Begini Zona Khusus RS Darurat 'Wisma Atlet' untuk Penanganan Covid-19

Begini Zona Khusus RS Darurat 'Wisma Atlet' untuk Penanganan Covid-19 Kredit Foto: Antara/Kompas/Heru Sri Kumoro/Pool

Wabah virus corona makin meluas tingkat penyebarannya. Berdasarkan update terbaru yang diperoleh, virus corona di Indonesia telah memiliki sebanyak 579 kasus dan menelan 49 korban.

Kemarin, Menteri BUMN Erick Thohir bersama dengan Panglima TNI, Menteri Kesehatan, Menteri PUPR, dan Kepala BNPB hari ini memastikan bahwa RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran sudah bisa beroperasi Senin ini (23/3/2020). Wisma Atlet Asian Games Kemayoran di Jakarta Utara yang dalam empat hari terakhir "disulap" menjadi rumah sakit ini adalah hasil kerja sama berbagai pihak, termasuk swasta.

Baca Juga: Pasien Corona Bertambah, Wisma Atlet Akan Jadi Tempat Isolasi

Erick Thohir pun menyampaikan, BUMN akan menyuplai kebutuhan-kebutuhan RS Darurat Penanganan Covid-19, baik peralatan kesehatan, obat-obatan, alat pelindung diri, dan masker. Selain itu, untuk kebutuhan komunikasi, juga sudah disiapkan jaringan telekomunikasi hingga 500 MB.

Pada saat pelaksanaannya, RS Penanganan Darurat Covid-19 ini akan dibagi dalam 3 zona. Pertama, Zona Hijau, adalah Tower 1 yang akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Hanya orang yang berkepentingan yang bisa memasuki daerah ini.

Kemudian Zona Kuning, Tower 3, akan diisi oleh dokter, perawat, dan petugas paramedis lainnya. Terakhir Zona Merah, Tower 6-7 adalah RS Darurat Penanganan Covid-19. Hanya mereka yang menggunakan APD lengkap yang bisa masuk ke zona ini selain pasien.

Dokter-dokter yang akan bekerja di sini merupakan gabungan dokter dari berbagai instansi, dari Kementerian Kesehatan, TNI/Polri, BUMN, dan lain-lain.

"Percayalah, kalau kita semua mau bersatu, insyaallah apapun bisa kita lalui dengan baik. Saya apresiasi setinggi-tingginya semua pihak yang sudah bergerak cepat membantu pemerintah untuk mewujudkan RS Darurat ini. Semoga upaya kita semua ini diridai Yang Mahakuasa dan dapat menekan lajunya pandemi Covid-19 di Indonesia. Insyaallah selalu ada jalan," jelas Erick Thohir saat melakukan kunjungannya.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini