Portal Berita Ekonomi Jum'at, 29 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:07 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,33% pada level 2.846.
  • 16:05 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup negatif 0,12% pada level 2.516.
  • 16:04 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka positif 0,66% pada level 6.184.
  • 16:03 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 2,32% pada level 21.916.
  • 16:02 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup negatif 0,13% pada level 2.028.

Jagoan! Industri Sawit Tetap Prospektif di Tengah Corona

Jagoan! Industri Sawit Tetap Prospektif di Tengah Corona
WE Online, Jakarta -

Serangan virus corona yang makin ganas di hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia, mengakibatkan perekonomian kocar-kacir. Kelapa sawit sebagai salah satu sumber devisa ekspor terbesar nasional ikut merasakan dampak dari adanya infeksi Covid-19 ini.

Buktinya, ekspor minyak sawit dan produk turunannya ke berbagai negara pada Januari lalu mengalami penurunan hingga 35,6 persen dibandingkan bulan Desember 2019. Data Gapki mencatat, ekspor CPO dan produk turunannya pada Januari 2020 hanya sebanyak 2,39 juta ton, sedangkan pada Desember 2019 tercatat sebanyak 3,72 juta ton.

Baca Juga: Jangan Cuma Jadi Negara Titipan, CPO Indonesia Harus Punya Power!

Sekjen Gapki, Kanya Lakshmi Sidarta, memproyeksikan industri kelapa sawit baik di hulu, mid (antara), dan hilir terutama untuk ekspor sawit ke berbagai negara tersebut akan terjadi perlambatan. Secara keseluruhan, akan terjadi perlambatan besar untuk ekspor, sementara domestik tetap terjadi perlambatan yang relatif lebih rendah dibandingkan ekspor.

Kanya mengatakan bahwa mungkin saja produksi melambat, tetapi perlu didukung dengan penjagaan ekstra khususnya terhadap lalu lintas orang masuk kebun. Tidak hanya itu, diperkirakan akan terjadi penumpukan stok CPO karena transportasi untuk pengiriman buah ke sektor pengolahan atau PKS (pabrik kelapa sawit) sudah mulai terganggu.

Untuk pengolahan di sektor mid (antara) juga akan sedikit melambat, tetapi hanya untuk kegiatan ekspor. Sementara untuk kebutuhan penyediaan minyak goreng dalam negeri akan tetap terjamin.

Kanya juga menuturkan, seharusnya dengan adanya peningkatan kebutuhan sabun dan lain sebagainya justru membuka peluang untuk peningkatan serapan minyak sawit di dalam negeri. Di dalam negeri, peningkatan penyerapan minyak sawit sebelumnya juga telah digalakkan pemerintah melalui program B30.

"Untuk hilir pun, ada peningkatan permintaan dalam negeri, jadi ya so so lah," ujar Kanya.

Meskipun demikian, industri kelapa sawit akan tetap prospektif karena bisnisnya yang memiliki daya tahan jangka panjang. Ditambah lagi, usaha minyak kelapa sawit menjadi kebutuhan yang relatif pokok bagi masyarakat Indonesia. Kanya menegaskan, meskipun secara keseluruhan perkembangan industri kelapa sawit terdampak melambat, sawit tetap mempunyai peluang untuk kembali membaik.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, Agribisnis, Sawit, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Agus Aryanto

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,951.77 3,911.41
British Pound GBP 1.00 18,207.72 18,022.14
China Yuan CNY 1.00 2,071.84 2,051.05
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,842.85 14,695.16
Dolar Australia AUD 1.00 9,831.90 9,732.60
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,914.56 1,895.49
Dolar Singapura SGD 1.00 10,465.24 10,357.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,359.79 16,191.13
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,411.37 3,372.77
Yen Jepang JPY 100.00 13,763.77 13,625.55
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4716.185 74.630 692
2 Agriculture 971.797 8.596 22
3 Mining 1243.286 -3.438 49
4 Basic Industry and Chemicals 724.798 14.451 78
5 Miscellanous Industry 829.469 25.291 52
6 Consumer Goods 1817.766 -5.862 58
7 Cons., Property & Real Estate 327.509 7.548 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 861.001 -11.328 78
9 Finance 949.013 35.801 93
10 Trade & Service 603.876 4.899 172
No Code Prev Close Change %
1 MCAS 760 950 190 25.00
2 DIVA 655 815 160 24.43
3 VICO 100 124 24 24.00
4 WIIM 115 139 24 20.87
5 NELY 124 146 22 17.74
6 PALM 171 199 28 16.37
7 HDIT 450 520 70 15.56
8 KBLM 284 320 36 12.68
9 DMMX 71 80 9 12.68
10 LPKR 150 169 19 12.67
No Code Prev Close Change %
1 NIRO 143 133 -10 -6.99
2 GLVA 258 240 -18 -6.98
3 HRME 173 161 -12 -6.94
4 TRIS 260 242 -18 -6.92
5 NFCX 1,300 1,210 -90 -6.92
6 IFSH 290 270 -20 -6.90
7 MAPB 1,680 1,565 -115 -6.85
8 ALKA 440 410 -30 -6.82
9 EMTK 4,990 4,650 -340 -6.81
10 KRAH 446 416 -30 -6.73
No Code Prev Close Change %
1 ICBP 8,325 8,325 0 0.00
2 BBRI 2,630 2,730 100 3.80
3 INDF 5,600 5,675 75 1.34
4 PURA 74 75 1 1.35
5 BBCA 24,825 26,475 1,650 6.65
6 TLKM 3,170 3,130 -40 -1.26
7 BMRI 4,110 4,290 180 4.38
8 BBNI 3,630 3,660 30 0.83
9 ASII 4,350 4,540 190 4.37
10 UNVR 8,200 8,025 -175 -2.13