokasi Kami juga menyemprot cairan khusus. Termasuk lokasi satwa, interaksi satwa dan pengunjung, serta secara berkala membersihkan area publik yang dipegang pengunjung.

"Seperti pegangan pintu, keran toilet, tangga. Yang sering dipegang pengunjung kita bersihkan cairan khusus. Hal-hal seperti itu kita lakukan termasuk mengecek secara rutin, karyawan bahkan satwa pun kami cek secara berkala, kami di sini dilengkapi dengan lap dan rumah sakit khusus satwa dengan dokter bersetifikat khusus," jelas Emeraldo.

Emeraldo menambahkan, TSI merupakan konservasi terbesar dan satu-satunya di Indonesia. Dalam prosedurnya sangat memperhatikan sekali faktor kesehatan, dari satwa dan karyawan hingga pengunjung untuk menciptakan interaksi sehat.

"Ini yang menyebabkan kami masih menerima pengunjung-pengunjung. Dan kita tidak terima batasan pengunjung karena ini adalah konservasi dan wisata andalan di Jawa Barat," katanya.

Mengenai pembatasan pengunjung luar negeri, lanjut Emeraldo saat ini belum. Sebab pengunjung sendiri mengalami penurunan sekitar 15-18 persen, dari yang ada terutama pengunjung individual.

"Group rombongan kami masih menerima banyak. Karena sejak Januari kami masik musim sesi slow dampak banjir. Dan dengan adannya Corona ini kita tidak pungkiri ada penurunan. Namun kita juga sesuai dengan anjuran pemerintah kita sudah siapkan segala apapun yang diminta, bisa dilihat sendiri pengunjung baik perorangan group, pengunjung asing juga ada, tidak perlu dikhawatirkan," katanya.

 

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI Jakarta), Bogor, Taman Safari Indonesia (TSI), Anies Baswedan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Taman Safari Indonesia

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20