Portal Berita Ekonomi Sabtu, 30 Mei 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:39 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.734 USD/barel.
  • 22:39 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 35,00 USD/barel.
  • 22:38 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 33,71 USD/barel.

AS Berpacu Bangun Rumah Sakit Darurat Seiring Bertambahnya Korban Jiwa Akibat Corona

AS Berpacu Bangun Rumah Sakit Darurat Seiring Bertambahnya Korban Jiwa Akibat Corona
WE Online, New York -

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada Selasa berpacu membangun ratusan rumah sakit (RS) darurat dekat kota-kota besar. RS darurat ini dibangun untuk mengatasi tekanan pada sistem perawatan kesehatan yang kewalahan saat Presiden Donald Trump memperkirakan situasi dua pekan mendatang akan 'sangat menyakitkan'.

Korban meninngal akibat corona di AS, yang dihitung Reuters, menyentuh 800 pada Selasa dan menjadi angka tertinggi dalam sehari sejauh ini. Hampir separuh korban meninggal itu ada di negara bagian New York, pusat pandemi corona. Wali Kota New York Bill de Blasio minta penegakan hukum dari pemerintahan Trump.

Baca Juga: Dengan Lantang, Trump Percaya AS Raih Kemenangan Besar Lawan Pandemi Corona

"Inilah titik di mana kami harus siap untuk pekan depan, saat kami memperkirakan peningkatan sangat tinggi dalam jumlah kasus. Apa yang saya minta jelas, pekan lalu, yakni personel medis militer dikerahkan di sini," ujar de Blasio di Pusat Tenis Nasional Billie Jean di Queens, tempat rumah sakit lapangan dibangun terburu-buru.

Pusat tenis itu digunakan untuk Kejuaraan Tenis AS Terbuka yang dijadwal akan berlangsung 24 Agustus tahun ini. De Blasio, dari Partai Demokrat, mengatakan dia telah meminta ke Gedung Putih tambahan 1.000 perawat, 300 ahli terapi pernapasan, dan 150 dokter pada Ahad.

Lebih dari 3.700 orang meninggal akibat corona di AS selama wabah, melebihi korban tewas serangan 11 September 2001. Total kasus terkonfirmasi di AS jadi 184 ribu atau naik 21 ribu dari Senin.

Ahli kesehatan Gedung Putih mengatakan antara 100 ribu hingga 200 ribu orang dapat meninggal akhirnya karena penyakit pernapasan di AS meski ada perintah di kebanyakan besar kota-kota besar menahan warga Amerika tinggal di rumah.

Lebih dari 30 negara bagian memerintahkan orang tinggal di rumah untuk menahan virus. Hal ini menghambat perekonomian dan membuat jutaan orang tak menerima penghasilan.

Trump yang berbicara di Gedung Putih pada Selasa, mengatakan bahwa dua pekan mendatang akan sangat menyakitkan bagi negeri ini.

"Kami ingin warga Amerika siap untuk hari-hari sulit yang membentang di depan. Kita akan melewati dua pekan yang sangat keras dan kemudian, dengan penuh harap, seperti yang diramalkan para ahli ... Anda akan melihat seberkas cahaya sesungguhnya di ujung terowongan," kata Trump.

Korsa Insinyur Angkatan Bersenjata AS tengah mencari hotel, asrama, pusat pertemuan, dan ruang terbuka luas untuk mendirikan 341 rumah sakit sementara. Pernyataan ini diungkapkan Letnan Jenderal Todd Semonite kepada ABC News dalam program Good Morning America.

Para insinyur itu sudah mengubah Pusat Konvensi Jacob Javits New York City menjadi sebuah rumah sakit dengan 1.000 ranjang dalam sepekan.

Partner Sindikasi Konten: Republika

Baca Juga

Tag: Amerika Serikat (AS), COVID-19, Virus Corona, Virus 2019-nCoV, Donald Trump

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Muhammad Syahrianto

Foto: Reuters/Yonhap

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,942.14 3,901.87
British Pound GBP 1.00 18,246.26 18,063.24
China Yuan CNY 1.00 2,070.20 2,049.34
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,806.67 14,659.34
Dolar Australia AUD 1.00 9,828.67 9,729.40
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,909.87 1,890.84
Dolar Singapura SGD 1.00 10,467.04 10,359.23
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,417.64 16,248.41
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,407.75 3,369.19
Yen Jepang JPY 100.00 13,785.19 13,645.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4753.612 37.427 692
2 Agriculture 964.931 -6.866 22
3 Mining 1238.201 -5.085 49
4 Basic Industry and Chemicals 745.733 20.935 78
5 Miscellanous Industry 858.396 28.927 52
6 Consumer Goods 1806.725 -11.041 58
7 Cons., Property & Real Estate 322.957 -4.552 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 864.084 3.083 78
9 Finance 962.515 13.502 93
10 Trade & Service 606.633 2.757 172
No Code Prev Close Change %
1 KRAH 416 510 94 22.60
2 AKSI 96 117 21 21.88
3 WINS 63 73 10 15.87
4 DIVA 815 940 125 15.34
5 IKBI 210 240 30 14.29
6 AHAP 50 57 7 14.00
7 PDES 360 410 50 13.89
8 DMMX 80 91 11 13.75
9 AMAR 175 195 20 11.43
10 DUCK 422 470 48 11.37
No Code Prev Close Change %
1 SINI 860 800 -60 -6.98
2 BRNA 1,075 1,000 -75 -6.98
3 MLPT 575 535 -40 -6.96
4 PTBA 2,090 1,945 -145 -6.94
5 CASS 202 188 -14 -6.93
6 SIPD 1,300 1,210 -90 -6.92
7 TBLA 535 498 -37 -6.92
8 DSSA 20,975 19,525 -1,450 -6.91
9 POLA 58 54 -4 -6.90
10 GGRP 290 270 -20 -6.90
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,730 2,950 220 8.06
2 PURA 75 75 0 0.00
3 TLKM 3,130 3,150 20 0.64
4 BBCA 26,475 25,950 -525 -1.98
5 ICBP 8,325 8,150 -175 -2.10
6 BBNI 3,660 3,830 170 4.64
7 BMRI 4,290 4,470 180 4.20
8 ASII 4,540 4,770 230 5.07
9 PWON 376 362 -14 -3.72
10 KLBF 1,355 1,415 60 4.43