Gara-Gara Corona, Spanyol Lakukan Lockdown Dua Pekan

Gara-Gara Corona, Spanyol Lakukan Lockdown Dua Pekan Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Spanyol pada Sabtu 14 Maret mengumumkan akan membatasi pergerakan penduduknya yang berjumlah 46 juta orang untuk mengendalikan pandemi virus korona atau Covid-19 yang menyebar di Eropa. Langkah serupa di Italia yang melarang warganya keluar masuk negara diterapkan selama dua minggu.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, ketika mengumumkan langkah itu, mengatakan warga hanya diperbolehkan untuk meninggalkan rumah untuk membeli makanan dan obat-obatan, bekerja, mencari layanan kesehatan atau membantu anak-anak dan lansia.

Baca Juga: Erick Thohir Pede RI Bisa Gebuk Corona, Caranya...

Para pejabat Spanyol mengatakan, hingga Sabtu 14 Maret ada lebih dari 5.700 kasus COVID-19 yang dikonfirmasi. Angka itu naik 1.500 dalam 24 jam. Jumlah korban tewas telah naik menjadi 136. Spanyol memiliki jumlah kasus tertinggi kelima, setelah China, Italia, Iran dan Korea Selatan.

Perancis juga mengumumkan pembatasan baru untuk mengendalikan virus itu. Para pejabat telah menutup tempat-tempat wisata utama, seperti Menara Eiffel dan Louvre. Namun, mulai Minggu (15/3/2020), sebagian besar tempat di mana orang-orang berkumpul seperti restoran, bioskop, ritel yang non-esensial juga akan ditutup.

Tercatat ada 3.600 kasus virus korona yang dikonfirmasi dan 91 kematian di Prancis hingga Sabtu 14 Maret. Amerika Serikat, Sabtu 14 Maret, memperluas larangan perjalanan dari Eropa untuk mencakup Inggris dan Irlandia.

Dalam pengarahan pada Sabtu 14 Maret dengan satgas virus korona Gedung Putih, Presiden Donald Trump mengatakan dia juga sedang mempertimbangkan untuk menerapkan larangan perjalanan domestik, terutama dari wilayah yang memprihatinkan.

Deklarasi darurat nasional yang diumumkan Trump pada Jumat 13 Maret memicu Departemen Pertahanan AS untuk menangguhkan semua perjalanan domestik bagi anggota militer dan keluarga mereka. Kebijakan itu mulai berlaku Senin 16 Maret hingga 11 Mei.

Para pejabat senior pada Departemen Keamanan Dalam Negeri Sabtu 14 Maret mengatakan saat ini belum ada rencana untuk membatasi perjalanan domestik.

Kata para pejabat tersebut, para warga negara dan penduduk tetap AS yang kembali dari negara-negara yang terkena dampak pelarangan itu akan diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan tambahan dan wawancara untuk memastikan apakah mereka bisa kembali ke komunitas mereka. Apabila tidak perlu bantuan medis, mereka akan diperbolehkan pulang ke rumah dan harus mengarantina diri.

Akan tetapi warga negara asing yang tinggal di AS yang pernah mengunjungi negara-negara yang terkena dampak larangan itu, tidak akan diperbolehkan kembali ke AS. Pejabat DHS mengatakan mereka harus ke negara ketiga, yang tidak terkena dampak larangan, dan menunggu selama dua minggu sebelum ke AS.

Trump mengatakan dia telah dites virus corona dan sedang menunggu hasilnya. Beberapa jam kemudian, dokter pribadinya, Komandan Angkatan Laut AS Sean Conley, merilis sebuah memo yang menyatakan Trump dinyatakan negatif dari virus korona.

Wakil Presiden Mike Pence, yang mengepalai satgas itu, mengatakan dia akan berkonsultasi dengan dokter Gedung Putih untuk memutuskan apakah perlu dites atau tidak.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Okezone Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Okezone. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Okezone.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini