Portal Berita Ekonomi Sabtu, 11 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,14% terhadap Poundsterling pada level 1,2475 USD/GBP.
  • 16:28 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,15% terhadap Euro pada level 1,0946 USD/EUR.
  • 16:27 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,17% terhadap Yuan pada level 7,03 CNY/USD.
  • 15:38 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,09% terhadap Yen pada level 108,39 JPY/USD.
  • 15:36 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.686 USD/troy ounce.

Sawah Tadah Hujan Didorong Panen Tiga Kali Setahun, Bagaimana Mekanismenya?

Sawah Tadah Hujan Didorong Panen Tiga Kali Setahun, Bagaimana Mekanismenya? - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Sawah tadah hujan selama ini dikenal sebagai lahan sawah yang hanya bisa panen satu kali dalam setahun. Akan tetapi, dengan teknologi dan inovasi, sawah tadah hujan kini bisa panen tiga kali setahun.

"Sawah tadah hujan biasanya mengandalkan curah hujan dan hanya bisa menghasilkan di musim hujan. Namun, pengkajian kami membuktikan penerapan inovasi bisa meningkatkan produktivitasnya secara signifikan," ungkap Kepala Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian (Kementan), Fadjry Djufri, dalam keterangan pers yang diterima, Kamis (26/03/2020). 

Baca Juga: Ikut Berperang Lawan Covid-19, Kementan Sediakan Disinfektan Booth

Upaya Kementan untuk mendorong peningkatan produktivitas padi di sawah tadah hujan dilakukan untuk memastikan stok beras nasional berlimpah. Bahkan, pemerintah memiliki target untuk meningkatkan ekspor beras. Pekan lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memprediksi pada masa panen raya bulan Maret–April nanti akan ada tambahan stok beras hingga 8 juta ton. Produksi padi tidak lagi hanya mengandalkan lahan sawah beririgasi, tapi juga pemanfaatan lahan suboptimal.

"Langkah-langkah inovatif perlu dilakukan untuk memastikan produksi beras kita meningkat secara signifikan, antara lain dengan memanfaatkan lahan-lahan yang belum optimal dan menambah kapasitas produksinya," ungkap Fadjry.

Untuk menambah kapasitas produksi sawah tadah hujan, Fadjry menuturkan Kementan telah meningkatkan pemberian bantuan pompa air. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan Balitbangtan, pompa air merupakan titik ungkit sawah tadah hujan untuk bisa memiliki indeks pertanaman (IP) 300.

"Berdasarkan pengkajian kami, pemanfaatan air tanah dengan menggunakan pompa penting untuk dipraktikkan. Mereka menyiram sawah tadah hujan terutama pada musim tanam ketiga atau musim kemarau," jelasnya.

Mekanisme pemanfaatan pompa air, disebut Fadjry, harus menyesuaikan dengan kondisi di lapangan. Air tanah di lahan sawah yang dangkal dengan tingkat kedalaman sekitar enam hingga sepuluh meter cukup menggunakan pompa kapasitas kecil.

"Sementara untuk daerah lain yang lebih jauh dari sungai dan air tanah lebih dalam posisinya, diperlukan pompa dengan kapasitas lebih besar agar dapat mengeluarkan air dengan debit yang sama," terang Fadjry.

Selain pemanfaatan pompa air, optimalisasi sawah tadah hujan juga dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanah. Pada lahan yang bertekstur liat, produktivitas padi dapat mencapai 8 ton per hektare, sedangkan pada lahan yang bertekstur pasir produktivitasnya 5 ton per hektare.

"Untuk itu, kami melakukan upaya untuk meningkatkan produktivitas padi pada lahan sawah yang bertekstur pasir di antaranya dengan penambahan bahan organik untuk meningkatkan kesuburan tanah dan meningkatkan kemampuan tanah dalam memegang air," pungkas Fadjry.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: Sawah, Padi, Kementerian Pertanian (Kementan), Agribisnis

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Sufri Yuliardi

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,342.17 4,294.39
British Pound GBP 1.00 20,236.28 20,028.46
China Yuan CNY 1.00 2,309.57 2,286.24
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,322.21 16,159.80
Dolar Australia AUD 1.00 10,162.21 10,059.48
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,104.82 2,083.74
Dolar Singapura SGD 1.00 11,448.56 11,330.67
EURO Spot Rate EUR 1.00 17,727.55 17,544.69
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,765.22 3,719.17
Yen Jepang JPY 100.00 14,982.75 14,830.95
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Aug
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Nov
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10