Portal Berita Ekonomi Jum'at, 05 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:02 WIB. IHSG - IHSG menguat 0,63% di akhir sesi II.
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,11% terhadap Yen pada level 109,27 JPY/USD. 
  • 13:08 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,46% terhadap Poundsterling pada level 1,2655 USD/GBP. 
  • 13:07 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,31% terhadap Euro pada level 1,1373 USD/EUR.
  • 13:06 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.708 USD/troy ounce. 
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 40,21 USD/barel.
  • 13:05 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 37,47 USD/barel.

Save Our Sea: Meningkatkan Kontribusi Ekonomi Kelautan ke Ekonomi Nasional

Save Our Sea: Meningkatkan Kontribusi Ekonomi Kelautan ke Ekonomi Nasional

Upaya Peningkatan dan Pemanfaatan Potensi Ekonomi Kelautan

1. Potensi lahan kelautan dan perikanan cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan secara optimal. Pengembangannya dapat dilakukan tanpa mengganggu kelestariannya dengan tingkat efektivitas melalui usaha ekstensifikasi, identifikasi, diverifikasi, dan rehabilitasi. Juga melalui penggunaan teknologi tepat guna dan pemberian prioritas utama terhadap komoditas ekonomis  penting serta komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomis tinggi;

2. Ekosistem habitat pesisir, laut, dan lahan kelautan cukup besar dan berpeluang untuk dikembangkan dan dimanfaatkan secara optimal tanpa mengganggu lingkungannya dengan mengutamakan kelestarian sumberdaya hayati;

3. Perlu dilakukan peningkatan rehabilitasi serta konservasi sumber daya kelautan dan perikanan dengan cara penanaman mangrove di wilayah pesisir yang mengalami abrasi;

4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dalam rangka meningkatkan pemanfaatan sumber daya kelautan dan meningkatkan pengembangan kegiatan usaha yang berpengaruh terhadap pemasaran. Pembangunan infrastruktur, rehabilitasi prasarana, dan peningkatan sarana tersebut menjadi hal yang utama dalam rangka pemanfaatan sumberdaya kelautan.

Pembangunan infrastruktur pada sektor kelautan sangat mendukung dalam penciptaan lapangan kerja baru sehingga selaras komitmen pemerintah untuk menanggulangi penganguran;

5. Dana penguatan modal untuk perikanan adalah salah satu langkah awal dalam rangka meningkatkan sosial ekonomi masyarakat kelautan perikanan. Hal ini dilatarbelakangi oleh adanya kenyataan bahwa masyarakat pesisir merupakan masyarakat yang tertinggal atau mempunyai pendapatan yang relatif rendah serta merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki strata sosial terendah;

6. Perlu dukungan semua pihak serta usaha yang lebih komprehensif dan nyata dari pemerintah agar sektor kelautan dan perikanan mampu menjadi sektor yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan pertumbuhan tersebut akan menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan negara secara keseluruhan serta memacu pertumbuhan sektor-sektor lainnya;

7. Perlu mempersiapkan generasi kepemimpinan berikutnya untuk melanjutkan dan mengembangkannya secara produktif dan inovatif. Kaderisasi atau penyiapan kepemimpinan milenial perlu dilakukan sejak awal mengingat Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia harus dapat membuktikan bahwa ia merupakan negara terbaik dalam pemanfaatan dan pengelolaan potensi kepulauan dan kelautannya;

8. Perlu gagasan mengenai pengembangan ekonomi kelautan yang andal, berwawasan, dan memiliki nilai-nilai budaya bahari yang terbuka, tidak terbatas pada egoisme teritorial, demokrasi, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta membangun sistem hukum laut yang jelas maupun penegakan kedaulatan secara nyata.

