Waduh Kini Kebalik! China Malah Waspada sama Para Wisatawan Mancanegara

Waduh Kini Kebalik! China Malah Waspada sama Para Wisatawan Mancanegara Kredit Foto: Reuters/Thomas Peter

China melaporkan penurunan keseluruhan infeksi virus corona pada Minggu (15/3/2020). Namun, kota-kota besar seperti Beijing dan Shanghai terus bergulat dengan kasus-kasus yang melibatkan wisatawan yang terinfeksi dari luar negeri.

China memiliki 16 kasus baru yang dikonfirmasi. Komisi Kesehatan Nasional mengatakan jumlah itu turun dari 20 kasus di hari sebelumnya. Penambahan tersebut membuat jumlah total kasus yang dikonfirmasi di China sejauh ini menjadi 80.860.

Baca Juga: China Siap Bantu Iran Perangi Pandemi Corona dengan Tawarkan...

Dari penghitungan baru, 12 kasus merupakan infeksi impor, melebihi kasus yang ditularkan secara lokal untuk hari ketiga.

Beijing menyumbang empat kasus, provinsi Guangdong empat kasus, Shanghai dua kasus, provinsi Yunnan satu kasus, dan provinsi Gansu satu kasus. Penambahan tersebut membawa jumlah total kasus diimpor menjadi 123.

Penambahan kasus impor ini pun membuat pemerintah China memperketat pemeriksaan pada wisatawan internasional. Ibu kota Beijing mengharuskan siapa pun yang datang dari luar negeri dipindahkan ke fasilitas karantina kota selama 14 hari dan peraturan ini berlaku mulai Senin (16/3/2020).

Beijing pun memutuskan mengalihkan semua penerbangan internasional yang dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Daxing di selatan ke Bandara Internasional ibu kota Beijing di timur laut.

Shanghai telah menunjuk hotel-hotel yang berfungsi sebagai tempat karantina untuk wisatawan internasional yang masuk. Namun, peraturan karantina ini belum bersifat wajib bagi semua wisatawan yang akan datang ke wilayah itu.

Hanya ada satu infeksi baru di China yang ditularkan di Wuhan pada Ahad. Sedangkan untukĀ  provinsi Hubei hanya terdapatĀ  empat kasus. Itu menjadi hari ke-11 berturut-turut bahwa provinsi pusat mencatat nol infeksi baru di luar Wuhan.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini