Portal Berita Ekonomi Selasa, 02 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:29 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,37% terhadap Yen pada level 7,10 CNY/USD.
  • 21:25 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,59% terhadap Poundsterling pada level 1,2566 USD/GBP.
  • 21:24 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,44% terhadap Euro pada level 1,1185 USD/EUR.
  • 21:22 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.744 USD/troy ounce.
  • 21:20 WIB. Oil - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 39,09 USD/barel.
  • 21:19 WIB. Oil - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 35,93 USD/barel.
  • 21:16 WIB. Bursa - Indeks Nasdaq dibuka negatif 0,01% pada level 9.551.
  • 21:06 WIB. Bursa - Indeks Dow Jones dibuka positif 0,58% pada level 25.623.
  • 21:05 WIB. Bursa - Indeks S&P 500 dibuka positif 0,14% pada level 3.060.
  • 16:17 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,38% terhadap Yuan pada level 7,10 CNY/USD.
  • 16:14 WIB. Bursa - Indeks Hang Seng ditutup positif 1,11% pada level 23.995.
  • 16:13 WIB. Bursa - Indeks Shanghai ditutup positif 0,20% pada level 2.921.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Straits Times ditutup positif 2,25% pada level 2.608.
  • 16:12 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup positif 1,19% pada level 22.325.
  • 16:11 WIB. Bursa - Indeks KOSPI ditutup positif 1,07% pada level 2.087. 

Rusia Mengaku Ciptakan Obat Anti-Corona

Rusia Mengaku Ciptakan Obat Anti-Corona
WE Online, Jakarta -

Rusia sempat dihebohkan dengan judul utama media pemerintah, RIA Novosti: "Rusia Menciptakan Pengobatan untuk Virus Corona". Artikel itu memberitakan tentang penemuan obat untuk virus corona yang didasarkan pada mefloquine.

Menurut laporan media Amerika Serikat, Daily Beast, Minggu (29/3/2020), mefloquine adalah obat anti-malaria yang dibuat di Pusat Medis Angkatan Darat Amerika Serikat, Walter Reed Medical, tak lama setelah Perang Vietnam dan secara luas dikenal sebagai Lariam. Mefloquine diciptakan untuk menggantikan chloroquine, obat anti-malaria lainnya, yang merupakan obat pilihan Presiden Donald Trump dalam pertempurannya yang meragukan melawan Covid-19.

Baca Juga: Rusia dan Sejumlah Negara Ini Manfaatkan Teknologi buat Awasi Pasien Corona

Obat ini masih diresepkan di banyak negara untuk mencegah dan mengobati malaria, tetapi memiliki efek samping yang parah dan kadang mengejutkan. Sebuah studi yang dilakukan pada 2001-2003 mengonfirmasi bahwa mefloquine dapat menyebabkan penyakit psikologis.

Menghadapi berbagai sindiran di media sosial, media pemerintah Rusia tersebut mengubah berita utamanya menjadi berbunyi: "Rusia Menawarkan Obat untuk Mengobati Virus Corona." Perlu dicatat bahwa belum ada penyembuhan atau pengobatan yang disetujui untuk virus corona. Beberapa uji klinis untuk perawatan medis masih berlangsung.

Tujuan dari pemberitaan tersebut dinilai lebih bernuansa propaganda ketimbang farmakologis. Media yang dikontrol Kremlin ini menyebarkan teori konspirasi yang menyalahkan AS (dan Ukraina) karena dianggap telah menciptakan dan menyebarkan virus corona. Dan, Rusia datang sebagai penyelamat seluruh umat manusia.

Pada saat Kremlin dinilai telah menyembunyikan tingkat pandemi di Rusia, media ini mengkritik taktik Amerika dan Eropa untuk membendung pandemi.

Mikhail Shchelkanov, ahli virologi dan Kepala Laboratorium Ekologi Mikroorganisme, Far Eastern Federal University (FEFU) School of Biomedicine, menggambarkan pendekatan Barat sebagai "taktik abad ke-18." Sebaliknya, ia mengklaim Rusia, sejak zaman Uni Soviet, memiliki sistem keamanan biologis terbaik di dunia.

Tindakan-tindakan pencegahan yang direkomendasikan oleh lembaga pemerintah Rusia kepada masyarakat umum terkait virus corona memang tampak lebih ketat dari yang ditawarkan di Amerika Serikat.

Misalnya, menyarankan semua orang untuk menggunakan masker wajah setiap hari di depan umum. Masker sekali pakai harus diganti setiap 2-3 jam. Risiko untuk individu yang lebih muda tidak diremehkan. Sebaliknya, orang tua disarankan untuk menjaga anak-anak mereka di rumah atau di halaman rumah.