Beberapa Kendala

1. Indonesia sebagai negara kelautan dan maritim menyimpan potensi laut terbesar yang diyakini dapat menjadi keunggulan komparatif, kompetitif, dan sekaligus dapat memecahkan permasalahan dan keterpurukan bangsa ini dari utang luar negeri dan kemiskinan.

Keberpihakan pada pro poor, pro job, pro growth, pro business, dan pro sustainable memang terus berjalan. Namun, kondisi kehidupan masyarakat pesisir yang masih hidup di bawah garis kemiskinan mengatasi fenomena tersebut bukanlah hal yang mudah;

2. Masih banyak kegiatan yang merugikan negara seperti praktik pencurian ikan illegal fishing terutama di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Juga gangguan keamanan sumberdaya laut yang dilakukan oleh nelayan asing dan nelayan Indonesia sendiri yang berdampak buruk bagi pengelolaan pesisir dan laut secara lestari;

3. Banyak terjadi kerusakan lingkungan pada ekosistem pesisir dan laut berupa kerusakan fisik dan pencemaran di beberapa kawasan pesisir dan laut. Kondisi deforestrasi hutan mangrove, degradasi terumbu karang, dan padang lamun di kawasan pesisir dan laut mengakibatkan erosi pantai dan berkurangnya keanekaragaman hayati laut;

4. Sebagai negara laut terbesar di dunia seharusnya lebih mampu mendayagunakan sumber daya hayati laut sebagai aset nasional yang strategis bagi kemajuan dan kesejahteraan. Namun, sampai saat ini pendayagunaan aset tersebut oleh dan untuk bangsa kita sendiri belum optimal dan selama ini dalam memanfaatkan sumber daya hayati laut, cara-cara yang ditempuh masih belum mengindahkan aspek kelestariannya, dan kurang menerapkan IPTEK yang tepat maupun manajemen profesional.

Baca Juga

Tag: Dwi Mukti Wibowo

Penulis: Dwi Mukti Wibowo, Pemprakarsa Gerakan Save Our Sea

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Antara/Wahyu Putro A

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4916.704 -24.302 693
2 Agriculture 1003.733 6.008 22
3 Mining 1269.161 -12.889 49
4 Basic Industry and Chemicals 761.610 -6.134 78
5 Miscellanous Industry 863.716 -13.173 52
6 Consumer Goods 1822.498 -15.789 58
7 Cons., Property & Real Estate 337.177 4.167 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 902.810 2.821 78
9 Finance 1022.924 -4.415 93
10 Trade & Service 608.678 -5.629 173
No Code Prev Close Change %
1 TECH 160 216 56 35.00
2 KBLV 382 470 88 23.04
3 NOBU 635 770 135 21.26
4 MASA 372 450 78 20.97
5 BOLT 665 800 135 20.30
6 BRNA 1,000 1,200 200 20.00
7 ASRM 1,685 1,985 300 17.80
8 MLPT 705 820 115 16.31
9 POLU 700 800 100 14.29
10 ZINC 148 168 20 13.51
No Code Prev Close Change %
1 DIVA 1,145 1,065 -80 -6.99
2 VICO 101 94 -7 -6.93
3 BYAN 14,450 13,450 -1,000 -6.92
4 KBLM 318 296 -22 -6.92
5 BIKA 188 175 -13 -6.91
6 NATO 464 432 -32 -6.90
7 NICK 348 324 -24 -6.90
8 SINI 725 675 -50 -6.90
9 GTBO 87 81 -6 -6.90
10 HRME 131 122 -9 -6.87
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,100 3,060 -40 -1.29
2 PURA 75 77 2 2.67
3 BBCA 28,900 28,950 50 0.17
4 PGAS 970 955 -15 -1.55
5 TLKM 3,290 3,300 10 0.30
6 BBTN 1,010 975 -35 -3.47
7 WSKT 665 705 40 6.02
8 BMRI 4,860 4,730 -130 -2.67
9 BBNI 4,130 4,140 10 0.24
10 TKIM 4,750 4,850 100 2.11