Portal Berita Ekonomi Senin, 06 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:32 WIB. Valas - Rupiah ditutup menguat 0,11% terhadap Dollar AS pada level 16.412 IDR/USD.
  • 18:30 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,08% terhadap Yuan pada level 7,09 CNY/USD.
  • 18:29 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,35% terhadap Yen pada level 108,93 JPY/USD.
  • 18:28 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.643 USD/troy ounce.
  • 18:27 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 33,19 USD/barel.
  • 18:26 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 27,48 USD/barel.

Dampak Corona, Jokowi: Pendapatan Tukang Ojek Turun 40 Persen

Dampak Corona, Jokowi: Pendapatan Tukang Ojek Turun 40 Persen - Warta Ekonomi

Presiden Jokowi mengakui bahwa kelesuan ekonomi mulai dirasakan masyarakat. Ini karena wabah virus corona atau covid-19 memengaruhi tingkat pendapatan masyarakat di berbagai daerah.

Jokowi menyampaikan sejumlah daerah, terutama yang terkena dampak dari kelesuan ekonomi ini adalah para pekerja informal.

"Mengenai penurunan pendapatan dari setiap provinsi yang ada, ini saya berbicara skenario sedang saja. Misalnya provinsi, kalau skenarionya sedang yang terparah nanti akan berada di Nusa Tenggara Barat akan ada penurunan pendapatan kurang lebih 25 persen," kata Jokowi dalam arahannya kepada seluruh gubernur lewat rapat telekonferensi, Selasa 24 Maret 2020.

Jokowi bilang, di NTB, dengan kondisi seperti ini akan bertahan sampai bulan September. Begitu juga daerah lain. Presiden menyatakan, kondisi ekonomi di Kalimantan Barat juga mengalami penurunan. Petani dan nelayan di provinsi tersebut ikut berdampak. Akan ada penurunan pendapatan sampai 34 persen dengan daya tahan Oktober sampai November. 

"Kemudian pedagang mikro pedagang kecil, kalau skenarionya sedang. Tapi yang berat adalah di Kalimantan Utara dengan penurunan pendapatan sampai 36 persen dan kemampuan bertahan di Agustus sampai Oktober," ujarnya.

Presiden Jokowi meminta para kepala daerah menyiapkan stimulus bagi para pekerja informal. Diharapkan baik pemerintah pusat hingga daerah memangkas anggaran kegiatan yang tidak perlu seperti seminar, pertemuan dan perjalanan dinas. Jokowi meminta, uang kas yang dihimpun dari pajak rakyat digunakan untuk fokus pada penanganan corona dan mitigasi ekonomi.

"Tolong diarahkan agar program-program itu bisa semuanya menjadi program padat karya tunai. Ini untuk mempertahankan daya beli masyarakat, program padat karya tunai, harus diperbanyak, harus dilipatgandakan tetapi tetap harus mengikuti protokol kesehatan secara ketat untuk mencegah penularan Covid-19," ujarnya.

Jokowi menambahkan, provinsi yang paling parah terpukul terdapat di Sumatera Utara. Tukang ojek dan sopir angkot mengalami penurunan penghasilan sampai 40 persen.

Kemudian untuk sopir angkot dan ojek yang paling berat di Sumatera Utara ini turunnya sampai 40 persen. Ia mendorong, fokus anggaran lebih kepada bantuan sosial dan menggairahkan usaha kecil demi menjaga ekonomi negara.

"Refocussing dan realokasi anggaran yang ada. Kalau kita bekerja secara detail, di lapangan juga kita ikuti, saya meyakini sekarang ini masyarakat sudah mulai bergerak, provinsi-provinsi juga," katanya.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Cahyo Prayogo

Foto: Viva

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,424.03 4,379.43
British Pound GBP 1.00 20,364.20 20,151.69
China Yuan CNY 1.00 2,346.53 2,321.91
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,638.78 16,473.22
Dolar Australia AUD 1.00 10,014.88 9,910.29
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,145.86 2,124.45
Dolar Singapura SGD 1.00 11,548.29 11,432.59
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,996.50 17,810.85
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,811.86 3,765.31
Yen Jepang JPY 100.00 15,277.55 15,121.37
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4811.827 188.398 686
2 Agriculture 983.609 47.606 22
3 Mining 1256.575 31.049 49
4 Basic Industry and Chemicals 680.711 28.193 78
5 Miscellanous Industry 757.260 20.569 51
6 Consumer Goods 1789.993 77.272 57
7 Cons., Property & Real Estate 349.330 23.246 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 871.077 45.961 78
9 Finance 1027.843 37.379 92
10 Trade & Service 608.315 11.702 170
No Code Prev Close Change %
1 MTPS 200 270 70 35.00
2 HKMU 91 118 27 29.67
3 KMTR 200 258 58 29.00
4 FREN 76 95 19 25.00
5 CTRA 456 570 114 25.00
6 LRNA 125 156 31 24.80
7 WIKA 910 1,135 225 24.73
8 PTPP 570 710 140 24.56
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 LPCK 482 600 118 24.48
No Code Prev Close Change %
1 INAI 430 400 -30 -6.98
2 AKSI 258 240 -18 -6.98
3 LMSH 350 326 -24 -6.86
4 EPMT 2,190 2,040 -150 -6.85
5 HRME 498 464 -34 -6.83
6 NZIA 264 246 -18 -6.82
7 JAST 470 438 -32 -6.81
8 AMAG 294 274 -20 -6.80
9 KBLI 500 466 -34 -6.80
10 DUCK 515 480 -35 -6.80
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,890 3,020 130 4.50
2 REAL 82 77 -5 -6.10
3 BBCA 27,475 28,675 1,200 4.37
4 BTPS 1,805 2,230 425 23.55
5 ANTM 464 540 76 16.38
6 BBNI 4,010 4,290 280 6.98
7 FREN 76 95 19 25.00
8 PGAS 800 895 95 11.88
9 WSKT 510 635 125 24.51
10 BRPT 1,000 1,000 0 0.00