Portal Berita Ekonomi Rabu, 03 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:01 WIB. IHSG - IHSG menguat 1,93% di akhir sesi II.

Punya Kasus Covid-19 Terbanyak, Hillary Sindir Slogan 'America First' Trump

Punya Kasus Covid-19 Terbanyak, Hillary Sindir Slogan 'America First' Trump
WE Online, Jakarta -

Jumlah kasus infeksi virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) mencapai 104.205 orang, angka terbanyak di dunia. Kondisi itu dimanfaatkan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton untuk menyindir slogan kampanye "America First" Presiden Donald Trump.

Data dari situs pelaporan online worldometers.info, pada Sabtu (28/3/2020), menunjukkan bahwa Amerika memiliki 104.205 kasus dengan 1.701 orang di antaranya telah meninggal. Sebanyak 2.525 pasien disembuhkan.

Baca Juga: Amerika-China Makin Tegang, Pejabat Senior Trump Setuju Batasi Ekspor ke Perusahaan China

Italia memiliki jumlah kasus terbanyak kedua di dunia, yakni 86.498 dengan 9.134 orang di antaranya telah meninggal. Sebanyak 10.950 pasien telah disembuhkan. Kemudian China memiliki 81.394 kasus dengan 3.295 orang di antaranya meninggal. Sebanyak 74.971 pasien disembuhkan.

Lonjakan kasus infeksi di AS terjadi karena krisis test kit corona dalam beberapa hari terakhir. Hillary, yang merupakan rival Trump dalam pemilu 2016, memanfaatkan krisis Covid-19 untuk menyerang Trump.

"Dia memang menjanjikan 'America First'," tulis Hillary di Twitter dengan menautkan berita New York Times tentang jumlah kasus Covid-19 di Amerika. Slogan itu secara harfiah bermakna 'Amerika yang pertama'.

Namun, serangan Hillary menuai kecaman di Twitter. "Hapus akun Anda. Ini bukan waktunya. Ini tidak bisa menjadi normal baru, di mana tragedi Amerika bertepuk tangan demi oportunisme politik," tulis politisi Partai Republik, Dan Crenshaw.

"Ini semacam nada perayaan setan tentang orang Amerika yang sakit dan sekarat selama pandemi global yang mematikan, ini mengerikan," tulis wartawan Washington Examiner, Jerry Dunleavy.

"Hillary Clinton menggembar-gemborkan angka-angka yang merupakan hasil dari disinformasi China untuk membungkam Amerika dan orang Amerika yang sakit adalah pengingat yang cukup baik mengapa dia kalah pada 2016," kata penasihat senior Komite Senatorial Nasional Matt Whitlock.

Sementara itu, juru bicara Hillary, Nick Merrill kepada Fox News, mencoba membela komentar mantan kandidat presiden dalam pemilu 2016 lalu itu. "Situasi di mana kita berada ternyata dapat dihindarkan dan menunjukkan bahwa dengan merujuk pada retorika kosong Presiden (Trump) tidak lebih dari cara lain memohon dia untuk memimpin," katanya.

Hillary bukan satu-satunya yang menyerang Trump atas pendemi Covid-19 di AS. Koresponden GQ, Julia Ioffe, menuliskan komentar kasar. "Siapa negara lubang kotoran sekarang?" tulis Ioffe di Twitter.

Komentar itu merujuk pada kontroversi tahun 2018 seputar komentar yang diduga disampaikan Trump untuk menyindir sebuah negara di Afrika dalam pertemuan Gedung Putih. Namun, Trump pernah membantah membuat komentar kasar seperti itu.

Partner Sindikasi Konten: SINDOnews

Baca Juga

Tag: COVID-19, Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Hillary Clinton

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Killingthebreeze.vom

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,815.12 3,775.14
British Pound GBP 1.00 18,001.23 17,820.69
China Yuan CNY 1.00 2,014.10 1,993.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,316.23 14,173.78
Dolar Australia AUD 1.00 9,921.15 9,821.01
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,847.18 1,828.69
Dolar Singapura SGD 1.00 10,235.38 10,132.09
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,015.57 15,851.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,360.62 3,321.72
Yen Jepang JPY 100.00 13,200.77 13,068.21
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78