Bisnis Lesu karena Corona, Pengusaha Minta Pemerintah Siapkan Stimulus bagi UKM

Bisnis Lesu karena Corona, Pengusaha Minta Pemerintah Siapkan Stimulus bagi UKM Foto: Istimewa

Menanggapi dampak ekonomi dari wabah Covid-19, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) meminta pemerintah untuk memberikan paket stimulus bagi para pelaku usaha kecil menengah (UKM).

"Banyak rekan-rekan pengusaha yang sudah sudah mulai merasakan dampak virus corona pada usahanya. Kita mengharapkan pemerintah memberikan stimulus kepada pengusaha," kata Sona Maesana, Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Selatan dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (19/3/2020).

Baca Juga: Corona Meluas, Caketum HIPMI Jaya Imbau Pengusaha Tetap Optimistis dan Kreatif

Menurut Sona, stimulus pajak yang dikeluarkan pemerintah saat ini hanya mencakup 19 sektor. Kebijakan itu tidak termasuk untuk usaha kecil menengah (UKM), sektor pariwisata, restoran, ekonomi kreatif, dan industri-industri yang digeluti mayoritas kaum wanita dan pengusaha muda.

Pemerintah, Jumat (13/3/2020), telah menetapkan kebijakan insentif fiskal berupa penundaan pembayaran pajak penghasilan (PPh) pasal 22 kepada wajib pajak importir. Industri pengolahan yang mendapatkan fasilitas pajak sebanyak 19 sektor industri manufaktur yang terkena dampak wabah corona.

Namun, Sona menginginkan pemerintah Indonesia dapat mengikuti jejak pemerintah Amerika Serikat dan Australia yang telah mengeluarkan kebijakan pemberian paket pinjaman bencana Covid-19 kepada para pengusaha, khususnya pelaku UKM, di negara masing-masing.

"Australia berani memberikan hingga US$25.000. Bahkan, Amerika Serikat berani mengeluarkan loan hingga US$2 juta untuk UKM," terangnya.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Badan Administrasi Usaha Kecil (Small Business Administration/SBA) telah mengumumkan akan memberikan dukungan ekonomi kepada pelaku UKM (small businesses) dan usaha non-profit yang sangat terdampak virus corona di negaranya.

Dalam laman resminya, www.sba.gov, disebutkan bahwa SBA bekerja secara langsung bersama pemerintah negara bagian untuk menyediakan pinjaman berbunga rendah lewat program Economic Injury Disaster Loan untuk membantu mengatasi kerugian yang dialami UKM dan non-profit. Pinjaman modal kerja yang diberikan nilainya hingga US$2 juta.

Pemerintah Australia juga menggelontorkan sekitar AU$17,6 miliar atau US$9,8 miliar untuk membantu pelaku bisnis agar tetap bertahan selama Covid-19 mewabah. Paket ini dialokasikan untuk menjaga kepercayaan kepada pelaku bisnis dan rumah tangga serta membantu perusahaan-perusahaan agar tetap mempekerjakan karyawannya.

Melihat ini, Sona yang juga merupakan calon Ketua Umum HIPMI Jaya Periode 2020-2023 bersama pelaku usaha Tax and Business Consulting, Jibrilia Alamsjah, mengajukan beberapa usulan kepada pemerintah untuk membantu rekan-rekannya sesama pengusaha muda menghadapi penyebaran Covid-19.

"Mewakili suara para pengusaha, khususnya UKM, pariwisata, resto, dan ekonomi kreatif, ada beberapa usulan yang kiranya dapat membantu rekan-rekan kami. Pertama, relaksasi pajak diperuntukkan bagi seluruh industri atau sedikitnya mencakup sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan hospitality (pariwisata). Kedua, Paket Pinjaman Bencana Covid-19 untuk UMKM maupun paket restruktur bunga pinjaman bank pada KUR atau Kredit Investasi UKM," paparnya.

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini