Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 September 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Hadapi Situasi Sulit Akibat Virus Corona, Wali: Begini Tips Bisnis Waralaba

Hadapi Situasi Sulit Akibat Virus Corona, Wali: Begini Tips Bisnis Waralaba
WE Online, Jakarta -

Pemerintah menetapkan status bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Kebijakan ini tentu harus mendapat perhatian dan antisipasi bagi pelaku usaha di Indonesia yang akan terkena dampak bencana tersebut.

Salah satu bisnis yang bakal terkena dampak adalah bisnis waralaba. Dalam berbagai diskusi dengan pelaku bisnis waralaba, lisensi, dan kemitraan di Indonesia, omset pelaku usaha waralaba ada yang turun hingga 50%.

Baca Juga: Bisnis Lesu karena Corona, Pengusaha Minta Pemerintah Siapkan Stimulus bagi UKM

"Bahkan, sebagian sudah menutup outletnya untuk menyikapi keamanan karyawan dan pelanggan guna menerapkan social distancing," ungkap Tri Raharjo, Ketua Umum Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (Wali) kepada Warta Ekonomi, Senin (23/3/2020).

Lalu, Apa yang harus dilakukan saat bencana Covid 19 ini? Menurut Tri Raharjo, pelaku usaha waralaba harus menyikapi dengan bijak dampak tersebut terhadap bisnisnya. Pelaku bisnis waralaba juga tidak boleh menyerah dan terus melangkah mencari solusi terbaik.

"Menurut hemat saya, bisnis waralaba memerlukan rencana jangka pendek tiga bulan ke depan dan rencana hingga akhir tahun 2020. Tujuannya tentu supaya bisnis waralaba dapat bertahan baik, franchisor maupun jaringan bisnisnya yang dimiliki franchise atau mitra," jelas Tri Raharjo.

Menurutnya, ada beberapa tips sederhana yang bisa diaplikasikan oleh pelaku bisnis di Indonesia, terutama bisnis waralaba, lisensi, dan kemitraan. Untuk mulai melangkah dalam situasi sulit seperti pandemik Covid 19, pelaku bisnis memerlukan data yang akurat untuk mengambil langkah-langkah strategis sebagai dasar dalam menjalankan dan mengelola bisnis waralaba dalam krisis.

Adapun beberapa hal yang bisa dilakukan oleh pelaku usaha waralaba di Indonesia, mulai dari aspek keuangan, aspek pelanggan dan marketing, juga aspek SDM.

Aspek Keuangan:

Berapa posisi saldo saat ini dan berapa dana cadangan operasional yang dimiliki hingga tiga bulan mendatang (Maret, April, Mei) karena pemerintah mengumumkan status bencana Covid-19 hingga 29 Mei 2020. Lakukan perhitungan berapa biaya total pengeluaran operasional yang rutin, baik yang sifatnya tetap atau variabel. Sebagai catatan, bulan Mei akan ada dana keluar untuk THR karyawan.

Lakukan perhitungan proyeksi pendapatan dari berbagai sumber pendapatan seperti: franchise fee, royalty fee, bahan baku, dll. Hitung dengan cermat dan lihat tren penurunan omset yang terjadi dari jaringan outlet mitra dan own outlet. Adakah potensi pendapatan lainnya yang bisa didapat misalkan dari penjualan online. Lakukan pengeluaran dengan bijak, biaya-biaya yang penting didahulukan dan yang sifatnya tidak mendesak sementara ditangguhkan jika memungkinkan.

Yang tidak kalah penting adalah kontrol biaya bahan baku karena di saat terjadi krisis cenderung biaya bahan baku akan mengalami kenaikan yang sangat signifikan dan perlu diperhatikan pasokan bahan baku aman dikirm ke jaringan bisnis Anda.

Aspek Pelanggan dan Marketing:

Pastikan keselamatan pelanggan dengan standar gerai yang bersih dan aman. Contoh dengan pengecekan suhu terhadap pelanggan yang akan masuk, menyiapkan hand sanitizer di seluruh jaringan waralaba, dan jika ada area cuci tangan pastikan bersih dan berfungsi. Buatkan SOP khusus menghadapi bencana pandemik Covid-19 sebagai petunjuk untuk seluruh jaringan waralaba, untuk keamanan karyawan dan pelanggan.

Lakukan program "marketing in crisis", buat program penjualan yang menarik yang dapat meningkatkan penjualan dan cashflow walaupun profitnya "tipis-tipis" dengan pembatasan waktu tertentu.

Sampaikan program marketing yang simpatik akan bencana wabah Covid-19, misalkan dengan mengeluarkan program khusus delivery yang memudahkan pelanggan yang bekerja, sekolah, dan beribadah di rumah dapat terlayani dengan baik.

Sampaikan aktivitas program "marketing in crisis" melalui sarana digital seperti website, sosial media, media digital, aplikasi chating, poster, dan spanduk di masing-masing gerai dengan content marketing yang simpatik.

Kontrol dan meeting penjualan secara harian baik langsung atau melalui sarana komunikasi lainnya untuk memastikan pendapatan perusahaan sesuai dengan rencana, lakukan perbaikan program marketing secara cepat jika diperlukan.

Aspek SDM:

Lakukan edukasi terhadap karyawan akan pencegahan penularan virus Covid-19 dan timbulkan rasa tanggung jawab dan empati akan krisis yang sedang terjadi dan sampaikan langkah-langkah penyelamatan bisnis menghadapi krisis akibat Covid-19.

Lakukan tindakan secara baik dan bijak, jangan timbulkan kecemasan terhadap karyawan. Jika situasi tidak memungkinkan, lakukan opsi bekerja dari rumah. Gunakan sarana teknologi untuk memberikan laporan kerja, meeting online dan report lainnya untuk mempermudah komunikasi antar karyawan dan manajemen.

Jika terpaksa bekerja dari rumah, buat petunjuk teknis secara rinci supaya kinerja karyawan tetap terjaga dan Key Performance Indicators (KPI) tercapai.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Covid-19, waralaba, Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,956.98 3,917.50
British Pound GBP 1.00 19,218.70 19,023.06
China Yuan CNY 1.00 2,196.09 2,173.95
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,841.84 14,694.16
Dolar Australia AUD 1.00 10,856.81 10,741.43
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,915.08 1,896.00
Dolar Singapura SGD 1.00 10,939.66 10,826.82
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,586.10 17,406.70
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,597.15 3,557.91
Yen Jepang JPY 100.00 14,156.66 14,011.79
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5059.223 20.822 707
2 Agriculture 1171.729 -22.067 24
3 Mining 1370.434 12.402 47
4 Basic Industry and Chemicals 724.951 10.929 80
5 Miscellanous Industry 866.535 -7.832 53
6 Consumer Goods 1884.335 4.638 60
7 Cons., Property & Real Estate 347.883 3.847 95
8 Infrastruc., Utility & Trans. 838.076 14.829 79
9 Finance 1093.794 -6.183 94
10 Trade & Service 636.535 12.642 175
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 51 66 15 29.41
2 JMAS 133 172 39 29.32
3 AKSI 362 452 90 24.86
4 TFCO 330 412 82 24.85
5 JSKY 244 296 52 21.31
6 AIMS 141 170 29 20.57
7 SOHO 9,475 11,350 1,875 19.79
8 AMIN 228 270 42 18.42
9 ASBI 322 376 54 16.77
10 LRNA 131 150 19 14.50
No Code Prev Close Change %
1 ENZO 115 107 -8 -6.96
2 PCAR 320 298 -22 -6.88
3 ATIC 585 545 -40 -6.84
4 SSTM 468 436 -32 -6.84
5 SIPD 1,190 1,110 -80 -6.72
6 AALI 10,800 10,075 -725 -6.71
7 BEST 194 181 -13 -6.70
8 ROCK 1,570 1,465 -105 -6.69
9 DNAR 240 224 -16 -6.67
10 AISA 244 228 -16 -6.56
No Code Prev Close Change %
1 BBCA 28,775 28,150 -625 -2.17
2 BBRI 3,200 3,220 20 0.62
3 JSKY 244 296 52 21.31
4 ASRI 117 131 14 11.97
5 BEST 194 181 -13 -6.70
6 MEDC 420 430 10 2.38
7 TLKM 2,820 2,890 70 2.48
8 AISA 244 228 -16 -6.56
9 BBNI 4,720 4,740 20 0.42
10 MDKA 1,575 1,600 25 1.59