Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Di Tengah Ancaman Corona dan DBD, Enesis Group Genjot Penjualan

Di Tengah Ancaman Corona dan DBD, Enesis Group Genjot Penjualan

Di tengah ketakutan masyarakat akan virus corona (Covid-19), Demam Berdarah Dengue (DBD) ikut mengancam. Memanfaatkan momentum dua kasus tersebut, Enesis Group, produsen Antis Hand Sanitizer dan Soffell menggenjot penjualan.  

Untuk diketahui, per 15 Maret 2020, jumlah kasus DBD tercatat sebanyak 25.693 orang dan telah merenggut 164 jiwa. Jumlah ini mengalahkan kasus virus corona yang per 23 Maret memiliki 579 kasus dengan 49 orang meninggal.

DBD memiliki kasus di Indonesia setiap tahunnya, menurut catatan Kementerian Kesehatan, terdapat 110.921 DBD di Indonesia pada 2019. Angka ini meningkat dari 2018 dengan jumlah kasus sebanyak 65.602 kasus.

Baca Juga: Saat se-Indonesia Fokus Corona, DBD Bunuh 170 Nyawa

Covid-19 adalah penyakit yang menyerang sistem pernapasan akibat terinfeksi virus corona atau severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus corona baru muncul pada akhir 2019 di Wuhan, China. Sementara DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang disebarkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti.

DBD merupakan penyakit endemik di Indonesia yang berbasis lingkungan, di mana penyakit ini ditularkan nyamuk yang banyak muncul saat musim hujan. Perubahan iklim seperti hujan yang diselingi panas hingga beberapa hari membuat nyamuk Aedes Aegypti leluasa berkembang biak.

Di salah satu provinsi di Indonesia, Nusa Tenggara Timur, DBD telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) dikarenakan kekurangan lotion antinyamuk sebagai perlindungan diri.

DBD telah menjadi perhatian pemerintah dari tahun ke tahun karena dampak penyakit ini selalu muncul saat musim hujan tiba. Pemerintah menganjurkan cara efektif dalam memberantas penyakit ini hanya dengan menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus dan memberikan perlindungan diri terhadap gigitan nyamuk yang kini sudah hidup di luar rumah atau di luar ruangan.

Di tengah ketakutan akan virus corona, masyarakat memborong produk hand sanitizer, salah satunya Antis produk dari Enesis Group. Produk yang lainnya, Soffell lotion penolak nyamuk pun diprediksi perusahaan bakal ikut terdongkrak.

Louis Sumantadiredja, Product Manager Soffell, mengatakan, Enesis Group terus berinovasi menciptakan produk yang bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, masyarakat Indonesia lebih menyukai sesuatu yang alami, karena itu produk-produk Enesis Group, baik Antis maupun Soffell mengandung ekstrak tanaman.

"Soffel Alamia yang mengandung bahan alami, yaitu menggunakan ekstrak daun Cymbopogon atau serai sehingga lebih nyaman untuk dipakai di kulit," jelas Louis.

Baca Juga: Corona di Indonesia: Jangankan Lockdown, Diam di Rumah Saja Sulit!

Soffell lotion penolak nyamuk sendiri dapat digunakan untuk melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan ektivitas perlindungan mencapai 8 jam dengan dua perlindungan, yaitu mencegah nyamuk dengan aroma dan melindungi tubuh dari gigitan nyamuk dengan rasa yang tidak disukai nyamuk. Tidak hanya di Indonesia, lotion antinyamuk juga laris di Asia dan Timur Tengah.

Selain Antis dan Soffell, perusahaan yang berdiri tahun 1988 ini memproduksi beberapa produk lain, household & personal care (non-food), seperti Soffell, Kispray, Antis, dan ForceMagic. Sementara PT Sari Enesis Indah memproduksi ready to drink dan suplemen makanan (food), seperti Adem Sari, Adem Sari Ching Ku, Vegeta, Proman, dan Coolant.

Baca Juga

Tag: Enesis Group, Virus Corona, Demam Berdarah Dengue (DBD)

Penulis: Agus Aryanto

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Syifa Yulinnas

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66