Ketika di tempat publik, anak-anak dilarang menyentuh permukaan apa pun atau berinteraksi dengan orang lain. Ada panduan publik sehubungan dengan disinfeksi makanan dan barang dagangan yang dibeli di toko.

Selama acara televisi The Evening with Vladimir Soloviev, pembawa acara menggambarkan pendekatan Rusia lebih unggul dari Eropa dan Amerika Serikat. "Mereka berperilaku tidak beradab. Mereka bersikap amoral. Orang-orang kami bersatu dan ingin membantu orang lain. Orang Amerika hanya membeli senjata,” kata Soloviev.

Kepada RIA Novosti, Shchelkanov memuji respons China terhadap pandemi dan mengutuk AS dan Eropa Barat karena kurangnya tindakan yang terkoordinasi. Dia juga memperkirakan virus corona dapat dengan mudah menyebar seperti api ke negara-negara tetangga. Dia mengklaim, Federasi Rusia akan terus menjadi benteng stabilitas Eropa.

Muncul di acara Soloviev, ilmuwan politik Dmitry Evstafiev mencatat, "Setiap negara menggunakan pandemi virus corona sebagai cover, berusaha mencapai tujuan mereka sendiri."

Salah satu tujuan paling mendesak Kremlin adalah penghapusan sanksi AS dan Eropa terhadap Rusia dan sekutu informalnya: Iran, Venezuela, dan Korea Utara. Para ahli di televisi pemerintah Rusia berulang kali menyatakan bahwa Kremlin harus memunculkan penghapusan sanksi di setiap kesempatan, terutama saat menawarkan bantuan terkait virus corona ke negara-negara Barat.

Selama acara televisi, Soloviev menyatakan frustrasi  karena Trump tidak mengerti apa-apa dan mengabaikan usulan Presiden Vladimir Putin pada KTT G20 baru-baru ini yang menyerukan agar semua sanksi segera dicabut.

Soloviev berpendapat, negara pertama yang mampu membuat vaksin virus corona akan memperoleh instrumen tekanan politik yang sangat besar. Rusia secara aktif berupaya mengembangkan pengaruh global seperti itu. Namun, obat yang belum terbukti mujarab yang sedang digembar-gemborkannya dibuat di AS.

Baca Juga

Tag: Virus Corona, COVID-19, Rusia, Amerika Serikat (AS)

Penulis: Lili Lestari

Editor: Puri Mei Setyaningrum

Foto: Reuters/ Ivam Sekretarev/Poll

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,882.91 3,843.25
British Pound GBP 1.00 18,199.19 18,015.22
China Yuan CNY 1.00 2,046.41 2,025.73
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,574.51 14,429.49
Dolar Australia AUD 1.00 9,881.52 9,780.31
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,880.34 1,861.61
Dolar Singapura SGD 1.00 10,360.04 10,254.04
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,209.77 16,047.04
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,397.32 3,355.70
Yen Jepang JPY 100.00 13,541.31 13,402.83
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4847.507 93.895 692
2 Agriculture 966.684 1.753 22
3 Mining 1270.446 32.245 49
4 Basic Industry and Chemicals 759.541 13.808 78
5 Miscellanous Industry 854.205 -4.191 52
6 Consumer Goods 1820.498 13.773 58
7 Cons., Property & Real Estate 326.467 3.510 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 883.534 19.450 78
9 Finance 995.519 33.004 93
10 Trade & Service 611.583 4.950 172
No Code Prev Close Change %
1 ASBI 270 336 66 24.44
2 DIVA 940 1,145 205 21.81
3 BBTN 760 925 165 21.71
4 AKSI 117 141 24 20.51
5 MBTO 59 70 11 18.64
6 TMPO 127 148 21 16.54
7 DUCK 470 540 70 14.89
8 PJAA 466 535 69 14.81
9 PANS 745 855 110 14.77
10 ETWA 64 73 9 14.06
No Code Prev Close Change %
1 DFAM 400 372 -28 -7.00
2 STTP 8,300 7,725 -575 -6.93
3 ARKA 1,300 1,210 -90 -6.92
4 LAND 318 296 -22 -6.92
5 NATO 535 498 -37 -6.92
6 CASS 188 175 -13 -6.91
7 VICO 116 108 -8 -6.90
8 ADES 960 895 -65 -6.77
9 OCAP 150 140 -10 -6.67
10 POLI 1,050 980 -70 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,950 3,180 230 7.80
2 BBTN 760 925 165 21.71
3 PURA 75 77 2 2.67
4 TKIM 3,970 4,260 290 7.30
5 BBCA 25,950 26,800 850 3.28
6 TLKM 3,150 3,250 100 3.17
7 ICBP 8,150 8,475 325 3.99
8 BMRI 4,470 4,620 150 3.36
9 BBNI 3,830 3,970 140 3.66
10 INDF 5,750 6,025 275 4.78