Harganya Ambruk, Bank Mandiri Mau Beli Kembali Saham Hingga Siapkan Dana Triliunan

Harganya Ambruk, Bank Mandiri Mau Beli Kembali Saham Hingga Siapkan Dana Triliunan Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berencana untuk melakukan Pembelian Kembali (buyback) Saham yang telah dikeluarkan dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan akan mengalokasikan dana Rp2 triliun dalam aksi tersebut. 

 

Manajemen dalam keterbukaan informasi kepada BEI mengatakan bahwa kondisi perekonomian saat ini mengalami perlambatan dan tekanan baik secara regional maupun nasional, yang antara lain disebabkan oleh wabah COVID-19. 

 

Disamping itu, kondisi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia sejak awal tahun 2020 sampai dengan tanggal 9 Maret 2020 mengalami tekanan yang signifikan yang diindikasikan dari penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 18,46%. 

 

Baca Juga: Awas! Asing Bakar Saham BCA dan Mandiri, IHSG Bakal Hengkang dari Level 4.100

 

Untuk itu dalam rangka memberikan stimulus perekonomian dan mengurangi dampak pasar yang berfluktuasi secara signifikan, maka OJK mengeluarkan SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020, yang bertujuan untuk memberi kemudahan bagi Emiten atau Perusahaan Publik untuk melakukan aksi korporasi pembelian saham kembali tanpa melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

 

"Menindaklanjuti hal tersebut, Perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham maksimal Rp2 triliun,” kata Manajemen, di Jakarta, Jumat (20/3/2020).  

 

Adapun, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor Perseroan. 

 

Baca Juga: Ups! BRI dan BCA Disayang, Mandiri dan BNI Dibuang!

 

Pembelian kembali saham Perseroan akan dilakukan secara bertahap untuk periode 3 bulan terhitung sejak tanggal 20 Maret 2020 sampai dengan 19 Juni 2020. Pelaksanaan transaksi pembelian saham akan dilaksanakan melalui Bursa Efek Indonesia. 

 

Nantinya, dana pembelian kembali saham akan berasal dari kas internal Perseroan. “Bank Mandiri meyakini bahwa Pembelian Kembali Saham tidak mempengaruhi kondisi keuangan Perseroan karena sampai dengan saat ini, Perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha Perseroan,” tambah Manajemen.

 

Sebagai informasi, saham Bank Mandiri telah ambruk 41,89% dari awal tahun 2020 hingga perdagangan hari ini. Pada 2 Januari 2020 saham Bank Mandiri masih ada di posisi Rp7.750 per saham. Namun, di akhir perdagangan 20 Maret 2020 anjok ke Rp4.460 per saham.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini