Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

4 Penyebab Lockdown di India Gagal

4 Penyebab Lockdown di India Gagal
WE Online, Bogor -

Dengan jumlah penduduk terbanyak kedua setelah China, India mengambil langkah penuh risiko demi memerangi corona: karantina seluruh negeri (lockdown) selama 21 hari, sejak Selasa (24/3/2020).

Maksud hati ingin menekan penularan COVID-19, kebijakan lockdown malah membuat masyarakat marjinal terkena imbasnya. Ribuan pekerja migran dan informal kehilangan pekerjaan, pasokan barang terganggu, ribuan tunawisma telantar di jalan, bahkan masalah kekurangan gizi juga terjadi. Bahkan, sejumlah penduduk kehilangan nyawa karena adanya lockdown

"Pemerintah India menghadapi tantangan luar biasa untuk melindungi lebih dari 1 miliar orang penduduk. Pihak berwenang harus menyadari, kekurangan gizi dan penyakit yang tak diobati justru akan memperburuk masalah di tengah pandemi," kata Direktur Human Rights Watch Asia Selatan, Meenakshi Ganguly, dikutip dari situs HRW, Snin (30/3/2020).

Baca Juga: Kepala Daerah Gak Bisa Seenaknya Lockdown, Mendagri Tito Keluarkan Surat Edaran

Profesor dari Departemen Biostatistik Universitas Michigan, Ruam Bhattacharyya menilai, kebijakan lockdown di India melahirkan banyak risiko, termasuk kegagalan dalam mengatasi penularan corona. Bhattacharyya sendiri merupakan bagian dari kelompok peneliti interdisipliner yang mengamati pandemi corona, termasuk memperkirakan penyebarannya.

Berikut ini sejumlah alasan yang bisa membuat upaya lockdown di India gagal, berdasarkan data yang Warta Ekonomi kumpulkan dari berbagai sumber:

1. Banyaknya pekerja di sektor informal

Menurut Organisasi Buruh Internasional, 90% dari total tenaga kerja India bergerak di sektor informal. Artinya, ada jutaan penduduk yang bekerja tanpa asuransi sosial dan mengandalkan pendapatan harian.

Baca Juga

Tag: India, Lockdown, Virus Corona, COVID-19

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Reuters/Anushree Fadnavis

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66