Capri Nusa Targetkan Pendapatan Rp10 M Tahun Ini

Capri Nusa Targetkan Pendapatan Rp10 M Tahun Ini Kredit Foto: Ist

PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI) menargetkan pendapatan mencapai Rp 10 Miliar, dengan target laba sebesar Rp 5 Miliar hingga Rp 6 Miliar pada akhir tahun 2020. Hal ini sejalan dengan mulai beroperasinya JW Smart Office Tower & Convention Hall, di Jatiwaringin, Jakarta Timur. 

 

"Itu kalau kita proyeksikan JW Smart & Convention Hall sampai akhir tahun 2020 ya, tapi kalau JW sudah beroperasi selama satu tahun, lain cerita, potensi pendapatannya bisa mencapai Rp 20 Miliar dengan tingkat okupansi 60 sampai 70 persen", kata Direktur Utama PT Capri Nusa Satu Properti Tbk, Jansen Surbakti, dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (20/3/2020). 

 

Baca Juga: Bisnis Properti Sepi Peminat, Perusahaan Ini Berpaling ke Kawasan Industri

 

Untuk itu, Dia optimis fundamental perusahaan akan menguat beberapa tahun yang akan datang seiring dengan mulai beroperasinya proyek-proyek perusahaan. Menurut Jansen, dalam jangka panjang Capri Nusa akan fokus pada pendapatan berkelanjutan (recurring income) yang diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya dan potensi nilai aset yang meningkat ribuan persen hingga 20 tahun mendatang. 

 

"Fundamental perusahaan tentu semakin kuat, kami juga tidak memiliki beban keuangan atau hutang, jadi fokus kami ya kejar pendapatan. Proyek JW Smart Office & Convention Hall ini, ditambah proyek di Atuh kalau sudah mulai beroperasi, potensi pendapatannya sekitar Rp 80 Miliar sampai Rp 100 Miliar per tahun dan bisa terus meningkat", ungkap Jansen Surbakti. 

 

Selain itu menurut Dia, perseroan juga masih memiliki land bank yang cukup besar di Nusa Penida untuk rencana ekspansi berkesinambungan. Adapun jika seluruh proyek telah beroperasi, proyeksi total aset yang akan dimiliki Capri Nusa seluruhnya diperkirakan hampir mencapai Rp 300 Miliar pada tahun 2021.

 

Baca Juga: Jual Saham ke Publik, Perusahaan Properti Ini Mau Bangun Rusun

 

Sebagi informasi, proyek JW Smart Office Tower & Convention Hall mulai beroperasi pada April 2020. Gedung perkantoran dan gedung pertemuan ini menempati area seluas 2.940 meter persegi dengan total luas bangunan 4.394 meter persegi. Proyek ini merupakan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) saham CPRI pada tahun 2019 lalu.

 

"JW Smart Office Tower & Convention Hall mulai beroperasi pada April 2020, lokasinya strategis di kawasan pusat bisnis Jakarta Timur, akses transportasi LRT (Light Rail Transit) yang mudah dijangkau dan kualitas bangunan kantor juga dilengkapi smart technology yang tentu sangat disukai pebisnis muda yang aktif dan dinamis. Sementara JW Convention Hall adalah convention hall yg terbaik dan termewah di kelasnya di daerah Jakarta Timur", papar Jansen. 

 

Adapun harga sewa ruang perkantoran di mini office tower tersebut berkisar antara Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu per meter persegi. Sementara convention hall dapat digunakan untuk beragam aktifitas meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE) dengan kapasitas daya tampung hingga 1000 sampai 1500 orang. 

 

"Untuk ruang kantor kami targetkan tingkat okupansinya mencapai 75 persen - 80 persen hingga akhir tahun 2020, sementara untuk convention hall bisa mencapai 60 persen di tahun pertama", ujar Jansen.

 

Baca Juga: Perusahaan Properti dan Penyewaan Mobil Ini Incar Dana Puluhan Miliar dari Masyarakat

 

Lebih lanjut, Jansen menjelaskan bahwa penyewa ruang kantor adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha kontraktor, jasa konsultasi dan Food & Beverage. Sementara untuk penyewa convention hall, sebagian besar adalah pesta pernihakan, khususnya masyarakat Sumatera Utara yang berdomisili di sekitar Jakarta Timur, penyewa lainnya adalah universitas untuk acara wisuda dan dari kalangan korporasi plat merah. Oleh karena itu, perseroan juga berencana garap jasa katering guna mendukung kebutuhan convention hall.

 

Sebagai informasi, proyek The Atuh Beach Resort milik Capri Nusa di kawasan pantai Atuh, Nusa Penida, Bali, juga sudah mulai dibangun pada kuartal II tahun 2020 yang ditargetkan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2021.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini