Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:13 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,07% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 16:11 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 2,28% terhadap Dollar AS pada level 15.880 IDR/USD.
  • 16:10 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,38% pada level 24.300.
  • 16:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,37% pada level 2.825.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 1,11% pada level 2.567.
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 1,23% pada level 5.747.
  • 16:06 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 0,04% pada level 19.345.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,61% pada level 1.836.

Ini 7 Aktivitas Manusia Modern Disebut Mengancam Kesehatan Otak

Ini 7 Aktivitas Manusia Modern Disebut Mengancam Kesehatan Otak - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Gaya hidup modern yang ditunjang dengan teknologi memang membawa banyak kemudahan dalam aktivitas sehari-hari. Namun, gaya hidup seperti ini ternyata juga memiliki dampak yang merugikan pada jalur saraf di otak.

Akibatnya, gaya hidup modern juga bisa mendorong seseorang untuk berpikir lebih lambat dan bebal. Era hiperkonektivitas ini pada akhirnya bisa memicu seseorang untuk menjadi kurang produktif dan kurang efektif.

Setidaknya ada tujuh kebiasaan dalam gaya hidup modern yang dapat memberi pengaruh kurang baik bagi otak. Berikut ini adalah ketujuh kebiasaan tersebut seperti dilansir The Ladders, Kamis (19/3/2020).

1. Tidak Aktif Bergerak

Kemudahan yang dibawa teknologi membuat orang-orang di zaman moderen seperti saat ini cenderung kurang bergerak. Kurang melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan beragam risiko masalah kesehatan seperti penyakit jantung, obesitas, depresi, demensia dan kanker.

Kurang bergerak juga dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif. Studi dalam Journal of Comparative Neurology juga berhasil menemukan adanya hubungan antara perilaku tidak aktif dengan penurunan mental.

2. Multitasking

Multitasking/ tampaknya telah menjadi tuntutan bagi orang-orang yang hidup di zaman moderen. Namun, multitasking juga memiliki dampak tersendiri pada otak yang pada akhirnya akan membuat seseorang menjadi kurang produktif.

Ahli saraf dari MIT Earl Miller mengatakan otak manusia pada dasarnya tidak dirancang untuk melakukan multitasking dengan baik. Ketika seseorang berpikir bahwa dia sedang melakukan multitasking, yang sebenarnya terjadi adalah dia hanya berpindah dari satu tugas ke tugas lain dengan sangat cepat.

"Dan setiap kali dia melakukan itu, ada dampak terhadap fungsi kognitif yang akan terjadi," jelas Miller.

Multitasking juga diketahui dapat meningkatkan hormon stres kortisol dan juga hormon adrenalin. Dalam jumlah yang tinggi, hormon-hormon ini dapat menstimulasi otak secara berlebih dan menyebabkan seseorang sulit untuk berpikir jernih.

3. Informasi Berlebih

Terlalu banyak paparan informasi dari surel hingga media sosial dapat memicu terjadinya stres. Paparan informasi berlebih ini juga akan menyulitkan seseorang untuk bisa berkonestrasi pada satu tugas. Profesor di bidang psikologi dari Gresham College Glenn Wilson mengatakan distraksi dari informasi berlebih ini dapat menurunkan IQ efektif seseorang hingga 10 poin.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Kesehatan

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto : Dailymail)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24