Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 15:56 WIB. Valas -  Rupiah ditutup menguat 1,29% terhadap Dollar AS pada level 16.200 IDR/USD.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 2,12% pada level 24.253.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,05% pada level 2.820.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,77% pada level 2.563.
  • 15:53 WIB. Bursa -  Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,58% pada level 5.726.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,01% pada level 18.950.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,77% pada level 1.823.

Kejutan di Tengah Pandemi Corona, Saudi Nyatakan Perang Harga Minyak

Kejutan di Tengah Pandemi Corona, Saudi Nyatakan Perang Harga Minyak - Warta Ekonomi
WE Online, Riyadh -

Pandemi virus corona menekan perjalanan internasional, rantai pasokan dan produksi beberapa negara. Namun, Arab Saudi memberikan kejutan lain, dengan menyatakan perang harga minyak.

Pada 6 Maret, OPEC yang dipimpin Arab Saudi mengumumkan akan mulai memompa produksi minyak mentah. Hal itu sebagai balasan setelah gagal meyakinkan Rusia menyetujui pengurangan produksi yang bertujuan menopang harga minyak mentah karena turunnya permintaan akibat virus corona.  

Baca Juga: Rusia: Tidak Ada Perang Harga Minyak dengan Arab Saudi

Arab Saudi kemudian menurunkan harga minyak. Lantas pada 9 Maret, harga minyak jatuh 30 persen yang menjadi penurunan terbesar dalam satu hari sejak Perang Teluk 1991. 

Harga minyak yang secara dramatis lebih rendah membuat Arab Saudi bisa mencuri pangsa pasar karena mereka dapat memproduksi minyak lebih murah daripada negara lain seperti Rusia dan AS. Namun, para analis menilai justru itu bisa merugikan Arab Saudi dan rencana ambisius dari pemimpinnya secara de facto Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS), yang ingin memecahkan ketergantungan minyak kerajaan dan mengaturnya untuk masa depan yang lebih makmur.

Minyak mentah menyumbang sekitar 80 persen dari pendapatan Arab Saudi, dan tingkat ketergantungan bahan bakar fosil itu disertai dengan banyak sekali kekurangan. Ketika harga minyak naik turun, demikian juga nasib kerajaan, yang dapat menghentikan rencana dan memaksa pilihan pengeluaran yang sulit.

Visi 2030 berupaya membuat kerajaan keluar dari perangkap ketergantungan pada minyak dengan menginvestasikan kembali kekayaan bahan bakar fosil ke industri berkelanjutan di masa depan, mengurangi biaya yang membengkak, dan mengembangkan sektor swasta untuk mempekerjakan tenaga kerja muda kerajaan.

Visi MBS 2030 bertujuan untuk mendiversifikasi ekonomi kerajaan, tetapi analis mengatakan perang hraga minyak dapat membahayakan rencana itu.

Namun dalam banyak hal, cetak biru untuk transformasi masih sulit bahkan sebelum Riyadh berselisih dengan Moskow.

"Visi 2030 sudah tertinggal pada sebagian besar target sementara untuk 2020," kata analis senior Timur Tengah di Oxford Analytica, Laura James, kepada Al Jazeera.

Landasan penggalangan dana untuk diinvestasikan kembali ke sektor lain adalah penawaran umum perdana (IPO) raksasa minyak negara Saudi Aramco. Ketika mendekati debutnya yang tertunda akhir tahun lalu di bursa Tadawul di Riyadh, serangan terhadap fasilitas Aramco pada September mengingatkan para investor pada risiko geopolitik yang bisa memengaruhi perusahaan dan operasinya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Minyak Mentah, Ladang minyak, Arab Saudi, Saudi Aramco

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Nytimes.com

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78