Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Jelaskan Ajakannya, Gatot: Saya Santri. Imbauan Saya Tak Bertentangan dengan Fatwa MUI

Jelaskan Ajakannya, Gatot: Saya Santri. Imbauan Saya Tak Bertentangan dengan Fatwa MUI - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan postingan di Instagram resminya dua hari lalu terkait ajakan ramaikan masjid di tengah wabah corona. Menurutnya, hal tersebut tidak ada yang salah lantaran pemerintah belum mengambil sikap untuk menutup semua pusat perbelanjaan yang dianggapnya bisa menjadi penyebaran virus mematikan itu.

"Hal ini juga dilandasi fakta bahwa pemerintah belum melarang kegiatan masyarakat di mal, tempat hiburan, dan sarana publik lain, yang dalam pemahaman saya berarti secara umum pemerintah masih dapat sepenuhnya menggendalikan penyebaran Covid-19 di Tanah Air," tulis Gatot di akun Instagramnya @nurmantyo_gatot seperti dikutip, Jumat (20/3/2020).

Baca Juga: Ajak Makmurkan Masjid di Tengah Corona, Fadli Zon Nasihati Gatot Nurmantyo

Gatot menjelaskan, ajakan untuk tetap memakmurkan masjid semata-mata ingin mencegah potensi berkembangnya stigma masjid sebagai pusat penyebaran Covid-19, di tengah tidak adanya gaung ajakan serupa dari kalangan gereja, vihara, pura, klenteng, dan tempat ibadah lainnya.

Selain itu, masih dalam pemahamannya, jika masjid yang pada umumnya orang datang untuk beribadah dalam kondisi bersih, membuka alas kaki dan berwudu, pada kondisi normal dengan membasuh menggunakan air bersih pada bagian tubuh yang diwajibkan saja sudah diimbau untuk tidak dilakukan.

"Apalagi mestinya di tempat-tempat yang jelas-jelas untuk masuk sama sekali tidak diatur kebersihannya. Saya ini seorang santri dan harus patuh taat pada ulama, maka saya sangat meyakini bahwa imbauan saya tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama, No 14 Tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020, tentang Penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadi wabah Covid-19," kata dia.

Berikut pernyataan lengkap Gatot:

2 hari lalu melalui akun instagram @nurmantyo_gatot, saya memposting keresahan saya beberapa saat terakhir ini terkait wabah covid-19 yg sedang kita hadapi bersama.

Tanpa menunggu lama unggahan tersebut mendapatkan banyak respon yg beragam mulai yg like sampai dengan yang menentangnya.

Untuk tidak semakin disalah artikan lebih jauh, saya ingin menjelaskan bbrp hal terkait unggahan saya tsb.

Pertama, untuk digarisbawahi pernyataan pada unggahan dimaksud, terutama kalimat : "...Mereka beramai-ramai menggaungkan phobia dengan Masjid. Seakan-akan Masjid sebagai sumber penularan covid-19??"

Ajakan sy untuk tetap memakmurkan masjid semata *ingin mencegah potensi berkembangnya stigma masjid sebagai pusat penyebaran covid-19*, di tengah TIDAK adanya gaung ajakan serupa dari kalangan gereja, vihara, pura, klenteng dan tempat ibadah lainnya.

Kedua, Hal ini juga dilandasi fakta bahwa pemerintah belum melarang kegiatan masyarakat di mall, tempat hiburan dan sarana publik lain, yang dalam pemahaman saya berarti secara umum pemerintah masih dapat sepenuhnya menggendalikan penyebaran covid-19 di tanah air.

Ketiga, masih dalam pemahaman saya, jika masjid yang pada umumnya orang datang untuk beribadah dalam kondisi bersih, membuka alas kaki dan berwudhu, dhi pd kondisi normal dengan membasuh menggunakan air bersih pada bagian tubuh yang diwajibkan saja sudah dihimbau untuk tidak dilakukan, apalagi MESTINYA di tempat-tempat yang jelas-jelas untuk masuk sama sekali tidak diatur kebersihannya.

Keempat, saya ini seorang Santri dan harus patuh taat pada ulama , maka Saya sangat meyakini bahwa himbauan saya tersebut sama sekali tidak bertentangan dengan Fatwa Majelis Ulama, No 14 Tahun 2020, tanggal 16 Maret 2020, tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi terjadi wabah Covid-19, yang dalam pasal-pasalnya mengatur ibadah bagi umat yang sudah sakit dan yang masih sehat, serta (baca dan perhatikan fatwa pasal 4 dan 5) bagaimana beribadah dalam kondisi penyebaran Covid-19 TIDAK TERKENDALI dan dalam kondisi penyebaran Covid-19 TERKENDALI. 

Sangat jelas di fatwa ini kapan beribadah di masjid menjadi haram hukumnya dan kapan tetap menjadi kewajiban umat Islam.

Kelima. Manakala pada suatu ketika Pemerinah secara resmi telah melarang (menutup) kegiatan di sarana-sarana umum seperti mall, tempat sarana publik lainnya dan tempat hiburan, yang berarti kondisi penyebaran wabah tidak terkendali lagi sbgm diayur dalam pasal 4 Fatwa MUI diatas, TENTU saya tidak akan lagi menghimbaunkegiatan ibadah di masjid tetapi justru sebaliknya menghimbau agar tdk beribadah di mesjid. Dalam kaitan itu, saya akan menyarankan kepada Pemerintah untuk segera menutup sarana publik seperti tempat hiburan guna mencegah makin tidak terkendalinya penyebaran wabah covid-19/ Terima kasih semoga kita bersatu bergotong royong bersama pemerintah dan dengan Lindungan Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa mampu melawan dan mengendalikan serta meniadakan covid-19. Amiin YRA.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gatot Nurmantyo, Virus Corona, Masjid

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Batara

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24