Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 15:56 WIB. Valas -  Rupiah ditutup menguat 1,29% terhadap Dollar AS pada level 16.200 IDR/USD.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 2,12% pada level 24.253.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,05% pada level 2.820.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,77% pada level 2.563.
  • 15:53 WIB. Bursa -  Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,58% pada level 5.726.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,01% pada level 18.950.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,77% pada level 1.823.

Manfaatkan Ponsel, Cara Israel Lacak Penyebaran Virus Corona

Manfaatkan Ponsel, Cara Israel Lacak Penyebaran Virus Corona - Warta Ekonomi
WE Online, Yerusalem -

Pemerintah Israel mulai menggunakan teknologi pemantauan ponsel untuk mencegah pandemivirus corona jenis baru atau Covid-19. Langkah pemerintah Israel itu menuai kritik dari oposisi dan kelompok hak asasi manusia.

Kabinet Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyetujui peraturan darurat yang menugaskan layanan keamanan internal, Shin Bet melacak pergerakan orang yang terinfeksi oleh virus corona melalui ponsel. Pelacakan itu sudah mulai berlaku sejak Selasa (17/3/2020).

Baca Juga: Waduh! Palestina Israel Sama-sama Jadi Korban Virus Corona, Mana yang Terbanyak?

Di bawah peraturan baru, data seluler yang biasanya digunakan untuk tindakan anti-terorisme akan digunakan oleh Kementerian Kesehatan untuk melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien virus corona.

Pemantauan melalui dunia maya semacam ini biasanya membutuhkan ratifikasi parlementer dan pengawasan yudisial. Namun, Netanyahu melewati proses itu dan mengumumkan perintah darurat.

Pihak berwenang Israel mengatakan, pemantauan siber yang berlaku selama dua minggu ke depan bertujuan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Penggunaan teknologi untuk melacak orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien virus corona mendapatkan kecaman dari kelompok hak sipil. Asosiasi Hak Sipil di Israel menyebut langkah itu sebagai preseden yang berbahaya.

Anggota Partai Blue and White, Gabi Ashkenazi juga mengkritik penggunaan teknologi anti terorisme sebagai perintah darurat.

"Tidak pantas untuk menyetujui tindakan seperti itu, tanpa pengawasan publik dan parlemen," ujar Ashkenazi dalam cicitannya di Twitter.

Secara terpisah, Kementerian Kesehatan menerbitkan arahan baru yang melarang penduduk meninggalkan rumah untuk alasan yang tidak penting. Kementerian juga menghentikan operasional angkutan umum pada malam hari.

Pemerintah juga menutup area pantai, taman, sekolah, pusat perbelanjaan, restoran, dan bioskop.

Namun, pemerintah masih mengizinkan warganya keluar rumah untuk bekerja, belanja makanan dan obat-obatan, termasuk berolahraga di luar ruangan. Kementerian Kesehatan mengimbau kepada masyarakat yang pergi bekerja untuk tetap menjaga jarak setidaknya dua meter.

"Anda harus menjaga jarak dan menjauhkan kontak sosial," ujar pernyataan Kementerian Kesehatan, dilansir Al Jazeera.

Hingga saat ini Israel mengkonfirmasi kasus virus kcrona sebanyak 324 dan belum ditemukan kematian. Pada Selasa (17/3/2020), Israel mengkonfirmasi 20 kasus baru. Sementara di wilayah Palestina telah dikonfirmasi 41 kasus virus corona.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Israel, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78