Portal Berita Ekonomi Senin, 30 Maret 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 4,45% pada level 2.416.
  • 18:08 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup negatif 0,90% pada level 2.747.
  • 17:55 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,04% pada level 1.717.
  • 17:53 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 1,57% pada level 19.084.
  • 17:25 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup negatif 1,32% pada level 23.175.
  • 14:48 WIB. Valas - Dollar AS menguat 1,10% terhadap Poundsterling pada level 1,2323 USD/GBP.
  • 14:43 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,68% terhadap Euro pada level 1,1065 USD/EUR.
  • 14:39 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,53% terhadap Yen pada level 107,37 JPY/USD.
  • 14:37 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.620 USD/troy ounce.
  • 14:35 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 23,33 USD/barel.
  • 14:34 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 20,43 USD/barel.

Bukan Panic Buying, Orang Indonesia Mah Malah Sibuk Panic Selling

Bukan Panic Buying, Orang Indonesia Mah Malah Sibuk Panic Selling - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Meningkatnya kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia nampaknya membuat investor dometik melakukan panic selling. Hal tersebut terpampang melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terjun bebas 4,89% atau 205,43 poin ke level 3.989,52 meninggalkan area level 4.000.

 

Sektor Industri Dasar yang -5,87% dan Konsumsi -5,75% memimpin pelemahan indeks sektoral. Saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) -6,97% dan PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) -6,93% memimpin pelemahan. Padahal, sebelumnya saham INTP menguat 19,9% setelah rilis laporan kinerja keuangan yang gemilang pada tahun 2019. 

 

“Hal tersebut memberikan signal Investor domestik kembali menjual saham tanpa rasional atau panic selling setelah terjadi peningkatan kasus pandemic meskipun pemerintah telah berupaya mendatangkan rapid tes kit dan obat yang dipakai China untuk memberantas virus,” kata Head of Research Reliance Sekuritas, Lanjar Nafi, di Jakarta, Senin (23/3/2020).  

 

Baca Juga: Sempat Dihentikan Lagi Hingga Balik ke Level 3.000-an, Pasar Modal Bernasib Tragis!

 

Lebih lanjut Lanjar menuturkan bahwa, kondisi rupiah yang kembali tertekan sangat dalam sebesar 3,85% ke level Rp16.575 per USD. “Kondisi ini pun mengiringi aksi jual investor asing pada bursa saham Indonesia sebesar Rp111.48 Miliar pada pasar reguler,” ucapnya. 

 

Dirinya memperkirakan IHSG masih berpeluang melemah menguji support selanjutnya dengan rentang pergerakan 3.770-4.000.

 

Baca Juga: Pasar Modal Tertekan, Pelaku Pasar yang Terhormat Tolong Tetap Rasional

 

Adapun, Ekuitas Asia ditutup bevariasi pada akhir sesi perdagangan. Indeks Nikkei (+2,02%) dan TOPIX (+0,69%) menguat sedangkan HangSeng (-4,86%) dan CSI300 (-3,36%) melemah bersama dengan ekuitas berjangka di AS pasca lonjakan korban jiwa akibat pandemi coronavirus dan kegagalan kongres AS dalam menyetujui rencana bantuan. Saham-saham emerging market rontok dengan indeks India yang anjlok lebih dari 10% mengiringi Rupee yang merosot kelevel terendah.

 

Dimana, Bursa Eropa membuka perdagangan dengan melemah signifikan lebih dari 4 persen dipimpin oleh saham-saham layanan kesehatan ketika para pemerintah Eropa bergegas mengambil langkah lebih banyak pembatasan pergerakan masyarakat. Greenback dan aset haven lain melonjak aksi risk off kembali terjadi pasca mengalami keuntungan pada ekuitas beberapa waktu lalu dan karena The Fed meningkatkan operasi untuk memudahkan akses ke greenback diseluruh dunia.

Baca Juga

Tag: Pasar Modal, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Bursa Efek Indonesia (BEI), Saham, investor

Penulis/Editor: Annisa Nurfitriyani

Foto: Antara/Aprillio Akbar

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,371.05 4,326.41
British Pound GBP 1.00 20,364.49 20,155.36
China Yuan CNY 1.00 2,315.45 2,292.02
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,417.68 16,254.32
Dolar Australia AUD 1.00 10,088.66 9,986.65
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,117.70 2,096.57
Dolar Singapura SGD 1.00 11,503.42 11,384.97
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,217.06 18,029.29
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,774.18 3,723.78
Yen Jepang JPY 100.00 15,303.58 15,144.25
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4414.500 -131.071 686
2 Agriculture 900.830 -34.518 22
3 Mining 1158.862 -32.969 49
4 Basic Industry and Chemicals 557.766 -28.046 77
5 Miscellanous Industry 715.479 -41.388 51
6 Consumer Goods 1561.395 -62.619 57
7 Cons., Property & Real Estate 337.556 -5.272 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 789.105 -4.574 79
9 Finance 979.429 -30.165 92
10 Trade & Service 573.701 -6.984 170
No Code Prev Close Change %
1 AMAN 192 258 66 34.38
2 ACST 128 172 44 34.38
3 NASA 199 250 51 25.63
4 ARTO 472 590 118 25.00
5 IBFN 240 300 60 25.00
6 PDES 490 610 120 24.49
7 CARE 244 294 50 20.49
8 IPCM 100 120 20 20.00
9 GOLD 160 192 32 20.00
10 RMBA 230 270 40 17.39
No Code Prev Close Change %
1 ZINC 200 186 -14 -7.00
2 GGRM 44,000 40,925 -3,075 -6.99
3 AMOR 2,580 2,400 -180 -6.98
4 BFIN 258 240 -18 -6.98
5 SMRA 430 400 -30 -6.98
6 TKIM 4,300 4,000 -300 -6.98
7 JSKY 86 80 -6 -6.98
8 MBAP 1,650 1,535 -115 -6.97
9 ITMG 7,900 7,350 -550 -6.96
10 LPPF 1,365 1,270 -95 -6.96
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 27,550 27,475 -75 -0.27
2 BBRI 3,230 3,010 -220 -6.81
3 TLKM 3,090 3,140 50 1.62
4 REAL 56 54 -2 -3.57
5 KLBF 1,010 1,045 35 3.47
6 TOWR 680 635 -45 -6.62
7 UNVR 6,800 6,425 -375 -5.51
8 IPTV 390 382 -8 -2.05
9 PGAS 760 730 -30 -3.95
10 TCPI 5,000 4,840 -160 -3.20