Portal Berita Ekonomi Minggu, 07 Juni 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Mengapa Konglomerat Indonesia Masih Enggan Genjot Investasi di Startup?

Mengapa Konglomerat Indonesia Masih Enggan Genjot Investasi di Startup?
WE Online, Bogor -

Investasi dalam startup teknologi lokal masih sangat didominasi oleh investor asing, menurut pernyataan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) yang dilaporkan oleh CNN. Apalagi pada startup sekelas unicorn dan decacorn.

Peneliti Ekonomi Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi pun menjelaskan mengapa para konglomerat terkemuka Indonesia belum mau membiasakan diri berinvestasi di kancah startup.

"Kami melihat dua model bisnis yang berbeda. Konglomerat sangat terbiasa dengan model bisnis tradisional yang fokusnya menghasilkan keuntungan cepat dan berbeasis aset. Di sisi lain, startup lebih mengejar impian, daya tarik, penilaian, leverage, dan dominasi pasar," jelasnya, dilansir dari KrAsia, Rabu (1/4/2020).

Baca Juga: Waduh, Startup Mikro Sudah PHK Hampir 4 Ribu Orang pada Maret Ini, Ini Penyebabnya!

Oleh karena itu, konglomerat lebih tertarik menanamkan modal kepada bisnis yang menjanjikan keuntungan dalam dua tahun. Sementara itu, startup dengan valuasi tinggi yang sudah beroperasi lima tahun pun belum tentu sudah menghasilkan profit.

Ia menambahkan, "itulah mengapa konglomerat mencoba membangun startup sendiri, seperti Lippo Group dengan MatahariMall dan Ovo."

Kembali ke rendahnya angka investasi konglomerat kepada startup, Fithra menyebut pola pikir tradisional sebagai salah satu kendala terbesar.

"Sebagian besar konglomerat masih berinvestasi secara tradisional, seperti melihat tingkat pengembalian tinggi dan investasi pengembalian. Model itu tak berlaku dalam investasi ke startup, mereka (investor) perlu menganggap modal yang sudah dikeluarkan sebagai uang yang sudah hangus," paparnya lagi.

Maka, agar bisnis para konglomerat itu tetap relevan di tengah disrupsi digital, mereka perlu mengambil peran sebagai 'pengasuh startup' alias model inkubasi.

Menurut Fithra, model inkubasi akan bermanfaat bagi konglomerat. Sebab, mereka memiliki uang dan pengetahuan soal model bisnis, kemudian bisa mempelajari karakteristik startup karena mengamatinya sejak awal.

"Jika konglomerat ingin tetap relevan, mereka perlu memperkuat program inkubasi, perkuat cengkeraman sejak awal," tambah pengamat itu.

Baca Juga

Tag: Investasi, konglomerat, Startup

Penulis/Editor: Tanayastri Dini Isna

Foto: Unsplash/Rawpixel

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,774.27 3,735.72
British Pound GBP 1.00 17,840.66 17,661.74
China Yuan CNY 1.00 1,992.25 1,972.18
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,170.50 14,029.50
Dolar Australia AUD 1.00 9,848.50 9,749.10
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,828.43 1,810.21
Dolar Singapura SGD 1.00 10,141.34 10,035.41
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,050.93 15,889.81
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,317.06 3,277.92
Yen Jepang JPY 100.00 12,990.92 12,860.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4947.782 31.078 693
2 Agriculture 1005.979 2.246 22
3 Mining 1279.030 9.869 49
4 Basic Industry and Chemicals 756.813 -4.797 78
5 Miscellanous Industry 899.382 35.666 52
6 Consumer Goods 1816.718 -5.780 58
7 Cons., Property & Real Estate 342.717 5.540 90
8 Infrastruc., Utility & Trans. 906.783 3.973 78
9 Finance 1031.378 8.454 93
10 Trade & Service 615.344 6.666 173
No Code Prev Close Change %
1 JAST 102 137 35 34.31
2 FOOD 85 114 29 34.12
3 MTSM 138 185 47 34.06
4 CMNP 1,500 1,875 375 25.00
5 SAPX 1,460 1,825 365 25.00
6 TECH 216 270 54 25.00
7 IMAS 520 645 125 24.04
8 TPMA 226 276 50 22.12
9 OASA 318 386 68 21.38
10 INPP 705 855 150 21.28
No Code Prev Close Change %
1 DPUM 100 93 -7 -7.00
2 NATO 432 402 -30 -6.94
3 JAWA 73 68 -5 -6.85
4 INPS 2,920 2,720 -200 -6.85
5 KBLV 470 438 -32 -6.81
6 MPRO 890 830 -60 -6.74
7 TMPO 149 139 -10 -6.71
8 NIRO 150 140 -10 -6.67
9 MARI 135 126 -9 -6.67
10 INCI 394 368 -26 -6.60
No Code Prev Close Change %
1 PURA 77 74 -3 -3.90
2 BBRI 3,060 3,110 50 1.63
3 TLKM 3,300 3,230 -70 -2.12
4 PWON 414 462 48 11.59
5 BBCA 28,950 28,625 -325 -1.12
6 BBTN 975 1,055 80 8.21
7 BMRI 4,730 4,850 120 2.54
8 TOWR 1,015 1,065 50 4.93
9 PGAS 955 1,030 75 7.85
10 BBNI 4,140 4,250 110 2.66