Portal Berita Ekonomi Rabu, 08 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 11:31 WIB. IHSG - IHSG melemah 3,16% di akhir sesi I.
  • 09:26 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.647 USD/troy ounce.
  • 09:25 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 32,52 USD/barel.
  • 09:24 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 24,87 USD/barel.
  • 09:23 WIB. Valas - Rupiah dibuka menguat 0,12% terhadap Dollar AS pada level 16.180 IDR/USD.
  • 09:22 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 ditutup negatif 0,16% pada level 2.659.
  • 09:21 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones ditutup negatif 0,12% pada level 22.653.
  • 09:20 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq ditutup negatif 0,33% pada level 7.887.
  • 09:00 WIB. IHSG - IHSG melemah 0,84% di awal sesi I.

Indonesia Impor 1 Juta Alat Rapid Test Corona, Dokter Bilang Kurang Efektif Soalnya...

Indonesia Impor 1 Juta Alat Rapid Test Corona, Dokter Bilang Kurang Efektif Soalnya... - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Dokter spesialis paru Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Persahabatan Erlina Burhan mengkritik impor satu juta alat tes cepat (rapid test) corona yang dilakukan pemerintah. 

Menurut Erlina, sekali pun disebut tes cepat, tidak semua orang bisa begitu saja diuji mengidap virus yang berasal dari Wuhan, China itu.

Baca Juga: Rapid Test Bukan Cek Virus Corona, Tapi...

"Kalau saya boleh saran, ini kan (alat rapid test) sudah kadung dibeli, ke depan jangan," ujar Erlina dalam acara Indonesia Lawyers Club (ILC) tvOne, Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Erlina menyampaikan, rapid test hanya bisa digunakan mendiagnosa keberadaan corona jika ada antibodi yang terbentuk saat seseorang menunjukkan gejala. Dengan demikian, persepsi publik bahwa tes besar-besaran harus dilakukan untuk menghambat penyebaran corona, adalah salah.

"Kalau seseorang dalam masa inkubasi, kemudian diperiksa rapid test serologi belum terdeteksi, nanti jadi seolah-olah negatif, ini disebut negatif palsu," ujar Erlina.

Erlina mengemukakan, salah diagnosa akan berakibat fatal di masyarakat. Karena tidak merasa mengidap virus, masyarakat bisa saja kembali beraktivitas normal, kemudian malah menjadi penyebar virus.

"Nanti masyarakat kadung bahagia, gembira, bahwa dia negatif, lalu bikin lagi keramaian, bikin pesta lagi, jalan-jalan lagi, padahal mungkin dalam masa inkubasi. Nanti suatu ketika bergejala, menularkan kepada yang lain," ujar Erlina.

Erlina menyarankan, pemerintah lebih baik melakukan pengadaan besar alat polymerase chain reaction (PCR) untuk digunakan di rumah sakit atau laboratorium kesehatan. Hal itu akan membuat lebih banyak fasilitas kesehatan yang memiliki kemampuan melakukan tes akurat corona lebih banyak lagi daripada saat ini.

"Saya juga tidak setuju tadi dikatakan seluruh masyarakat Indonesia akan dites (dengan menggunakan rapid test). Tidak bisa. Hanya yang bergejala saja yang bisa dites," ujar Erlina.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Partner Sindikasi Konten: Viva

Baca Juga

Tag: Rapid Test Corona, COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,343.24 4,297.73
British Pound GBP 1.00 20,125.34 19,917.01
China Yuan CNY 1.00 2,311.19 2,286.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,326.23 16,163.78
Dolar Australia AUD 1.00 10,037.37 9,929.41
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,106.01 2,084.92
Dolar Singapura SGD 1.00 11,445.76 11,327.90
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,749.88 17,568.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,757.48 3,711.97
Yen Jepang JPY 100.00 15,012.63 14,859.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4778.639 -33.188 686
2 Agriculture 1012.487 28.878 22
3 Mining 1262.596 6.021 49
4 Basic Industry and Chemicals 676.943 -3.768 78
5 Miscellanous Industry 759.171 1.911 51
6 Consumer Goods 1756.664 -33.329 57
7 Cons., Property & Real Estate 347.664 -1.666 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 853.285 -17.792 78
9 Finance 1024.623 -3.220 92
10 Trade & Service 608.266 -0.049 170
No Code Prev Close Change %
1 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
2 MTPS 270 336 66 24.44
3 SQMI 200 248 48 24.00
4 ERAA 990 1,210 220 22.22
5 AMIN 284 342 58 20.42
6 MFIN 1,030 1,240 210 20.39
7 ESTA 105 125 20 19.05
8 GSMF 100 116 16 16.00
9 PPRO 50 58 8 16.00
10 BFIN 290 334 44 15.17
No Code Prev Close Change %
1 SSIA 400 372 -28 -7.00
2 ARTA 400 372 -28 -7.00
3 LTLS 488 454 -34 -6.97
4 MARI 158 147 -11 -6.96
5 TNCA 230 214 -16 -6.96
6 ATIC 720 670 -50 -6.94
7 DFAM 346 322 -24 -6.94
8 SKBM 346 322 -24 -6.94
9 HRME 464 432 -32 -6.90
10 INDS 1,740 1,620 -120 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,020 3,030 10 0.33
2 REAL 77 72 -5 -6.49
3 MNCN 1,050 1,040 -10 -0.95
4 TLKM 3,330 3,220 -110 -3.30
5 BBCA 28,675 28,275 -400 -1.39
6 BTPS 2,230 2,780 550 24.66
7 PPRO 50 58 8 16.00
8 WSKT 635 665 30 4.72
9 BBNI 4,290 4,310 20 0.47
10 ANTM 540 555 15 2.78