Attention Please! Dear 100 Miliarder Indonesia, Tolong Sisihkan Hartamu, Bantu Lawan Corona!

Attention Please! Dear 100 Miliarder Indonesia, Tolong Sisihkan Hartamu, Bantu Lawan Corona! Kredit Foto: Imagenesmy

Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) menyerukan agar 100 orang terkaya di Indonesia dan pihak lain yang berkenan untuk dapat menyisihkan sebagian hartanya guna berpartisipasi dalam penanggulangan Covid-19

Partisipasi yang diminta itu khususnya dalam hal penyediaan APD bagi para tenaga medis dan tenaga kesehatan yang bekerja memberikan pelayanan langsung kepada pasien Covid-19 serta berbagai upaya lain dalam rangka percepatan penanganan Covid-19. Hal itu merupakan salah satu seruan Majelis Nasional KAHMI yang dikeluarkan Koordinator Presidium Herman Khaeron dan Sekjen Manimbang Kahariady.

Baca Juga: Selamatkan Ekonomi Itu Nomor Dua, Yusril Tegas: Pak Jokowi Gak Punya Pilihan Lain, Kecuali. . . .

Seruan lainnya yang dikeluarkan KAHMI ialah mendorong pemerintah dan pihak perusahaan penyedia jaringan internet untuk memberikan fasilitas bagi warga yang berupaya mengurangi risiko penularan dengan bekerja di rumah dan melakukan kegiatan social distancing. Kemudian, menghimbau pemerintah untuk menyediakan program jaringan sosial yang mencukupi selama wabah Covid-19 ini.

Juga, mendorong pemerintah untuk meniadakan/menunda pelayanan publik yang dapat menimbulkan kerumuman massa yang berpotensi meningkatkan penularan Covid-19 seperti Kantor Imigrasi untuk pembuatan paspor, Kantor Dukcapil untuk pembuatan KK/KTP, dan kantor lainnya.

Baca Juga: Puan Maharani Tegas: Corona Serang Gak Pandang Bulu, Negara Harus Hadir! Lawan!

"Mengajak seluruh Umat Islam untuk menunjukkan kepedulian kepada saudara kita yang mendapatkan kesulitan dalam mencarikan pengobatan dan makanan dengan melakukan peningkatan sedekah, infak serta mengadakan pemberian makan cuma-cuma. Mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meningkatkan kebersamaan dan kesetiakawanan menghadapi wabah ini dengan melakukan social distancing dan berdiam di rumah untuk mengurangi potensi penularan," demikian seruan KAHMI.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di SINDOnews Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan SINDOnews. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab SINDOnews.

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini