Portal Berita Ekonomi Sabtu, 04 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,06% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 15:57 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,39% terhadap Dollar AS pada level 16.430 IDR/USD.
  • 15:56 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 0,19% pada level 23.236.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,60% pada level 2.763.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 2,51% pada level 2.391.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 1,13% pada level 5.418.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 0,01% pada level 17.820.
  • 15:51 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 0,03% pada level 1.725.

Beda! Bukan Buru Barang Rumah Tangga, Warga AS Justru Antre Beli Senjata

Beda! Bukan Buru Barang Rumah Tangga, Warga AS Justru Antre Beli Senjata - Warta Ekonomi
WE Online, California -

Tak hanya tissue toilet dan bahan pangan saja banyak dicari warga Amerika Serikat (AS) di tengah merebaknya wabah virus corona baru atau Covid-19. Senjata berikut amunisinya adalah di antara banyak barang yang diborong karena pandemi virus corona terus menyebar ke seluruh AS.

Begitu banyak orang mengantre di toko-toko senjata dan memesan secara daring sehingga beberapa pengecer harus membatasi penjualan karena kekurangan pasokan. Pada Minggu (15/3/2020) pagi, misalnya, antrean panjang terjadi di luar toko Martin Retting Guns di Culver City, California, sebelum toko dibuka, menurut USA Today.

Baca Juga: Apa Itu Pandemi?

"Orang-orang takut," kata Drew Plotkin dari Los Angeles kepada USA Today.

"Ada banyak kepanikan di dunia dan orang-orang ingin dilindungi untuk skenario terburuk."

Di AS, 69 orang telah meninggal karena virus corona. Jumlah aktual mungkin lebih tinggi karena pengujian terus menurun.

Untuk membatasi penyebaran Covid-19, beberapa kota di seluruh negeri sudah mulai menutup sekolah dan bisnis. Beberapa yang takut bahwa penutupan akan menyebabkan penjarahan sudah mulai menimbun senjata, menurut USA Today.

Ralph Charette (71) menghabiskan 1.500 dolar AS di sebuah toko senjata di Germantown, Wisconsin, setelah ia melihat pembeli agresif di toko kelontong, menurut surat kabar itu.

"Ada banyak ketidakpastian dan paranoia, tetapi Anda harus melindungi diri Anda sendiri," kata Charette.

Virus corona yang diyakini berasal di Wuhan, China, tetapi sejak itu menginfeksi 169.387 orang dan membunuh 6.513 lainnya di seluruh dunia. Pandemi telah menyebabkan tindakan rasisme dan kebencian terhadap orang Amerika-Asia.

Pengecer di California mengatakan kepada Newsweek bahwa mereka telah melihat peningkatan dalam pelanggan Asia membeli senjata.

"Itu gila," David Liu, pemilik Arcadia Firearm & Safety di San Gabriel Valley mengatakan kepada Newsweek.

“Salah satu contohnya adalah pada tanggal 3 dan 4 Maret, saya memiliki 50 lebih orang datang ke sini untuk mengambil tes keamanan senjata api mereka dan setiap orang dari mereka membeli senjata. Itu sangat tidak biasa untuk toko kecil saya."

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV, Senjata Api

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,398.86 4,352.78
British Pound GBP 1.00 20,494.27 20,285.43
China Yuan CNY 1.00 2,336.23 2,311.67
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,546.32 16,381.68
Dolar Australia AUD 1.00 10,032.03 9,928.94
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,134.68 2,113.30
Dolar Singapura SGD 1.00 11,569.24 11,453.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,964.34 17,779.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,803.75 3,758.13
Yen Jepang JPY 100.00 15,340.55 15,185.09
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4623.429 91.744 687
2 Agriculture 936.003 11.914 22
3 Mining 1225.526 31.432 49
4 Basic Industry and Chemicals 652.518 51.220 78
5 Miscellanous Industry 736.691 0.113 51
6 Consumer Goods 1712.721 8.686 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.084 -0.307 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 825.116 22.729 79
9 Finance 990.464 18.601 92
10 Trade & Service 596.613 2.104 170
No Code Prev Close Change %
1 REAL 61 82 21 34.43
2 KOBX 67 90 23 34.33
3 BTON 130 165 35 26.92
4 DOID 109 137 28 25.69
5 KBLI 400 500 100 25.00
6 SAMF 272 340 68 25.00
7 SAPX 935 1,165 230 24.60
8 DNAR 250 310 60 24.00
9 TMAS 80 99 19 23.75
10 PJAA 480 590 110 22.92
No Code Prev Close Change %
1 SRAJ 200 186 -14 -7.00
2 KRAH 486 452 -34 -7.00
3 BBHI 86 80 -6 -6.98
4 JAST 505 470 -35 -6.93
5 HRME 535 498 -37 -6.92
6 KONI 494 460 -34 -6.88
7 POLL 9,450 8,800 -650 -6.88
8 SRTG 3,080 2,870 -210 -6.82
9 AGII 470 438 -32 -6.81
10 MAPA 1,705 1,590 -115 -6.74
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,870 2,890 20 0.70
2 REAL 61 82 21 34.43
3 BRPT 830 1,000 170 20.48
4 BBCA 27,050 27,475 425 1.57
5 ELSA 181 204 23 12.71
6 MEDC 432 480 48 11.11
7 FREN 62 76 14 22.58
8 PGAS 800 800 0 0.00
9 LPPF 1,160 1,095 -65 -5.60
10 PAMG 107 104 -3 -2.80