Dirikan Rumkitlap, Artha Graha Peduli: Para Pengusaha Tergeraklah Bantu Pemerintah

Dirikan Rumkitlap, Artha Graha Peduli: Para Pengusaha Tergeraklah Bantu Pemerintah Kredit Foto: AGP

Yayasan Artha Graha Peduli (AGP) mendirikan Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) di kawasan Pasir Putih Ancol, Jakarta Utara, yang difungsikan sebagai sarana melakukan Rapid Test Covid-19 untuk deteksi dini.

Saat ini Rumkitlap masih diprioritaskan bagi karyawan/i Artha Graha Group, AGP dengan beberapa persyaratan kesehatan, juga Network Artha Graha yang selama ini bekerja sama dengan Artha Graha Peduli serta masyarakat umum yang tinggal sekitar radius 500 meter dari Rumkitlap.

"Selain untuk karyawan AG Group, AGP, dan mitra AG, Rumkitlap ini hanya untuk warga sekitar radius 500 meter. Namun, kami tidak sendiri. AGP bersama Yayasan Budha Tzu Chi, Sinarmas, Indofood, dan Central Omega Resources berharap dapat menggugah hati dari para stakeholder dan pengusaha lain agar memberikan kontribusi terhadap negara kita yang sedang menghadapi wabah Covid-19 dengan membuat Rumkitlap di wilayah lain. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi jauh-jauh untuk tes kalau RS rujukan penuh," ungkap juru bicara AGP Hanna Lilies Puspawati, Selasa (31/3/2020), di Jakarta.

Baca Juga: Artha Graha Peduli Bentuk RS Lapangan untuk Tes Corona, 3 Kriteria Ini Bakal Jadi Prioritas!

Hanna menyatakan jika ada warga di luar radius 500 meterĀ  ingin melakukan tes tersebut, agar mendaftarkan diri melalui online ke Sekretariat Rumkitlap AGP dengan persyaratan kesehatan sesuai yang ditentukan. Diingatkan, warga tidak bisa langsung ke Rumkitlap minta pemeriksaa. Ada prosedur pendaftaran dan tetap harus menunggu waktu pemanggilan.

"Ada tiiga kriteria untuk bisa dites, yaitu pertama disarankan orang yang menunjukkan gejala, sepertiĀ  demam, batuk, pilek, radang tenggorokan, sesak kurang lebih 14 hari terakhir. Syarat kedua, ada komorbid (penyakit penyerta), seperti diabetes, darah tinggi, asma, gagal ginjal, jantung atau stroke, dan syarat ketiga, orang yang mungkin secara fisik sehat, tapi ada kontak atau di sekitarnya (keluarga, teman kerja, tetangga dekat) sudah suspect terpapar Covid-19 dalam 14 hari terakhir," jelas Hanna.

Faktanya, perbandingan antara jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini