Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:59 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,47% terhadap Yuan pada level 7,06 CNY/USD.
  • 15:56 WIB. Valas -  Rupiah ditutup menguat 1,29% terhadap Dollar AS pada level 16.200 IDR/USD.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 2,12% pada level 24.253.
  • 15:55 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 2,05% pada level 2.820.
  • 15:54 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 3,77% pada level 2.563.
  • 15:53 WIB. Bursa -  Indeks FTSE 100 dibuka positif 2,58% pada level 5.726.
  • 15:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,01% pada level 18.950.
  • 15:52 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,77% pada level 1.823.

Debat Sengit Trump dengan Pakar Soal Obat Corona Bikin Masyarakat AS Cemas

Debat Sengit Trump dengan Pakar Soal Obat Corona Bikin Masyarakat AS Cemas - Warta Ekonomi
WE Online, Washington -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berdebat secara terbuka dengan pakar penyakit menular senior pemerintah, Dr. Anthony Fauci terkait keampuhan hydroxychloroquine atau obat malaria untuk mengobati orang terinfeksi virus corona (Covid-19). Mereka saling beradu argumen secara tatap muka dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih.

Dilansir AP, adegan itu ditayangkan secara langsung di stasiun televisi nasional lantaran konferensi pers itu sebenarnya terkait penanganan Covid-19 di AS. Walhasil, perdebatan itu memunculkan kecemasan di AS karena terjadi antara seorang ilmuwan yang berlandaskan fakta dan seorang presiden yang bertindak berdasarkan naluri.

Baca Juga: Terkesan Cara Korut Perangi Corona, Trump Kirim Surat ke Kim Jong Un

Kejadian itu bermula ketika seorang wartawan bertanya kepada keduanya terkait kemampuan obat malaria untuk mengobati pasien Covid-19. Padahal sehari sebelumnya, Trump menyatakan, bahwa obat itu bakal bisa mengatasi Covid-19.

Pada konferensi pers bersama hari Jumat itu, Fauci menjawab pertanyaan lebih dulu. Ia pun menjawab dengan lugas.

"Tidak. Jawabannya adalah tidak," kata Fauci menjawab soal keampuhan obat malaria tersebut untuk menangani Covid-19.

"Informasi yang Anda maksudkan secara spesifik adalah anekdotal (hanya terbukti pada beberapa percobaan)," kata Fauci menambahkan dengan tegas.

"(Penggunaan obat) itu belum diuji secara klinis yang terkontrol. Jadi, Anda benar-benar tidak dapat membuat pernyataan definitif tentang hal itu," imbuhnya.

Fauci kemudian menjelaskan bahwa Food and Drug Administration (FDA) AS sedang mencari cara untuk membuat obat yang bisa digunakan untuk kebutuhan darurat. Tapi, dengan mengungkapkan ke pemerintah terkait keamanan dan keefektifan obat itu. 

Fauci adalah direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular di Institut Kesehatan Nasional (NIH). Dalam kurun waktu 30 tahun lebih, ia telah menangani HIV, SARS, MERS, Ebola dan sekarang corona virus jenis baru.

Masih melansir AP, hingga saat ini, tidak ada obat yang secara khusus disetujui untuk mengobati COVID-19.

Ketika giliran Trump memberikan jawaban, ternyata dia mengaku tak setuju dengan anggapan bahwa tidak ada obat ajaib untuk Covid-19.

"Mungkin saja bisa dan mungkin saja tidak," kata Trump. "Mungkin ada, mungkin tidak. Lihat saja nanti."

Trump berbicara dengan nada optimis sembari berupaya menghindari konfrontasi langsung dengan Fauci. "Saya pikir tanpa melihat terlalu banyak, saya mungkin lebih menyukai itu," katanya, merujuk pada obat malaria. "Dan kita semua mengerti apa yang dikatakan dokter adalah 100 persen benar."

Tapi setelah itu Trump menambahkan, "Ini adalah obat yang kuat. Jadi, kita akan lihat."

Mengutip New York Times, antusiasme Trump terhadap obat-obatan itu menimbulkan kekhawatiran di antara dokter dan pasien (lupus dan penyakit lain) yang bergantung pada obat-obatan tersebut.  Sebab, gagasan bahwa obat malaria lama itu dapat bekerja melawan coronavirus telah beredar luas dalam beberapa minggu terakhir. Walhasil, stok mulai menipis lantaran banyak orang yang membeli obat tersebut.

"Para ahli reumatologi geram terhadap animo yang terjadi pada obat ini," kata Dr. Michael Lockshin, dari Rumah Sakit untuk Bedah Khusus di Manhattan. 

“Orang kini berburu obat itu dan kami mendapat panggilan setiap beberapa menit dari pasien yang memang menggunakan obat itu, tapi khawatir lantaran stoknya mulai terbatas,” imbuh Lockshin.

Hydroxychloroquine yang merupakan obat serupa dengan chloroquine dijual di seluruh dunia dengan berbagai merek dan nama generik. Obat ini bisa didapatkan dengan resep dokter di AS.

Beberapa ilmuwan melaporkan bahwa obat malaria itu dapat mengganggu virus corona jenis baru ketika hendak memasuki sel. Mereka mencoba obat itu dalam tabung reaksi dan penelitian kecil lainnya. 

Meski demikian, ilmuwan lain skeptis bahwa hasil tabung reaksi itu bakal ampuh ketika diberikan kepada pasien tertular Covid-19.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), Donald Trump, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: (Foto/Reuters)

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,387.35 4,340.23
British Pound GBP 1.00 20,227.50 20,018.07
China Yuan CNY 1.00 2,329.48 2,304.68
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,492.05 16,327.95
Dolar Australia AUD 1.00 10,086.54 9,982.91
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,127.35 2,105.96
Dolar Singapura SGD 1.00 11,523.23 11,404.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,826.26 17,642.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,795.64 3,749.24
Yen Jepang JPY 100.00 15,160.92 15,005.93
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78