Portal Berita Ekonomi Jum'at, 10 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2475 USD/GBP.
  • 16:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Euro pada level 1,0946 USD/EUR.
  • 16:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 15:38 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yen pada level 108,39 JPY/USD.
  • 15:36 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.686 USD/troy ounce.

IDI Teriak ke Pemerintah: Kami Mohon Alat Tes Corona Segera Dibagikan ke Rumah Sakit...

IDI Teriak ke Pemerintah: Kami Mohon Alat Tes Corona Segera Dibagikan ke Rumah Sakit... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengungkapkan bahwa rumah sakit-rumah sakit dan laboratorium kesehatan di Indonesia, masih sulit mendapat alat tes cepat (rapid test) corona yang diimpor pemerintah. 

Menurut Ketua Satgas Covid-19 PB IDI Zubairi Djoerban, sekali pun alat yang didatangkan begitu banyak, direncanakan hingga mencapai satu juta, distribusinya di lapangan belum baik.

Baca Juga: IDI ke Pemerintah: Kalau Tak Mau Lockdown, Jangan Bikin Kebijakan Ngawur

"Saya mohon alat tes yang diimpor sebanyak satu juta oleh pemerintah, bisa segera dibagikan ke rumah-rumah sakit," ujar Zubairi dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Zubairi menyampaikan, tes yang bisa dilakukan secara cepat, juga serempak di berbagai wilayah di Indonesia, merupakan hal yang penting untuk mencegah wabah semakin parah. Zubairi mencontohkan, 10 ribu tes per hari di Korea Selatan yang membuat pemerintah bisa semakin melokalisir corona sehingga penyebarannya juga lebih terkendali.

"Begitu kita temukan orang yang positif, ditelusuri kontaknya dengan siapa saja maka jumlah penyebarannya akan menjadi bisa amat dibatasi," ujar Zubairi.

Meski corona sudah marak, utamanya di Jakarta, Zubairi melihat sebagian masyarakat Ibu Kota belum mematuhi anjuran untuk beraktivitas di rumah. Zubairi melihat di jalan, restoran, kafe, masih ramai sekali pun ada imbauan social distancing dari pemerintah.

"Seharusnya tidak boleh ada toko buka, kecuali yang menjual obat-obatan, makanan. Kalau kita tidak kerja keras sekali, tidak bekerja luar biasa untuk mencegah penyebaran corona, jumlah pasien akan terus bertambah," ujar Zubairi.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan, pemerintah akan menyiapkan sebanyak satu juta alat rapid test atau pemeriksaan cepat Covid-19. Sementara itu, hingga kini pemerintah telah melakukan kurang lebih 2.000 kali pemeriksaan.

"Pemerintah akan menyiapkan satu juta rapid test. Sudah barang tentu ini akan bertahap masuknya. Sampai dengan hari ini, kami sudah menjalankan lebih dari 2.000 pemeriksaan dan hari ini pun masih tetap berjalan," kata Yurianto dalam konfrensi pers melalui akun YouTube BNPB, Sabtu (21/3/2020).

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Ikatan Dokter Indonesia (IDI), COVID-19, Virus Covid-19, Virus Corona, Rapid Test Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4649.079 22.384 691
2 Agriculture 994.550 16.129 22
3 Mining 1228.083 0.039 49
4 Basic Industry and Chemicals 654.954 1.090 78
5 Miscellanous Industry 759.692 32.649 52
6 Consumer Goods 1733.672 35.676 58
7 Cons., Property & Real Estate 339.130 4.765 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 823.964 2.628 78
9 Finance 986.392 -5.196 92
10 Trade & Service 597.268 -3.267 172
No Code Prev Close Change %
1 RONY 100 135 35 35.00
2 CBMF 160 216 56 35.00
3 KBAG 135 182 47 34.81
4 ENVY 93 125 32 34.41
5 PEGE 160 208 48 30.00
6 BOSS 59 76 17 28.81
7 PORT 535 640 105 19.63
8 BEST 120 140 20 16.67
9 LPLI 72 83 11 15.28
10 MPPA 93 107 14 15.05
No Code Prev Close Change %
1 IDPR 200 186 -14 -7.00
2 ISSP 143 133 -10 -6.99
3 VINS 129 120 -9 -6.98
4 HRME 402 374 -28 -6.97
5 DFAM 402 374 -28 -6.97
6 KONI 460 428 -32 -6.96
7 DART 288 268 -20 -6.94
8 TBMS 650 605 -45 -6.92
9 ADMF 8,000 7,450 -550 -6.88
10 JAST 380 354 -26 -6.84
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,030 1,120 90 8.74
2 BBRI 2,820 2,790 -30 -1.06
3 REAL 67 67 0 0.00
4 BBCA 28,175 27,975 -200 -0.71
5 TLKM 3,110 3,120 10 0.32
6 BTPS 2,660 2,940 280 10.53
7 BMRI 4,770 4,670 -100 -2.10
8 PGAS 855 835 -20 -2.34
9 BBNI 4,010 3,990 -20 -0.50
10 KAEF 1,340 1,370 30 2.24